Ular yang Licin

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fabel (Hewan), Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 7 April 2019

Suatu siang di dalam hutan, hiduplah seekor ular.
“Ular.” sapa siput.
“Ehh.. Siput, kenapa?” balas ular.
“ular besok adalah hari ulang tahunku, kamu datang yah.”
“siap siput”
Siput mengajak ular ke ulantahunya dan ularpun setuju untuk pergi.

Keesokan harinya ular pergi mencari hadiah untuk siput, dalam perjalanannya untuk mencari hadiah, ular ketemu dengan tupai.
“Eh Ular, mau kemana tuh?” tanya tupai.
“Tupai, kawanku, aku mau cari hadiah nih”
“untuk siapa ular?”
“untuk siput”
“kenapa kamu mau kasih hadiah untuk siput?” tanya tupai
“Tupai hari ini adalah ulang tahun siput.”
“ulang tahun siput? Kok siput tidak mengajakku?” cakap Tupai dalam hatinya.
“baiklah Tupai aku pergi dulu, aku buru-buru sih.”

Tupaipun kaget mendengar kalau hari ini ulang tahun siput, karena tupai tidak diajak ke ulang tahunnya siput, dan tupaipun mulai berlaku jahat.

“ular tunggu..!!” panggil tupai.
“yah tupai.?”
“ular kamu tidak tau, kalau siput itu agak…”
“agak apa?”
“siput itu agak berlendir dan licin”
“lalu?” tanya ular.
“jadi jika kamu ke pesta siput nanti badanmu yang cantik itu akan menjadi licin dan berlendir seperti siput!”
“yang benar nih tupai.”
“ia betul”
“kalau gitu tidak jadi ah aku ke rumah siput.”
“gitu dong ular”
Akhirnya tupai berhasil menghasut ular untuk tidak pergi ke pestanya siput.

Keesokan harinya siput datang ke rumahnya ular.
“ular. Ular..?” siput memanggil ular.
“ia, eh siput ada apa?”
“ular kenapa kamu kemarin tidak datang ke pestaku?”
“siput aku minta maaf, sebenarnya aku tidak mau badanku ini menjadi berlendir dan licin sepertimu!”
“ohh.. Jadi seperti itu ular, sampe hati engkau menganggapku seperti itu.” siput menjadi beraedih.
“sudahlah siput aku minta maaf, kita kan teman.”
“teman. Katamu?. Sampe hati ular”
Siputpun pergi dari ular.

Saat beberapa jam ular menyadari kesalahannya atas perilakunya terhadap siput, ularpun pergi mengejar siput dengan menelusuri jejak lendirnya siput, sampai sampai tubuh ular telah terpenuhi lendir siput dan tanah, hingga hingga tubuh ular menjadi coklat.

Setelah mengikuti jejak siput ketemulah ular dan siput dengan tubuh yang penuh lendir di pinggir sawah.
“Siput…” teriak ular
Siputpun berbalik.
“siput aku minta ma…” ularpun terjatuh ke sawah.
“kamu siapa?” tanya siput.
“ini aku siput. ular”
“ular..? Ular tidak coklat pecek dan belendir seperti engkau, engkau bukan ular.”
“siput ini aku.”
“BUKAN..!, Ular tdk suka lendirku, dan engkau bukan ular.”
“siput” ularpun bersedih dan menyesal telah memarahi siput, dan ular itu pun sudah tidak dikenal lagi, dan ular itupun memutuskan tinggal di dalam lumpur untuk selama lamanya.

Cerpen Karangan: Afnei.N.B.Tumba
Blog / Facebook: Billy Ngan

Cerpen Ular yang Licin merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Adik Angkat Lissa

Oleh:
Lissa mempunyai seorang adik yang sangat nakal. Namanya Leni. Tiap hari selalu saja bertengkar memperebutkan sesuatu atau mungkin berdebat. Selisih umur mereka 3 tahun. Saat Lissa pulang sekolah, Lissa

Salah Orang

Oleh:
Membayangkannya saja aku sudah tertawa. Begini, aku punya pengalaman yang tak terlupakan saat kecil. Waktu itu, hari Minggu. Jadi, aku libur sekolah. Bundaku mengajakku berbelanja ke supermarket terdekat. Kami

Pesan Dari Ibu

Oleh:
Embun dipagi buta, ibu membangunkan tiara dan tito untuk segera bergegas berangkat sekolah. Tiara dan tito sedang rapi-rapi untuk pergi ke sekolah sedangkan ibu mempersiapkan sarapan untuk tiara dan

Sahabat Karibku

Oleh:
Pagi menjelang siang… Siang pun menjelang sore… Dan sore menjelang malam … Waktu berputar, kenapa hidup kita tidak berputar? Bila mana jika hidup kita berputar, tandanya kau sedang mengalami

Wibi Si Kupu Kupu

Oleh:
“Hore.. Dapat madu banyak..” Wibi melonjak girang sambil memegangi perutnya. Ia baru saja menghisap madu dari bunga matahari di taman milik seorang nenek-nenek. Nenek-nenek itu bernama Tina. Nek Tina

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *