Absquatulate (To Leave Without Saying Goodbye)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Penantian
Lolos moderasi pada: 26 October 2021

Ada rasa yang nggak aku mengerti. Ada ruang di hati yang terasa sepi setelah dia pergi. Aku nyaman dengan hadirnya. Aku merasa tenang ada di dekatnya. Dia pernah beri tanda tapi aku nggak mau mengerti. Pada akhirnya dia pergi tanpa kata. Lantas aku bisa apa?

Dia Javas yang terus tersenyum walau dunianya runtuh. Tetap menebar aura positif walau ia merasa sakit.
Ya, dia Javas. Kini nggak akan kutemukan lagi senyumnya.

7 bulan lalu,
Rusun.

“Lil, gue titip Marlon ya.”
“No way! Lo kan tau gue nggak suka kucing, Jav.”
Bisa-bisanya sih Javas mau menitipkan kucing itu padaku.
“Kalo gue pergi nggak seminggu juga gak bakal gue titipin ke elo, Lil. Plis ya.”
“Nggak! Biasanya juga lo nitipin ke Bunga. Kenapa sekarang malah ke gue coba?”
“Gue percaya sama lo, Lila. Tolong ya jagain Marlon selama gue pergi.”
“Titipin aja ke tempat penitipan hewan gitu aja sih, Jav. Lo bayar dan semua beres. Nggak khawatir kalo ada apa-apa sama kucing lo.”
“Justru itu gue nggak mau karena nggak bisa telpon tiap hari nanyain Marlon. Lil, sekali ini aja ya. Lo cuma nggak suka aja, kan? Bukannya alergi kucing?”
“Nggak mau gue. Emang lo ngapain sih nggak biasanya sampe seminggu gitu. Biasanya kalo lo pergi lama juga lo bawa si Marlon.”
“Gue nggak bisa, Lil. Ini penting banget, gue bawa pun Marlon nggak akan kerawat sama gue. Gue pasti sibuk.”
“Yaudah biar nanti gue yang bawa ke tempat penitipan.”
“NO! Lila, gue maunya lo yang jagain. Semua udah gue siapin untuk seminggu ke depan. Lo tinggal ajak main Marlon aja. Kasih dia makan, jadwalnya udah gue siapin juga.”

“Ehh … kucing lo nggak gigit kan?”
“Enggak, kalo lo nggak gigit duluan.”
“Ngapain gue gigit kucing lo?!”
“Kali aja lo gemes kan.”
“Ishh … yaudah siniin si Marlon. Kapan lo berangkat?”
“Nanti sore abis kerja,” Javas menyerahkan kepadaku Marlon yang berada di kandangnya.

“Jaga baik-baik ya, harta berharga gue itu.”
“Iya iya bawel lo ah.”
“Gue nggak pulang lagi, dari kantor langsung berangkat pergi.”
“Tumben amat lo. Emang lo dinas ke mana?”
“Biasa. Jaga diri baik-baik ya.”
“Iya. Dah sana lo pergi.”

“Dah, Marlon. Papi pergi dulu ya, baik-baik sama tante galak. Awas nanti kamu digigit loh.”
“Javas pergi sana lo!”
“Hahahahaha.”
Tawa terakhir yang aku lihat dan dengar langsung darinya.

Javas mengabariku ketika ia sampai. Menanyakan Marlon juga. Terus begitu hingga 6 hari berturut-turut. Terakhir dia bilang kalau lusa akan pulang. Nyatanya enggak.

Javas menghilang. Lusa yang seharusnya dia sudah ada di rusun, hanya meninggalkan pesan lewat surelku bahwa ia baik-baik saja dan jangan mengkhawatirkan dia. Dua hari setelahnya datang seorang pria yang mengaku pengacara keluarga Danapati. Berkata bahwa ia bertanggung jawab untuk mengosongkan kamar rusun milik pria yang bernama lengkap Javas Adyatama Danapati. Lucunya selama bertahun-tahun aku mengenal Javas baru kali ini tahu nama lengkapnya. Aku hanya tahu dia adalah Javas Tama si pegawai kantor konsultan keuangan yang memilih hidup membumi di rusun kelas bawah.

“Pak, tolong sekalian bawa kucing peliharaannya ya.”
“Maaf, Mbak. Saya dititipin pesan kucingnya nggak usah dibawa, minta ditinggal aja sama Mbak Lila. Masalah makannya sama perawatannya biar nanti ditanggung sama Mas Javas, begitu katanya.”
“Oh iya. Makasih, Pak.”

Makanan kucing diantar sebulan sekali. Begitu juga perawatannya. Janji temu dengan klinik hewan tiap sebulan sekali. Masalah biaya semua ditanggung Javas. Dia bahkan nggak perlu basa-basi menjelaskan keadaanya padaku. Seolah semua terjadi memang seperti seharusnya.

Setahun lebih aku tinggal bersama Marlon si kucing pemalas. Kerjanya cuma makan rebahan makan rebahan. Sudah persis seperti aku di kala akhir pekan.

Kalau ditanya apa aku nggak coba mencari tahu kabar Javas, jawabku sudah. Whatsapp-ku diblokir olehnya. Media sosialku juga. Aku sudah mencari dengan akun lain nyatanya ia mengganti nama akunnya. Dia bukan lagi Javas si pekerja kantor konsultan. Dia Javas si pewaris utama Danapati Group. Itu fakta yang kutemukan secara nggak sengaja ketika aku berselancar di portal berita online. Dia semakin bersinar. Dia pas berada di tempat seharusnya.

“Cari siapa?”
Pria itu berbalik memunggungiku. Dia hendak pergi setelah urung mengetuk pintu kamarku karena ketahuan olehku.

“Gue tanya Masnya cari siapa?”
Pria berpakaian necis itu berbalik menghadapku.
“Lo nyari Marlon?”

Cerpen Karangan: Galiot Sastra

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 26 Oktober 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Absquatulate (To Leave Without Saying Goodbye) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Diamku

Oleh:
“kyaaaaaaaaaaaaa” teriak sita sahabat baikku “astagfirullah” kagetku “Apa-apaan sih kamu, teriak-teriak gaje” “coba lihat di sana” “iya aku lihat kok, memangnya ada apa?” “itu kan cowok yang kamu suka,

Waktu, Aku Dan 8 Tahun

Oleh:
Siapa bilang waktu itu mutlak? tidak!! waktu itu relatif, tergantung apa yang kau bicarakan. Kau bicara rindu maka sehari itu akan sangat lama, kau bicara pertemuan, maka sehari bisa

Sebuah Janji (Part 2)

Oleh:
Back to 8 years later… Arya membuka mulut perlahan, akan menjawab pertanyaan Rima. Namun saat ia akan menjawab, seseorang memasuki ruangan poklinik. “Permisi…” Ucap suara itu. “Oh silakan…” Kata

Ingat Dirimu

Oleh:
Setiap kali menulis tentang diriku, selalu aku memumlainya dengan segala perumpamaan, seperti nama tokohnya, tempat bahkan hal-hal lain yang terjadi sengaja aku buat berbeda. Tentunya aku tidak ingin orang

Sebatas Mimpi

Oleh:
Cowok pemegang kamera canon itu terus saja menatapku dan bahkan, ia mengambil gambarku tanpa meminta izin terlebih dulu padaku. Cowok itu terus saja menyorotkan kameranya ke arahku. Ia berdiri

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Absquatulate (To Leave Without Saying Goodbye)”

  1. moderator says:

    Dan ya… cerpennya bikin kentang… ^_^

    ~ Mod N

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *