Usaha Sahabat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 24 March 2016

Agatha Mutiara Serly atau biasa dipanggil Tiara adalah siswa kelas 5 A di SDN Pelangi. Di sekolah Tiara mempunyai sahabat, yaitu Keysha, Cindy, dan Fania. Mereka semua sangat rajin dan pintar. Setiap tahun, salah satu di antara mereka pasti menjadi Bintang Kelas. Michelle Riviska atau biasa dipanggil Viska juga siswa kelas 5 A di SDN Pelangi. Di sekolah Viska bersahabat dengan Elyn, Aura, dan Jessy. Mereka semua sangat malas. Bagi mereka yang terpenting adalah HP dan bermain. Viska dan sahabatnya merupakan pembenci Tiara cs.

Suatu ketika Bu Dhea (wali kelas 5 A) memberi tugas untuk mengadakan bisnis minggu depan. Setiap siswa harus memiliki 1 kelompok (4 orang) untuk bekerja sama menjualkan barang dagangan mereka. Tentu saja Tiara, Keysha, Cindy, dan Fania membentuk sebuah kelompok. “Idih… Kampungan banget masa iya, aku sama gengku harus jualan,” batin Viska. “Baiklah, Ibu mau akhir minggu ini kalian bisa nentuin barang dagangan kalian.” ucap Bu Lidya “baik Buu..” ucap semua murid.

– Rumah Tiara.
“Kira-kira kita jualan apa ya?” Kata Keysha penuh tanya. Keysha dan Cindy hanya duduk berpikir, Fania membuka majalah untuk mencari inspirasi, sementara Tiara mondar-mandir tak karuan dan seperti orang panik. Tiba-tiba Tiara menghentikan langkahnya dan berteriak, “Aha…!!! Aku tahu. Gimana kalau kita buat Tart Sahabat?”
“Tart Sahabat? Ide bagus,” ucap Keysha sambil mengacungkan jempol. “Iya Tiara, terus kita buatnya kapan?” Tanya Cindy. “Gimana kalau kita buatnya waktu habis ditanya kita jualan apa? Jadi, waktu Bu Lidya tanya kita jualan apa, pulangnya kita ke sini, ke rumah Tiara untuk membuat tartnya,” jelas Fania. “Ide bagus.” ucap semuanya. Akhirnya semua sepakat.

– Restaurant.
Viska, Elyn, Aura, dan Jessy ketemuan di Restaurant paling mewah di Jakarta Pusat. Di sana mereka membeli makanan enak sekaligus berdiskusi untuk tugas bisnis.
“Sorry ya, Viska. Sebenernya aku enggak mau disuruh jualan kayak gitu… Gak level kita kali,” komentar Elyn dengan gaya centilnya.
“Iya, palingan kita nanti rugi,” celetuk Aura.
“Enggak cuma itu, nanti kita cape, kepanasan, cape jalannya… OMG,” tambah Jessy.
“Dengerin aku dulu yaaa… Kita harus kerjain tugas bisnis itu, kalau kita kerjain, pasti banyak yang suka sama kita, lalu geng kita bisa naik tingkat,” jelas Viska.
“Berarti barang makanan kita harus enak dong?” ucap Elyn.
“Tenang, Papaku punya temen, kebetulan dia itu koki ternama, jadi kita bisa minta tolong dia buat bikinin pizza terenak,” terang Viska.
“Wah oke tuh.” ucap Aura.
“Tunggu ya aku teleponin orangnya.”

“Halo?” sapa Viska.
“Halo, ini mbak Viska”
“Iya,”
“Ada apa mbak telepon saya?”
“Saya mau pesen pizzanya 70 box ya,”
“Maaf mbak, kita kebanjiran pesanan, jadi untuk sementara waktu kita tidak melayani pesanan,”
“Apa?! Pokoknya saya enggak mau tahu!!! Pesenan saya harus datang 6 hari lagi. Titik!!!”
“Baik mbak.”
“Urusan selesai.” ucap Viska. Akhirnya Viska cs sepakat untuk menjual pizza itu.

6 hari kemudian. Bu Lidya menanyakan satu per satu kelompok apa yang mereka jual besok.
“Kami menjual Tart Sahabat, Bu,” jawab Tiara saat ditanya menjual apa. “Kita menjual Special Pizza, Bu,” jawab Viska saat ditanya hal yang sama. Sepulang sekolah Tiara, Kesyha, Cindy, dan Fania berkumpul di rumah Tiara untuk membuat Tart Sahabat dan menentukan harganya. Mereka sepakat memberi harga Rp. 3.500,00/biji. Sementara Viska, Elyn, Aura, dan Jessy berkumpul di rumah Viska, mereka hanya bermain HP dan bercanda, setelah itu Pizza yang dipesan mereka datang dan mereka memberi harga Rp. 15.000,00/box.

Keesokan harinya.
“Alahh… Itu kue kampungan kali, masa iya harga cuma segitu?” ejek Viska kepada Tiara dan sahabatnya.
“Yang penting kan enak, Vis.” balas Keysha.
“Tahu, selain itu Tart kita itu usaha sahabat, terus sehat, enak lagi,” tambah Tiara.
“Bener, Tiara,” ucap Cindy dan Fania bersamaan.
“Pokoknya, kita lihat aja nanti siapa yang laku, ya gak,” celetuk Elyn.

Waktu jual pun dimulai. Tiara dan Fania berjualan di Perpustakaan, Lantai 1, Lantai 2, dan Musala. Sementara Keysha dan Cindy berjualan di Taman, Lantai 2, Lantai 3, dan ruang Ekstra. Tentu saja dagangan mereka laris manis. Sementara para murid yang membeli Pizza milik Viska banyak yang berkomentar negatif.
“Enggak enak Pizzanya.” komentar salah satu murid, yaitu Mitha.
“Enggak enak? Harga Rp. 15.000,00 masa enggak enak sih, Mitha?” jawab murid satunya.
“Beneran, pokoknya kalian enggak usah beli Pizzanya Viska.”
“oke Mith”

Kantin.
“Masa iya sih Pizza kayak gini gak laku, harga belinya tahu,” Gumam Viska. Viska pun menelepon pegawai koki yang diminta membuat Pizza itu.
“Halo?” sapa pegawai itu.
“Heh, Pizzanya enggak enak tahu,” jawab Viska marah.
“Maaf mbak, kan saya waktu itu pernah bilang kalau kita kebanjiran pesanan. Jadi kita buatnya buru-buru, enggak tahu tuh enak atau enggak,”
“Dasar! Aku tuh udah beli mahal, masak iya enggak enak,”
“Maaf mbak itu bukan urusan saya.”
“Sial!!!” Teriak Viska.

Akhirnya jam Bisnis pun selesai, semua kelompok kembali ke kelas.
“Okey, dari hasil bisnis tadi, Bu Lidya sudah tentukan pemenangnya.” seru Bu Lidya.
“Dan pemenangnya adalah… Kelompok Tart Sahabat!” Teriak Bu Lidya.
“Yeee!!” teriak Tiara, Keysha, Cindy, dan Fania kegirangan.
“Ini semua karena usaha sahabat,” seru Tiara.
“iya, itu namanya sahabat,” tambah murid lain. Sementara itu Viska tidak percaya, ia malu di hadapan Tiara.
Semenjak saat itu, Viska, Elyn, Aura, dan Jessy bersahabat dengan Tiara, Keysha, Cindy, dan Fania.

Cerpen Karangan: Nisrina Kamiliya
Facebook: Nisrina Kamiliya Riswanto

Cerpen Usaha Sahabat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hamburger Shop

Oleh:
Sore itu, aku dan Ibu tengah melayani pelanggan terakhir kami sebelum kami menutup toko. Setiap hari, aku dan Ibuku sudah biasa capai karena saking banyaknya pembeli. Tapi kami senang

Ladang Misterius

Oleh:
Liburan kali ini, Allifa belum tahu akan berlibur kemana. Hari ini, adalah keputusan Ummi dan Abi untuk berlibur kemana. Samar-samar, ada dua orang yang umurnya sekitar 40-tahunan berdiskusi. Semakin

Veteran

Oleh:
Lala yanng ditemani ibunya sedang berziarah ke makam nenek dari ibunya. Selesai berdoa, Lala sedang melihat seorang laki-laki tua yang juga sedang berdoa di sebuah makam. Kakek itu tampak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *