Biarlah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Cinta Pertama
Lolos moderasi pada: 5 February 2018

Semua terasa sangat berbeda saat ku mulai merasakannya.

Cinta, bagi kalangan remaja hal itu sudah sangat biasa. Namun tidak denganku, aku merasa asing akan hal itu. Ada yang bilang cinta itu berjuta rasa, indah, namun juga menyakitkan. ada juga yang bilang kalau hidup tanpa cinta bagai sayur tanpa garam.
Aku tak mengerti akan semua itu sampai pada saat ku mulai merasakannya.

Awalnya biasa saja, namun lama-kelamaan menjadi suka. Ya, begitulah yang sering dikatakan oleh pepatah. Aku juga tak tau kapan pastinya aku mulai merasakannya. Mungkin rasa itu mulai ada saat dia datang di kehidupanku.

Pendiam dan terkesan biasa saja, tidak ada hal yang begitu menarik pada dirinya. Namun aku masih heran mengapa bisa aku menyukainya, padahal aku hampir tak pernah berbicara dengannya. Aku hanya sering melihatnya dari kejauhan,
memperhatikan setiap gerak-gerik yang dia lakukan. Pernah sekali aku kepergok memperhatikannya. Dia hanya menatapku dan tersenyum, aku hanya terdiam di situ, membisu tak bisa berkata apa-apa.

Tapi ada juga suatu saat aku merasakan hal yang aku pun tak mengerti mengapa hal itu begitu menyesakkan dada.
“Raihan, ajarin aku dong! aku gak ngerti yang ini” kata Risa sembari menghampiri Raihan.
“Oh, nanti kamu selesaikan ini dulu …” jawab Raihan sambil mengajarinya.
Aku tak mengerti apa yang terjadi saat itu, tapi aku tidak mau melihatnya. Aku pun langsung keluar kelas untuk menenangkan pikiranku.

Aku juga tidak mengerti dengan rasa ini. saat itu dia tidak masuk sekolah. Entah mengapa aku selalu kepikiran tentangnya. Bahkan seringkali ia hadir dalam mimpiku. Lalu saat dia datang kembali, aku tak tau mengapa, tapi aku merasa cukup senang.

“Ra, sini aku bantu” sapa Raihan saat bertemu denganku, lalu membawa sebagian dari jumlah buku yang aku bawa.
“Kok kamu kerja sendiri?” tanyanya padaku
“Males nungguin yang lain, lama. aku kan yang piket hari ini” jawabku pada Raihan.
“Lain kali sama aku aja, siap kok buat bantu”

Aku tak tau lagi harus bagaimana, tapi kurasa, rasa ini sudah tidak dapat dipendam lagi. Mungkin sebaiknya aku mengatakannya saat acara perpisahan.

Namun semua diluar ekspektasi. Akhirnya, aku tak dapat mengatakan apa-apa saat diacara itu. Apakah mungkin aku bisa bertemu dengannya lagi? aku pun tak tau. Aku hanya memandanginya dari kejauhan, sesekali matanya bertatapan langsung dengan mataku. Ia hanya tersenyum seperti biasa. aku hanya terdiam tak berkutik. Aku rasa aku sudah jatuh cinta padanya.

Dia memang tidak tau kalau aku sering memperhatikannya. Dia tidak tau jika aku menyukainya. Dia tidak tau rasaku yang sebnarnya. Biarlah aku tetap diam dan kupendam rasa ini. entah akankah kubuka kembali hati, tuk dia atau siapapun nanti

Cerpen Karangan: Dira
Facebook: haba dini

Cerpen Biarlah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


A Cup Of Longing Please! (Part 1)

Oleh:
Kuhirup secangkir moccachino pertamaku. Aromanya yang wangi membiusku agar terjaga sore ini. Sekedar melepas penat usai bekerja di kantor seharian, ditambah persiapan ujian di kampus besok. Kupikir mampir di

Kenapa Harus Kamu? (Part 1)

Oleh:
Siang itu, kami dari ekskul sekolah, ikut berpartisipasi untuk menyaksikan festival dance tingkat kabupaten yang tengah digelar di gedung kesenian daerah. itu dikarenakan sekolah kami juga mengikuti ajang yang

Kotak Merah

Oleh:
Pribadi ceria yang pandai bergaul namun terkesan tertutup. Ya, itulah aku. Tapi tidak jarang juga ada yang bilang kalau saja aku ini sosok yang kaku dan dingin. Aku tidak

Tak Berujung Denganmu

Oleh:
Sejuk senyap embun pagi menemani hati dalam rindu. Perlahan angin berhembus menerbangkan dedaunan menuju titik perhentian. Seiring dengan itu riuhan kicauan burung mengisi ruang pendengaran. Aku sudah lama menanti

Ketidak Mungkinan Yang Aku Semogakan

Oleh:
Matahari sudah ada di atas kepala, bel sekolah pun seduh berbunyi aku duduk di bangku taman sendirian sambil memandangi matahari yang ada di atas kepalaku. Aku sedang menunggu sahabatku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *