Asas (Aku Suka Anak Sekelas)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 26 December 2018

“Hei kita sekelas lho. Duduknya bareng sama aku ya?” perempuan bertubuh tinggi besar itu berkata sambil menepuk pundakku.
“Hmmm, apa iya? Gimana nanti ya. Aku buru-buru” ucapku setengah teriak. Kupercepat langkahku, nenyusul sekelompok orang di tepi lapangan.

Langkahku melambat saat kulihat sekelompok orang tadi berhenti di depan sebuah ruang. Dengan memegang sebuah buku di tangan kiri dan bolpoint di tangan kanan mereka mencatat penjelasan yang disampaikan perempuan berbaju OSIS dan kartu panitia melingkar di leher, sama sepertiku.

“Ruang ini adalah kelas 9A, di sampingnya ada wc putri, perpustakaan, kelas 9B-9F. Ruang guru di sebelah lapangan basket, di sana” jelas rekanku pada adik kelas kami. Ya, sekelompok orang berbaju putih merah itu sedang menjalani MPLS, sedang kelas 8 dan 9 menjalani pesantren Ramadhan. Anggota OSIS membantu mengampu kelas 7, termasuk aku.

Pembagian kelas, Aku berlari dari lantai atas menuju kertas dimana namaku tercantum. Benar saja, aku masuk kelas 9E. Kubaca ulang siapa saja yang akan menjadi teman sekelasku. Mataku terhenti pada nama di nomor 10.

Dion Mahesa.

Sebuah senyuman tersimpul dari sudut bibirku, tiba-tiba, tanpa komando. Apa ini? Segera kutarik lagi bibirku ke tengah sehingga bentuknya berubah jadi abstrak.

Suasana kelas sudah ramai, ah aku tidak peduli, segera kucari seseorang yang mengajaku duduk bersama tadi.

“Maaf, aku udah duduk sama Merinda. Kamu lama sih”
Memang benar, terlalu lama aku bertugas. Kuedarkan pandanganku ke semua penjuru kelas, kutemukan satu bangku kosong di samping Rindai. Setelah meminta kesediannya, aku resmi jadi pacarnya Rindai. Eh, jadi teman sebangku Rindai maksudnya.

Hari itu berakhir dengan hasil Tania Dwi Septi jadi sekretaris. Lagi. Nama yang tak lain adalah namaku.

Kegiatan Belajar Mengajar mulai efektif. Hari-hari berlalu seperti biasa, tanpa ada yang spesial, apalagi martabak spesial. Sampai suatu hari ada sebuah berita yang memporak porandakan hatiku. Membuat jantungku berdegup 1000 kali lebih cepat dari biasanya -oke berlebihan-

“Tania, si Dion suka tuh sama kamu. Cieee… cieee… cieeee… CIIIIEEEEEE” ucap temanku berteriak sambil kayang disusul roll belakang dengan pendaratan yang amburadul. Tak lama kemudian dua orang petugas RSJ datang mengangkut…

Mulai saat itulah benih-benih bunga tumbuh di hatiku. Benih yang dulu disimpan tanpa tahu kapan akan ditanam.
Laki-laki bertubuh kurus tinggi itu jadi perhatianku. Gerak geriknya, gelak tawanya, diamnya, bahkan berapa kali dia bernafas perhari nya pun kuhitung. Orang jatuh terpeleset cinta ya gitu.

Setelah agak lama aku jadi “The Secret Admirer” nya Dion, aku tidak menemukan tanda bahwa ucapan temanku dulu benar. Bodoh sekali aku langsung percaya pada hoax tak bertanggung jawab itu. Dan sialnya, rasa yang kupendam berbulan-bulan itu tidak akan sirna begitu saja ‘kan? (Tjieh galau)

Bunga yang tumbuh subur bahkan tanpa pupuk pun kini mulai layu. Bunga malang yang menanti sang tuan merawatnya dengan tulus, sebagaimana tuan-tuan lainnya.
Hinga pada suatu saat, sang tuan datang membawa secercah harapan. Sebuah senyuman.

Dia tersenyum, ke arahku, hanya padaku. Senyum termanis yang bahkan mampu membuat sejagad raya diabetes akut. Senyum hangat yang tersimpan di memori, bahkan ingatanku takkan bosan memutarnya setiap saat. Aku terpana, mataku tak bisa berpaling. Bibirku jelu tuk berucap bahkan tak mampu membalas senyumnya. Lalu dia peri, tanpa tahu betapa cepatnya bunga tumbuh menutupi hatiku.

Dion Mahesa

Cerpen Karangan: Tiya Nur Hassanah
Blog / Facebook: Tiya Nur Hassanah

Cerpen Asas (Aku Suka Anak Sekelas) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ekspektasi Hati

Oleh:
“Pakai ini ya, Ta! Nanti malam, aku jemput. Sekitar jam 7 lah.” Mulutku sedikit terbuka melihat ia menyerahkan satu bingkisan yang tak kutahu isinya. Mungkin jika aku bisa melihat

10 Pesan Singkat Pertama

Oleh:
Rabu, 7 November 2012, mungkin saat itu aku merasakan kebahagiaan yang sangat-sangat. Bagaimana tidak? hari itu adalah pertama kalinya dimana aku mengirimkan pesan elektronik atau sms pada seorang laki-laki

Pacaran Sama Seleb

Oleh:
Jakarta di situ tempat aku dan kakakku tinggal bersama hanya berdua untuk mencari pendidikan yang lebih baik. Orangtua kami tinggal di amerika untuk satu tahun karena ada pekerjaan yang

Bidadari Berkacamata

Oleh:
Siang itu cuaca begitu cerah dan indah dengan sinar mentari yang tidak terlalu panas juga ditambah semilir angin yang membuat suasana saat itu menjadi terasa damai. Entah magnet apa

Karena Terbiasa

Oleh:
Hei, aku Via. Saat ini aku kelas satu SMA. Aku ingin berbagi cerita sedikit tentang kisah cintaku saat SMP dulu. Waktu itu aku kelas 8 SMP. Aku mempunyai teman

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *