Yellow House

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 30 May 2017

“kukuruyuk.. petok petok” suara ayam tetangga Gita yang ribut membangunkan Gita. “Hoaem… jam berapa ini” ujar Gita sambil menutup mulutnya gara-gara menguap. “jam 8 pagi.” teriak Gita ketika melihat ke arah jam yang tertempel di tengah kamarnya. Gita segera berlari ke ruang tamu untuk melihat kalender. Ya ini adalah hari ulang tahun Gita. Tapi ada yang aneh di hari ini, biasanya orangtuanya dan kakaknya Marvin sudah bangun tengah malam dan menyorakinya untuk memberi hadiah. “Mana ayah, ibu dan kakak ya?” pikir Gita. “Apakah mereka lupa hari ini hari ulang tahunku” pikirnya lagi.

Lalu Gita pergi ke kamar ayah dan ibu. “kosong” teriaknya. Tapi ada yang aneh hari ini dasi kesayangan ayah tidak dibawah pergi. “apakah dia benar-benar pergi?” pikirnya menyelidik. “Bruk” suara seperti jatuh terdengar di kamar kakak. “Ha itu dia pasti mereka lagi membuat sebuah rencana” kata Gita tersenyum. Gita pun berjalan mengendap-ngendap ke kamar kakak. “Bwah” teriaknya seakan ingin mengejutkan kakak dan orangtuanya. “Kosong lagi” kata Gita sambil cemberut. Tiba tiba perut Gita terasa sakit. “Ah aku lapar aku ke dapur dulu ah” gumam Gita

Gita segera menuju ke dapur. Perutnya terasa lapar karena dia terbangun jam 8 pagi. Tak seperti biasanya Gita sudah bangun jam 6 pagi dan ketika jam 7 dia sudah menikmati kue bakar yang dibuat ibunya apalagi ditambah coklat yang meleleh di atasnya. “hmm enaknya” pikir Gita. Lalu Gita pun membuka tudung saji. “Ha?” mulutnya menganga melihat isi tudung saji yang kosong hanya ada sepucuk surat di sana. “Biasanya mama walaupun sudah pergi kerja pasti menyiapkan makanan hari ini kenapa tidak?” pikirnya bingung. Gita membaca surat tersebut dan dalam surat itu berisi:

Gita maaf ya hari ini mama buru-buru jadi ga sempat siapin makanan. Kamu pergi aja ke toko vania ya beli makanan di sana. Jangan lupa kunci pintu ya

“Ah malesnya” kata Gita dalam hati. Mau tidak mau dirinya memang harus ke toko Vania. Toko itu sudah dipercaya ibu Gita bukan hanya karena makanannya yang higienis dan harga yang terjangkau tapi juga karena ada teman sekelas Gita yang merupakan nama toko tersebut ‘Vania’.

Sepuluh menit berlalu Gita pun tiba di rumah sekaligus toko temannya tersebut. “Gitaaaa” teriak Vania. Gita melirik Vania. “Jalan-jalan yuk” sambung Vania dengan cepat.
“Tapi aku mau…”
“Sudah ayo” teriak Vania yang langsung menarik tangan kanan Gita.
“Mau ke mana sih”
“Sudah ikut aja” ujar Vania.

Beberapa menit kemudian mereka tiba di rumah kuning. Rumah tersebut memliki warna kuning di luar rumahnya tapi ornamen ornamen yang dimilikinya sudah banyak yang rusak. “Ih ngapain ke sini” bisik Gita ketakutan. Gita sudah sering lewat rumah ini tapi dia tidak tahu itu rumah siapa. Padahal rumah tersebut hanya berbeda dua blok dari rumahnya. Pemilik rumah tidak pernah terlihat oleh Gita keluar masuk gerbang rumah tersebut. Pernah suatu hari dia melihat seorang perempuan tua membawa anak-anak yang menangis ke sana. Gita saat itu langsung lari karena takut melihat perempuan itu. Pernah juga dia mendengar suara seperti tembakan “Duar” dua kali suara tersebut terdengar dari rumah itu.

“Ning nong ning nong” suara bel rumah tersebut berbunyi gara-gara Vania memencetnya. “Ih kamu ngapain sih nanti pemilik rumahnya marah terus nangkep kamu gimana”
“Udah tenang aja” ujar Vania santai. Tanpa permisi Vania membuka pintu rumah tersebut. “krekkkk” suara pintu terbuka seram.
“Ih takut” teriak Gita sambil meloncat. Vania hanya diam dan langsung masuk menarik tangan Vania.

Lorong lorong ruangan tersebut gelap Cuma ada sedikit cahaya yang masuk karena lubang ventilasi rumah itu. “Kejutannnnn” teriak orang-orang yang ada di ruangan itu. Ternyata orangtua Gita, kakak Gita dan teman-temanya telah menyiapkan rencana ini. “Panjang umur ya Gitaaa” koor teman-teman Gita berkumandang. Di situ dia juga bertemu perempuan tua yang dilihatnya kemarin. Ternyata dia pemilik rumah ini dia membuat rumah itu untuk acara ulangtahun sehingga dia jarang keluar rumah. Selain umurnya yang sudah tua ya juga karena dia bisa dapat penghasilan dari hal ini. “Jadi suara tembakan kemarin yang didengar Gita merupakan suara balon pecah untuk pesta ulangtahun di sini.” Gumam Gita akhirnya dia senang bisa mengungkap ketakutannya selama ini dan juga karena dia hari ini ulang tahun.

SELAMAT ULANG TAHUN GITAAA

Cerpen Karangan: Kevin Jeremy Dirgantara Pakpahan 24
Blog / Facebook: kevin jeremy dirgantara pakpahan
follow Instagram ku ya: Mariokevinku24. dan jalan-jalan juga ke blog ku Dirta24.blogspot.com
terimakaih sudah membaca
kritik dan saran kirim dari fb ku kevin jeremy dirgantara pakpahan

Cerpen Yellow House merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Who is She?

Oleh:
Malam ini keluargaku akan memotret kami. Ya kami 3 saudara, Abel, Carle, Ktrin. Setiap ada buah jeruk di depan pintu kami, kami selalu memotret. Kami tidak tau kenapa jeruk

Bersepeda Bersama Tania

Oleh:
Hari yang cerah untuk mengawali pagi yang indah, ku rebahkan badan ku di kasur, aku ingin menikmati pagi yang indah ini. Tetapi matahari mulai meninggi, aku segera bergegas untuk

Lomba Menggambar

Oleh:
Hai perkenalkan namaku vannesa salsabilla aku mempunyai kakak yang bernama silvia alexandra. Oke, langsung ke cerita. Pagi ini aku bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Aku segera turun untuk sarapan.

Cincin di Taman

Oleh:
“Kring… kring,…” suara jam weker Dira yang sudah berdering untuk membangunkannya. “Hoaii… aku harus segera bersiap untuk pergi joging bersama Lili” kata Dira dan segera bangun dari tempat tidurnya.

BoBoCoK (Bola-Bola Cokelat)

Oleh:
Pagi hari, terdengar kicauan burung nan merdu. Sedikit tetesan embun pagi menempel di dedaunan. Gadis kecil itu, terbangun dari mimpi indahnya. Membuka jendela kamarnya yang masih tertutup. “Hoaamm!” ia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *