Aku Tak Pantas

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Slice Of Life
Lolos moderasi pada: 7 November 2016

Senandung lagu Sheila On 7 dan Iwan Fals menghiburku malam ini, hampir lima kali lagu itu terus diputar di playlist musikku. Sebab, setiap liriknya tak lepas dari apa yang sekarang menjadi kondisiku.

Kita bertemu dan saling bicara untuk pertama kalinya ialah anugrah terindah dari jalannya waktuku di hidup ini, kamu yang satu kelompok denganku saat pentas perdana di SMA baru kita, walau yang kita pentaskan tak sebaik yang kolompok lain, namun pentas ini menjadi awal ku bisa mengetahui suaramu, senyummu dan pandanganmu.

Tak tahu pada Tuhankah aku harus bersyukur, yang mungkin aku sudah tak diakuinya. Entah kenapa ku merasa terlalu diberi keajaiban indah ini, atas keatheisan yang aku jadikan landasan pikirku. tapi masa bodoh dengan itu, dia begitu baik padaku sehingga ku melupakan siapa diriku.

Sehingga cermin menyedarkanku, Saat itulah aku merasa Tuhan bukannya memberiku sebuah keajaiban tapi ialah Kutukan. Kutukan dimana aku tersadar bahwa aku tak berhak memiliki ciptaan nya itu, memiliki kisah cinta dengan ciptaanya itu, memiliki rasa dicintai dan mencintai dengan ciptaan nya itu.

Tuhan takkan membiarkanku untuk tersenyum, menimbulkan dendam atas hidup ini yang akan semakin kelam, air mata sudah terlalu kental hingga hanya sebuah senyuman menyeringai. Tapi Tuhan juga adil, dia tetap memberikanku kesempatan melihat senyumnya itu dan memberikan kesempatan mendengar suaranya itu. Ini membuatku reda dari emosiku, tapi aku tau ini menyiksaku.

Tringgg… trriingg… alarmku berbunyi!! ku harus ke sekolah, SMA ku sudah menunggu. Dan dia… selalu ada untuk kupandang di sana…
Hooaaamm wah hapeku mati ini pasti malam tadi kubawa tidur hingga kelupaan charge. yah… sudahlah.

Cerpen Karangan: Rahman
Facebook: Ion Yapan di

Cerpen Aku Tak Pantas merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Penantian di Bagian Halte

Oleh:
Subuh ini aku mulai menulis kembali. Berani menyita semua waktu tidurku untuk menceritakan kembali tentangmu disana. Aku, saat ini merasakan bahwa kehadiranmu sungguh ada dan duduk di sampingku. Memberikan

Rindu

Oleh:
Aku memiliki teman-teman yang ramah, sopan dan baik hati. Mereka bernama Bunga, Nurul, Dewa, Hassa, Tia dan Tifal. Mereka anak-anak yang pintar di bidangnya, mereka sering mendapat peringkat 10

Julita

Oleh:
Dipagi hari, aku ditemani oleh secangkir kopi mocacino. Pandanganku terpaku pada sudut jendela kamarku yang terlihat oleh cahaya matahari pagi, dan diselimuti hawa dingin yang terasa sampai dalam hati.

Penantian Dikala Senja

Oleh:
Sedih rasanya ketika melihatnya tertawa bahagia bersama sahabatku. Aku yang berusaha tersenyum melihat mereka, meski hatiku ditelan luka. Sebenarnya aku tidak tahu apa itu cinta, tapi aku tahu dan

Tiga Sahabat Berakhir Dua

Oleh:
Pagi ini kota indah Jogjakarta diselimuti awan dingin. Selimut tebal masih menempel di tubuh, agar si dingin tak menyambangiku. Tapi tetap saja, aku tak bisa mengalahkan dingin hanya dengan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *