Warisan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Budaya
Lolos moderasi pada: 4 February 2018

Lisa, seorang anak remaja yang masih duduk dibangku sekolah menengah atas. Dia anak dari keluarga yang kurang mampu. Beda dengan teman-temannya yang memiliki materi yang berkecukupan. Suatu hari, di kantin sekolah ramai anak-anak yang sedang membahas barang-barang baru yang mereka miliki seolah sedang berlomba siapa yang paling kaya di bangku itu.

“Eh, liat ini hape baruku, bagus kan? Dapat warisan dari keluargaku” kata arni. “Liat ini laptop baruku canggih dapat warisan juga dari kakekku” kata yuli. “kalung baruku cantik pacarku kasih dapat warisan juga kayaknya” kata mira. Mereka saling menyombongkan satu sama lain membuat Lisa kesal dan pergi dari kantin tersebut.

Di rumah Lisa, ibunya tengah sakit. Lisa yang memendam kekesalan, dia melampiaskan pada ibunya. “ibu kita kenapa miskin bu? Tidak adakah warisan dari keluarga kita bu?” kata Lisa. Ibunya memberikan Baju Adat Bugis yang biasa dipakainya saat menari. Namun, Lisa yang tidak mengerti maksud dari pemberian itu malah kembali marah “apa maksudnya bu!? Apa Cuma ini warisanmu!? Warisan dari keluarga kita!? Saya tahu ibu dulu penari adat bugis, tapi… (sambil terisak tangis)” kata Lisa sambil terisak tangis, lari menuju kamarnya.

Dalam kamarnya, Lisa mengenang masa lalunya ketika dia masih melihat ibunya sedang menari. “Ibu, cantik sekali, pintar menari Lisa mau kayak ibu” kata Lisa kecil. “Lisa juga cantik, ini adalah warisan kita anakku, warisan yang melebihi kekayaan manapun, karena hanya di tanah ini warisan ini lahir dan di tanah inilah warisan ini harus selalu diwariskan kepadamu dan anak-anak yang ada di tanah ini, jadi kita harus hargai dan menjaga warisan kita agar selalu membudaya di tanah ini dan negeri seberang” Ibu Lisa. Kembali ke masa ini, Lisa keluar dari kamarnya dan mengambil baju tersebut, mengenakannya, dan menari seperti ibunya.

Cerpen Karangan: Muhammad Fathur J
Facebook: Fathur Muhammad J
Baru pertama kali nulis, harap dapat hasil yang positif
Mohon kritiknya agar bisa lebih baik lagi

Cerpen Warisan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Maniak Internet

Oleh:
“Ardan…! Makan dulu!” seru Ibu dari bawah. “Sebentar lagi bu. Lagi ada yang chatting-ngan sama Ardan!” seru Ardan lagi. Ardan adalah orang yang maniak internet. Sejak Ayahnya membeli komputer,

Mencoba Hal Hal Baru

Oleh:
Tasya adalah anak yang masih duduk di bangku kelas 4 SD. Setelah melewati pelajaran Matematika yang terasa sulit bagi Tasya, sekarang saatnya pelajaran IPA, pelajaran favorit Tasya. Pelajaran IPA

Berlibur Ke Candi Borobudur

Oleh:
Tilililit… Tilililit… Tilililit… Bunyi alarm di kamarku. Aku tetap di dunia mimpi yang indah ini. Aku sama sekali tidak menggubrisnya. “Fisa!! ayo bangun.. Salat Subuh dulu!!!” teriak kakakku Mas

Rumah Pohon Buku ANS

Oleh:
Hari minggu, Shyra sedang duduk di salah satu kursi di teras rumah. Di sampingnya, ada meja di atasnya segelas es teh dan sepiring biskuit Chococips Cookies. “Hmm… coba ada

Si Cantik Baik Hati

Oleh:
“bu aku pergi sekolah dulu ya” tanya Syafira sambil mencium tangan Ibunya. “iya nak, belajar yang rajin ya” jawab Ibu. “iya bu” jawab Syafira. Ia pun berjalan menuju sekolah,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *