Aku Akan Melepaskanmu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam)
Lolos moderasi pada: 29 December 2017

Aku adalah seorang gadis yang sangat pemalu, apabila aku bertemu dengan lelaki aku, tak berani. Hanya Ayah, Abang, dan Andy yang selalu menemani keseharianku, hanya mereka yang ada disaat aku membutuhkannya dikala suka maupun duka. Perkenalkan nama aku Cindy, Mahasiswi semester empat yang sedang sibuk-sibuknya menjalani rutinitas perkuliahan. Aku ingin memperkenalkan Andy, dia adalah teman aku satu-satunya yang selalu menemani aku, Andy itu adalah teman satu komunitas yang sangat pengertian.

Aku bingung dengan sikap dia kepada aku, entah mengapa aku merasakan berbeda dengan dia. Ah, itu mungkin, hanya perasaan aku saja. Aku tidak mengerti dengan apa yang terjadi dari tatapan, senyuman, dan juga sikap dia kepadaku ketika aku dekat lelaki lain yang sangat mengangguku. Itulah Andy, yang selalu ada di setiap aku membutuhkan apa yang aku mau. Mungkin saja aku sudah luluh dengan sikapnya. Sepertinya, ada perasaan yang berbeda jika di dekatnya, yang tidak kumengerti.

Jika aku ingin jujur, aku belum pernah berpacaran. Aku hanya bisa menyukai seseorang dalam diam, mungkin sikap aku pengecut, tanpa bisa mengutarakan apa yang ada di dalam hati kepada orang yang aku sukai. Mungkin karena sikap aku yang mudah canggung kepada setiap lelaki yang aku sukai. Setiap kali aku didekati oleh laki-laki aku langsung melarikan diri dan pura-pura acuh tak acuh, mungkin saja aku dianggap aneh oleh para lelaki itu.

Tetapi tidak dengan Andy, ketika aku mengenalnya, entah mengapa, ada magnet di dalam dirinya itu. Aku sangat bingung, biasanya aku langsung melarikan diri saat didekati oleh lelaki, tetapi tidak dengannya. Mungkin karena kita satu hobi jadi mau mengobrol apa saja jadi mengalir. Andy mulai memperkenalkan aku dengan teman satu komunitasnya. Awal mula aku bertemu dengan Andy dimulai dengan perkenalan di Perpustakaan.

Aku selalu menghabiskan waktu dengan menunggu kelas di Perpustakaan, saat itulah Andy menghampiri aku. tanpa aku sadari Andy sekelas dengan aku, aku sangat suka buku sejarah dan Ia melihat aku membaca buku sejarah. Lalu Andy berbicara kepadaku tentang buku sejarah yang aku baca, kami mengobrol satu sama lain, berakhir dengan saling bertukar nomor handphone.

“Hai, kamu yang namanya Cindy ya?” Andy menyapa.
“Iya emangnya kenapa?” jawabku
“Gak apa-apa, btw kamu suka sama buku sejarah ya?” Andy bertanya.
“Iya, suka banget kenapa?” Jawabku
“Mau gak ikut komunitas aku, enak lho ada Mahasiswa sejarahnya.” Jelasnya
“Oke deh kalo begitu, sepertinya aku tertarik” jawabku
“kalo tertarik hubungin gua eh aku ya?” sambil mengangambil secarik kertas dan menulis nomor handphone.
“sip, nanti aku hubungin kamu Andy.” Melanjutkan baca buku.

Hari demi hari, bulan demi bulan, handphone aku tidak pernah berhenti berdering karena Andy dan itu membuat Ayah dan Abang terheran-heran melihatku, biasanya aku sibuk dengan buku tetapi ini aku sibuk dengan handphone.

“Ayah, lihat deh anak perempuan Ayah dah beda sekarang.”
“Beda kenapa sih bang?” Ayah bingung
“Dulu kan anak Ayah yang satu ini suka banget yang namanya buku gak pernah lepas dari yang namanya buku, tapi kok sekarang malah dari tadi handphone aja yang dipegang.”
“Ih, abang apa-apaan sih sekali-kali aku mainin handphone”. Aku menjawabnya.
Aku bergegas menuju kamar dan membalas chat Andy.

Setelah beberapa lama aku chat dengan Andy, Andy memperkenalkan aku dengan teman-temannya yang menyukai sejarah. Seperti Ahmad, Mailany, Dina dan Citra.
“Oy! kenalin nih temen gua, yang gua ceritain namanya Cindy.” Andy memperkenalkan aku kepada teman-temannya.
Ternyata aku sudah diceritakan sama Andy, dengan perasaan malu-malu aku menperkenalkan diri kepada Ahmad, Mailany, Dina, dan Citra. Mereka menyambut aku dengan senang hati, aku merasa tersanjung dengan sambutan mereka.

Aku sangat senang sekali bertemu dengan mereka. Satu hari dalam seminggu aku meluangkan waktu bertemu mereka untuk berdiskusi, dan mengunjungi Museum baik di dalam kota maupun di luar kota. Hari-hari aku sangat berarti, dan entah mengapa ada yang aneh bila aku bersama Andy.

Aku merasa ingin terus saat bersama Andy, entah mengapa aku ingin marah jika Andy berada di dekat Citra. Apakah aku sudah jatuh cinta kepada Andy? aku pun tidak mengerti, karena aku tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya. Ada rasa dimana aku ingin tahu apa yang disukai dan tidak disukai terlebih lagi sifat Andy, yang selalu membuat aku ingin memilikinya. Candanya, tawanya, dan juga senyumannya yang ingin sekali aku melihatnya. Setelah beberapa bulan aku tidak bertemu Andy, aku mendengar kabar bahwa Andy menyukai Citra.

Andy selalu melihat Citra dan mendekati Citra ke manapun ia pergi. Rasanya pedih sekali melihat Andy, jika aku bertanya tentang Citra, Andy sangat bersemangat sekali, Ia tidak pernah melepaskan pandangannya itu.

Aku sangat cemburu melihat Andy bersama Citra, melihat Citra aku ingin marah. Tetapi untuk apa aku memarahi Citra dengan alasan Andy? itu adalah hal yang mustahil. Terpaksa aku hanya bisa memendam perasaanku. Aku hanya bisa berpura-pura tidak menyukai Andy, karena aku tidak tahu ingin ia mengetahui perasaanku, aku rasanya memaki diriku sendiri.

Seketika aku mendengar kabar bahwa Andy sudah menjadi kekasih Citra, hatiku hancur dan hanya bisa menangis di dalam kamar. Aku merasa menyesal, mengapa aku tidak memberitahu perasaanku sesungguhnya. Nasi sudah menjadi bubur dan penyesalan selalu datang terlambat.

Akhirnya, aku hanya ingin memastikan kabar tersebut benar atau tidak. Setelah mendengar kabar Andy, hati aku makin perih. Beberapa hari aku hanya menghindari Andy dan membuatnya bingung mengapa aku menghindarinya. Dengan alasan aku ingin fokus untuk ujian dan Andy kesal aku membuat alasan itu.

Andy merasa alasan tersebut tidak masuk akal, Andy memaksaku untuk menceritakan sikapku kepadanya dengan sejujurmya. Entah mengapa aku berkata dengan jujur, kunyatakan bahwa aku mencintainya.

“Citra, lo kenapa sih menghindari gua?” tanya Andy
“gua mau fokus aja kok Dy.” Jawabku
“bohong, kalo lo mau fokus kenapa lo suka main ke basecamp?” Andy mempertegas
“Anu hhhmm aannuu” aku kehabisan kata-kata
“Anu apaan sih Cind?” tanya Andy
“sebenarnya, gua suka sama lo tapi lo udah jadian sama Citra” Jelas aku

Andy terkejut mendengar hal itu, aku tidak sadar dan malu mengatakannya. Aku hanya diam membisu. Andy melihat aku karena dia tidak percaya apa yang aku katakan, dan dia pun terdiam.

Dia hanya mengatakan “mengapa lo gak bilang dari dulu, kalo lo suka sama gua?”
“Sebenarnya, gua juga ragu sama perasaan gua, jadinya gua gak ungkapin ke lo”
“Kalo gua tahu lo itu suka ma gua, gua pasti akan milih lo tapi sekarang terlambat. Lo tahu gak gua ma Citra sedikit lagi mau menikah” jelas Andy
“masa sih Dy, lo mau nikah?” aku terkejut mendengarnya
Ternyata dahulu Andy sudah menyukaiku dan aku terlambat mengatakan karena sebentar lagi dia akan “menikah”.

Andy menceritakan kepadaku pernikahannya dengan Citra itu hanya keterpaksaan, Citra sudah hamil dan yang menghamilinya adalah Andy. Aku terkejut, ternyata Andy yang aku nilai lelaki baik-baik, Andy bisa melakukan hal seperti itu. Andy berlutut kepadaku dan ingin menjadikanku kekasihnya tetapi aku menolaknya. Aku tidak mau menjadi duri dalam pernikahan, aku harus merelakan Andy bersama Citra, walaupun dengan hati perih dan selalu mendoakan agar pernikahan mereka bahagia.

Cerpen Karangan: Clara
Blog / Facebook: claragustinia.wordpress.com / Clara Agustin Niawati

Cerpen Aku Akan Melepaskanmu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mencintaimu Adalah Ujianku

Oleh:
Aku adalah seorang murid di SMA Favorit Sleman Timur namaku Maina. Aku memang terbilang murid yang biasa. Namun di balik itu terdapat cerita cintaku yang sangat luar biasa. (hehe…).

Tak Berujung Denganmu

Oleh:
Sejuk senyap embun pagi menemani hati dalam rindu. Perlahan angin berhembus menerbangkan dedaunan menuju titik perhentian. Seiring dengan itu riuhan kicauan burung mengisi ruang pendengaran. Aku sudah lama menanti

Jatuh Cinta Setiap Bertemu Denganmu

Oleh:
“Akhirnya kita ketemu lagi ya.” Kata suara yang tak asing lagi bagi shania. “Re.. Reno!” kata shania gugup, tak menyangka di depannya telah berdiri seorang cowok berambut panjang dengan

Penggemar Rahasia Aisyah

Oleh:
Mungkin ini surat dan bunga yang ke seratus kalinya kuletakkan di lacinya. “Assalamualaikum Ukhti, Ana Inni uhibbuki fillah. Aku berharap engkau tersenyum membaca suratku.” “Dari: Penggemar Rahasiamu” Itulah isi

Mulut Yang Terbungkam

Oleh:
Kulihat seorang laki-laki yang sangat tampan dan cerdas berjalan melewatiku. Hatiku berdegup kencang seakan-akan mau pecah saat ia menyapaku. “Hai” Aku hanya membalas senyuman dan tidak bisa berkata apa-apa.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *