Aku Hanya Malu Itu Saja

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 27 November 2016

Gadis itu masih tetap fokus pada buku pelajaran yang dipegangnya, belasan rumus matematika ia pelajari dan pahami sambil sesekali tersenyum dan membayangkan bagaimana bisa mencari jawaban atas soal matematika yang diberikan guru matematika sebagai Pekerjaan Rumah yang telah diberikan kepada kami.

Duduk paling depan baris pertama tepat di sebelah utara meja guru itu adalah posisi paling ia suka, jika boleh menilai dia adalah wanita seperti apa, aku akan menjawab mendekati sempurna, paras cantik rambut pirang panjang, seperti remaja pemeran FTV. Seperti itu penilaian aku.

Ameerah namanya, berbau Timur tengah memang, sapaan akrabnya adalah Mira, menjadi pujaan para pria seusia kami sudah pasti itu, banyak para siswa berprestasi dari kelas lain mengunjunginya hanya untuk bertemu dengannya dengan segudang alasan yang dibawa, mulai dari berpura pura mencari penyelesaian soal matematika, praktikum fisika, atau yang lainya.

Lalu apakah ada perasaan suka pada benak saya? sejujurnya Iya, kalau perasaan cinta? Tegas Aku katakan Tidak!!! Mengapa? Karena menurutku bicara cinta adalah bicara pantas atau tidak, dan menurutku aku memang tidak pantas untuknya, bahkan sekedar menjadi daftar antrian cintanya saja sangat sangat tidak pantas.

Mari kita beranjak ke sosok pria yang duduk di sudut belakang kelas yang sedang melantukan lagu iwan fals dengan nada yang memang kebetulan juga fals, Indra namanya. Berprestasikah dia? sepertinya tidak, dari posisi duduk yang ia tempati saja sudah bisa terbaca apakah dia cerdas atau tidak, Dan itu adalah AKU!

Dia duduk sendiri di sudut kelas, karena memang kebetulan jumlah siswa adalah ganjil sehingga ia tidak memiliki rekan sebangku, atau memang kebetulan tidak ada siswa yang mau bergaul dengannya, pria ini terkenal dengan jumlah absen tidak masuk terbanyak di kelasnya, tinggal kelas adalah ancaman guru guru kepadanya setiap berjumpa, dalam pelajaran matematika dia selalu meninggalkan jam tersebut atau CABUT PELAJARAN bahasa kerennya.

Lanjut ke ulangan matematika, hari ini jam terakhir adalah ulangan matematika bab 5 mengenai bilangan berpangkat dan bentuk akar, aku sudah berencana untuk tidak mengikuti ulangan tersebut dengan cabut pelajaran pada jam terakhir dan sekarang adalah jam ketiga dimana pada pukul sebelas nanti jika bel berbunyi menandakan apakah aku harus mengikuti ulangan tersebut atau tidak, jantung makin berdebar kencang karena sekarang adalah pukul sebelas kurang 5 menit.

Dan pada akhirnya bel berbunyi juga, sambil menunggu guru pelajaran bahasa keluar dari kelas aku sudah mengambil ancang ancang untuk cabut kelas dan menuju ke kantin belakang, guru sudah meninggalkan ruangan, saatnya aku melancarkan aksiku, aku bergegas menuju ke luar kelas, namun langkahku terhenti ketika kaki kananku hendak melangkah ke depan pintu kelas, ada sosok wanita mengahalangi langkahku dengan meregangkan tangan sambil menutup pintu kelas dengan kedua tangannya, “Eiiitt Mau kemana?” ucapnya dengan wajah yang agak jutek dan menyuruhku kembali ke mejaku, “Apaan sih ki!” jawabku dengan nada yang datar. “Balik sana!!” ucapnya kembali “awas akh!!” jawabku padanya, “udah duduk sana… cepet gak!!!” kembali jawab Mira kepadaku.

Akhirnya aku duduk kembali ke mejaku, entah harus berbuat apa karena aku benar benar binguung untuk menghadapi ulangan matematika, dari kejauhan zakiyah menghampiriku membawa tasnya dan duduk di sampingku, semua mata tertuju kepada kami, Dan Mira Berucap “Aku duduk disini ya ganteng” sambil memegang daguku, kontan saja mukaku merah padam dan malu entah harus berkata apa, aku hanya terdiam melihat tatapan teman teman kelas yang seakan tidak senang dengan kejadian itu.

Lembar ulangan dibagikan, seperti pada ulangan sebelum sebelumnya untuk soal ulangan pasti berbeda antara kiri dan kanan, dan hal itu sudah biasa bagiku, aku menulis namaku pada soal ujianku, setelah itu aku diamkan soal ulangan itu, sementara Mira sibuk mengerjakan ulangan itu tanpa menengok sedikitpun ke arahku, makin frustasi aku dengan keadaan itu akhirnya aku putuskan untuk izin ke toilet sebentar, aku ke luar dan aku belok ke arah kantin, di kantin aku ngobrol dengan mang iwan penjual es jeruk, seperti sudah tau aku bolos pelajaran dia menyiapkan es jeruk dan kue basah aku habiskan kue dan minuman itu, dan ketika akan membayar mang iwan bilang khusus hari ini gratis buat aku.

Aku kembali ke kelas, Mira memandangku dengan senyum yang tidak wajar senyum terlalu manis menurutku, aku duduk kembali di sebelahnya, aku lihat kertas ujianku sudah terisi penuh dengan jawaban yang tidak terlewat satu pun, lantas di balik kertas jawaban tersebut terdapat Tulisan dengan pensil bertuliskan “Mengapa kamu tidak mengatakanya padaku bahwa kamu suka aku” dengan jantung berdebar, dan keringat dingin yang terlihat seperti kristal dari keningku dan mata yang sedikit buram aku melihat dia dengan senyuman yang begitu tulus seakan memaksa menjawab MENGAPA? mengapa kamu tidak mengatakannya? lalu aku mengambil kertas soal ulangannya dan menuliskannya “Aku hanya MA/L/U itu saja”

Cerpen Karangan: Muhammad Ikhlas Rahmawan
Blog / Facebook: kamuflasehati.wordpress.com / facebook.com/muhammad.ikhlas1
NOTHING SPECIAL WITH ME, i’m just a human

Cerpen Aku Hanya Malu Itu Saja merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Suka Kamu

Oleh:
Ketika cinta yang kita beri pada seseorang, namun dengan gamblangnya dia katakan tidak pada kita, disitulah jati diri kita yang sebenarnya yang akan meluluhkan hati yang beku. “Ra, liat

Perjalanan Silatku

Oleh:
Burung berkicau matahari memamerkan keindahannya, aku bergegas menuju ke sekolah. Istirahat pun tiba kakak kelas osis sosialisasi di kelas kelas tentang memilih ekstrakulikuler apa yang diminati tidak ketinggalan kelasku

Buaya itu Kekasihku

Oleh:
“Sungguh menyebalkaann, Argh!” Gerutu Dyra sebal. Sesaat kemudian giliran hp nya yang berbunyi. “Ah, siapa lagi sih?” Dyra lalu menyahut hp miliknya dari meja belajarnya. “Halo?” Ujarnya sewot. “Halo

Oh, Kesempatan Ke 4 (Part 1)

Oleh:
Siang itu Rasanya panas sekali, karena takut kulit putihku terbakar matahari, jadi sepulang sekolah aku langsung minta jemput papa. Oh iya, Namaku Rizia, remaja perempuan yang masih duduk di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Aku Hanya Malu Itu Saja”

  1. dinbel says:

    Singkat, tapi ok:)

  2. raina says:

    singkat padat jelas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *