Biar Kululuhkan Hatimu Dengan Jusrus Chidori

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam)
Lolos moderasi pada: 24 February 2017

Priiiit… wasit meniup peluitnya kencang pertanda dimulainya pertandingan futsal. Hari ini adalah hari dimana diadakannya lomba futsal antar kelas, dalam rangka 17 agustusan. Panitia perlombaan futsal adalah tuty, siswi kelas 2 smk. Dia yang mengatur jalannya kegiatan lomba futsal.

Tuty banyak melakukan komunikasi dengan yusril, siswa kelas 2 juga. Mereka sering berkomunikasi masalah pertandingan saat lomba yang pada saat itu yusril adalah wasitnya. Karena komunikasi itulah tuty merasakan ada yang berbeda pada perasaannya, wajah yusril ternyata membuat tuty tertarik padanya.

Dari hari ke hari tuty semakin merasakan bahwa ia menyukai yusril, jantungnya selalu berdetak kencang saat melihat yusril. Namun yusril terlihat biasa saja pada tuty, dan ini membuat tuty bingung bagaimana dia bisa mendekati yusril.

“ya tuhan…! kenapa makin hari wajahnya makin terlihat manis!!” ucap tuty dalam hati ketika melihat yusril dari jauh.
Hari ini kebetulan ada latihan paskibra untuk persiapan lomba, dan tuty adalan bagian dari pasukan. Tepat dzuhur saat pasukan istirahat, tuty dan beberapa anggota paskibra putri pergi ke mesjid untuk istirahat sekalian shalat zuhur.

Ketika hendak sampai ke mejlis perempuan, tiba-tiba saja tuty melihat wajah manis yang terlihat bersinar dari teras masjid laki-laki, that is yusril. Seketika itu juga tuty langsung berlari menuju majlis perempuan karena malu pada yusril. Jantungnya berdetak kencang tak beraturan, seketika tuty jadi gadis yang pecicilan entah karena deg-degan atau karena cacingan. Yang pasti kelakuannya jadi serba gugup, tertawa-tertawa bahagia dengan polos, sesekali ia menengok ke arah masjid laki-laki untuk melihat yusril yang kebetulan sedang mendengarkan khutbah jum’at, tapi tuty juga merasa malu jika sampai yusril tahu tuty sedang memperhatikannya.

Di hari-hari biasa di ruang kelas, tuty mencoba mendekatkan dirinya pada yusril. Tuty mulai pembicaraan dengan meminjam handphone yusril. Melihat wajah yusril yang manis ketika tengah mengambil handphonenya, tuty memperhatikan tanpa berkedip sekalipun dan ia juga berkata dalam hatinya.. “tuhaan… kenapa kau menciptakannya wajah yang tampan.”

Yusril meminjamkan handphonenya pada tuty. Tapi sampai sejauh ini yusril tidak pernah peka pada tindakan tuty yang mencoba mendekatinya, bahkan tuty sempat berkata dalam hatinya… “tuhan, pinjamkan aku kekuatan naruto dan akan kubuat ia menyukaiku…” lalu tanpa sadar tuty teriak… “CHIDORIIII…” Tuty teriak mengeluarkan jurus naruto. Tak lama tuty baru ngeh kalau ia tengah berada di kelas yang dipenuhi para murid. Kontan saat itu juga semua murid menertawakannya, termasuk yusril. Melihat wajah yusril yang tertawa polos, tuty jadi senyum-senyum sendiri dan merasa senang. Ternyata jurus chidori tuty mampu membuat yusril tertawa lepas.

Cerpen Karangan: Upit Handayani
Nama upit handayani rupanya telah menjadi takdir saya, buktinya sampai saat ini saya masih menggunakan nama ini. Saya masih duduk dikelas 3 smk dan berumur 18 tahun. Menulis adalah hobi saya karena dengan menulis saya bisa menciptakan dunia saya sendiri sesuka hati. Terimakasih untuk blog cerpenmu.com yang telah menyediakan tempat untuk penulis pemula seperti saya bisa mengirim karyanya dengan mudah. Dan ini adalah kali pertama saya kirimkan cerpen saya.

Cerpen Biar Kululuhkan Hatimu Dengan Jusrus Chidori merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Puisi Jatuh Cinta (Part 2)

Oleh:
“Bagaimana kamu tahu, cintamu tak terbalas?” Tanya Andini, heran. “Mungkin dia mencintai orang lain” jawab Armo, “Sekarang jawab pertanyaanku tadi” katanya kemudian. “Aku tidak tahu apakah puisi ini menggambarkan

Kau dan Pendakianku

Oleh:
Pagi ini aku sudah siap dengan semua peralatan, perlengkapan pribadi serta logistik di dalam ransel seberat 40 liter. Sepatu bertali serta jaket anti air pun tak lupa ku bawa.

Cinta Yang Tak Ingin Kuungkapkan

Oleh:
Aku mengagumimu bukan karena tampanmu, kulit putihmu, harta orangtuamu, tapi aku mengagumimu karena ilmumu, imanmu, dan rendah hatimu. Aku memang bukan wanita salihah, berilmu, juga bukan anak orang kaya.

Aku Hanya Malu Itu Saja

Oleh:
Gadis itu masih tetap fokus pada buku pelajaran yang dipegangnya, belasan rumus matematika ia pelajari dan pahami sambil sesekali tersenyum dan membayangkan bagaimana bisa mencari jawaban atas soal matematika

Dewa Yunani

Oleh:
Suara bising roda beradu dengan rel berdesing, sesekali berdecit lalu mengeluarkan suara keras, asap mengepul seperti pipa rok*k. Aku sudah mendapatkan tempat yang nyaman ketika kereta melaju. Jam empat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *