Are You Ready to Say No

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam)
Lolos moderasi pada: 19 June 2016

Aku menghela nafas, lalu berbalik ke belakang. Disana ada seseorang yang aku sayangi. “Payah lo! Lo harus tegas walaupun dia pacar lo sendiri yang lo sayangi!” bentakku. Lalu aku berjalan cepat menyusuri koridor sekolah. Ah kenapa dia tak mengejarku? Aku bodoh bodoh bodoh! Kenapa juga aku harus bilang kayak gitu ke dia, orang yang gue sayangi sendiri. Arghhhh seharusnya gue bilang aja kalau gue tuh sayang sama dia! Sama lo Rifal. Bentakku dalam hati.

Aku menangis di dalam WC sekolah. Aku tak tau apa yang harus aku lakuin. “Rifal peka sama gue dong! Gue sayang sama lo fal” Teriakku. “halloo ada orang di dalem? Kalau ada gantian dong aku kebelet nih” Teriak seseorang dari luar. Astaga bagaimana kalau dia mendengar celotehanku, bagaimana kalau dia adalah orang yang suka menggosip? Terus Rifal tau kalau aku sama dia? Terus Rifal gak mau sama aku? Aduh gimana ini. Aku termenung memikirkan apa yang harus aku lakukan? Keluar atau tetap disini? Kalau aku keluar nanti aku malu sama dia sama Rifal sama semua orang?. Aku bicara dalam hati pada diriku sendiri dan berpikir di dalam Toilet. “Woiii cepet udah gak tahan nih” Teriaknya lagi. ‘krek’ “silahkan” ucapku. “dari tadi dong keluarnya”. ‘blugs’. Pintu itu dibantingnya keras. Dengan muka datar dan bingung bercampur takut aku keluar dari tempat yang bertuliskan Toilet Wanita itu.

Aku berjalan menyusuri koridor sekolah dan ternyata aku sudah sampai di kelas. Aku satu bangku sama Rifal dan sesampainya disana ku lihat Rifal melihatku dan ah aku cuek saja. Well kalian pasti heran kan kenapa aku bisa sebangku dengan Rifal? Padahal kan ada Olive, pacarnya. Mereka satu kelas. Simpel sih jawabanya karena Si Olive itu anak populer dan dia duduk di belakang bersama gengnya yang menurut aku gak ada manfaatnya. Sedangkan Rifal? Heemm sudah kuberi tau kalau Olive itu Cuma manfaatin kepintaraanya saja. Karena Olive itu anak pejabat dan ayahya tidak mau mendengar anaknya itu tidak berprestasi.

“Shell, kamu marah ya sama aku? Maafin aku ya shella. aku gak tau har…” “udah lah Fal, lo urus aja pacar lo itu”. ucapku memotong ucapanya. “ku harap ini tidak berlanjut shell, aku gak bisa kalau harus diem dieman terus sama kamu” jawabnya. kulihat Rifal menunduk, aku tak sanggup melihat orang yang ku sayangi. Air mataku menetes tak sanggup melihatnya mederita seperti ini. Apa aku salah? Rifal maafin aku, aku sayang kamu, aku gak mau lihat kamu terus terusan dimanfaatin sama orang yang kamu sayangi sedangkan aku? Aku fal yang sayang sama kamu tulus apa adanya. aku gak peduli kamu yang katanya Anak Mamih lah, Kutu buku, lemah semua itu aku gak peduli. Aku hanya ingin melihat kamu terseyum bahagia bersamaku walaupun bertemu Olive untuk memberikan tugas atau PR Olive yang kamu kerjakan. Kamu memberika senyum termanismu pada Olive meskipun Olive tak membalasnya. Ku harap kamu bisa peka sama aku fal, AKU. SAYANG. SAMA. KAMU. RIFAL.
“Shella kenapa kamu menangis? Maafin aku ya. Aku mohon hanya kamu yang selalu ada buat aku shell, maaf” ucap Rifal. Ternyata aku menangis memikirkan hal tadi. “iyah, maafin aku juga fal”. Jawabku. “Iyah, sekarang damai kan?” ucapnya sambil mengacungkan jari kelingking. “oke” balasku mengikat kan jari kelingkingku padanya. Akhirnya aku dan Rifal tidak bermusuhan lagi dan aku bahagia bisa mempunyai teman sepertinya, Ya hanya teman tidak lebih.

Bel sekolah pun berbunyi. semua siswa sudah keluar kelas termasuk Olive. Kini hanya tinggal kami berdua, ehmm maksudnya aku dan Rifal yang masih stand by di kelas. Saat kami keluar kelas tiba tiba “Rifal” Pangggil seseorang dari belakang. “Olive?” Rifal membalikan badanya kini di hadapanya ada sosok yang dia sayangi. “iyah, eh nih” katanya sambil memberikan 2 buah buku Big Bos. “apa ini?” tanya Rifal. “lo gimana sih, kan tadi sejarah sama fisika ada tugas! Ya lo yang kerjain dong! Gimana sih” bentaknya dan menyerahkan bukunya lagi pada Rifal. Aku hanya terdiam ingin tau apa yang akan Rifal lakukan. Apa dia akan mengerjakan tugas nona gak tau terima kasih itu. “kita kerjakan bersama aja gimana?” ajak Rifal sambil tersenyum “sama lo berdua?” ucapnya sambil menunjuk ke arah gue dan Rifal. “woy biasa aja dong jangan pake tunjuk tunjuk gitu!” bentak gue. “kenapa? Lo sewot hah?” ucapnya lalu mendorong tubuhku. ‘blug’ tubuhku jatuh mengenai lantai. “OLIVEE” Teriak Rifal. tak ku sangka dia menyebut nama pacarnya itu dengan nada yang tinggi. “ohh lo belain cewek kuno kayak dia?” bentaknya. “Shella itu sahabat aku! Kamu jangan gitu dong liv” ucap Rifal. “oke kalau lo milih dia, kita putus!” jawab Olive. “Olive lo pacaran sama kutu buku itu?” ucap seseorang dari belakang. Ternyata itu adalah Angel, Ketua gengnya Olive. “Gel? Eh hmm m m nngg nggak kok” jawab Olive gugup. “udah liv, aku udah capek sama kamu sama sikap kamu yang selalu marahin aku dan nyuruh aku. Kamu pacar aku Olive! Aku sayang sama kamu itu tulus”. Ucap Rifal dengan nada tinggi lalu membantuku bangun, dia memegang tanganku lalu berjalan menjauhi Olive dan Angel. Satu langkah, dua langkah, tiga langkah dan berhenti di langkah ke empat. Tangan Rifal yang tadinya memegangku di lepaskanya. Aku kaget apa Rifal akan kembali pada Olive? Apakah kebodohan Rifal akan muncul? Ohh tidak Rifall Are You Ready To Say NO!
Rifal menengok ku ke belakang. “sekarang aku siap!” ucapnya sambil tersenyum. Rifal mendekati Olive dan tiba tiba “Oke liv, kalau kamu mau putus. Aku ikhlas. Dan sekarang aku akan belajar dari setiap masa laluku. Dan sekarang aku belajar apa yang namanya TIDAK” ucap Rifal. lalu melangkah lagi ke arahku. Aku tersenyum menyambutnya. Dan sekarang aku akan belajar pada egoku sendiri bahwa tidak semua yang ku mau harus aku miliki. Ada kalanya aku berkata TIDAK pada diriku sendiri. Walaupun aku dan Rifal hanya berteman. Tak apalah mungkin itu yang terbaik.
Are You Ready To Say NO?

Cerpen Karangan: S.Amira
Facebook: Susi Amirawatii
Hai, my name is susi amirawati. manusia yang masih berstatus pelajar di salah satu sekolah yang katanya favorit di jawabarat.

Cerpen Are You Ready to Say No merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Remember When I Know You

Oleh:
“Ngeliatin dia lagi?” Suara khas sahabatku, menyadarkan lamunanku yang sejak tadi terfokus pada seorang laki-laki yang sedang serius memainkan bola basket. “Apaan sih Re.. nggak kok” “Haduuhh.. udah deh

Sahabat Selamanya

Oleh:
Sahabat itu selalu ada kala suka dan duka, begitu kata orang-orang kan? Tapi buatku, sahabat adalah ketika kami diam pun kami saling mengerti apa yang harus dilakukan. Dan saat-saat

Pesan Terakhir

Oleh:
Buat Sahabatku… mungkin ini surat terakhir buatmu. Aku berharap ditemukan olehmu di saat aku masih bernafas. Aku hanya bisa mengutarakan perasaanku lewat surat ini. Bertahun-tahun perasaan ini ku pendam,

Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki

Oleh:
Namaku Raina. Aku baru menduduki bangku SMa di sebuah sekolah yang terbilang favorit. Aku termasuk orang yang sederhana dan pendiam. Ya, begitulah yang kebanyakan teman-temanku bilang mengenai diriku. Saat

Misteri Kepergianmu

Oleh:
Di tahun ini aku memasuki kelas 8 semester 2, namaku Rayya anita diana dipanggil Rayya, aku bersekolah di SMPN 01, kelas 8A. Aku memiliki sahabat bernama nia aurelia dipanggil

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *