Cinta Pandangan Pertama (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam)
Lolos moderasi pada: 26 July 2016

Seperti halnya kota metropolitan yang lain dimana masyarakatnya setiap hari sibuk dengan urusannya demi memenuhi kebutuhan hidup yang semakin hari semakin mencekik untuk segelintir orang. Aku pun demikian, menginjak semester akhir dan kesibukan kuliah yang mulai berkurang aku pun mulai jenuh dengan keadaan, untuk menepis kata manja atau biasa dipanggil anak mami oleh teman-teman dekatku aku pun mulai berfikir untuk menghilangkn sapaan yang menurutku menjengkelkan itu.

Aku yang terlahir dari keluarga yang bisa dibilang lumayan buat mereka yang merasa bahagia tapi aku tidak. Aku malah merasa tertekan dengan banyak aturan serta semua yang aku lakukan harus berdasarkan restu kanjeng mami sapaan untuk mamaku, serta harus berdasarkan pula keputusan Big Boss sapaan untuk bapakku. Dari sekolah sampai kuliah mereka semua yang tentukan harus dimana aku semestinya, mungkin aku harus ke komisi perlindungan anak KPA agar hakku sebagai anak bisa aku dapatkan, tapi ahhh… itu kelebihan, lebay… untuk pria seumuranku. Yah begitulah keluargaku, aku sadar terlahir dan hidup karena mereka, aku hanya yakin bahwa semua orangtua menginginkan yang terbaik untuk anaknya begitupun orangtuaku.

Pada suatu ketika aku iseng mencari pekerjaan, mulai dari koran, jejaring sosial dan lain lain. Hal ini aku lakukan untuk membuktikan bahwa aku juga bisa mandiri. Sampai suatu malam aku chattingan dengan seorang teman namanya TIA gadis berperawakan manis, serta baik pula namun rada pendiam tapi care buat orang-orang di sekitarnya. dan dia pun menawarkan padaku untuk kerja di suatu Resto dimana temannya pernah kerja di situ pula, kami pun membuat janji untuk bertemu di suatu tempat. Aku menayakan banyak hal serta persiapan apa yang mesti aku lengkapi untuk berkas lamaran kerjaku itu. Hari itu juga tanpa berpikir panjang dan bermodal nekat aku pun langsung menyiapkan berkas lamaran dan meluncur ke Resto yang dituju dimana daerahnya lumayan dekat dari tempat aku tinggal, kalau nggak salah hari itu hari jum’at. Sesampaiku di sana aku bertanya pada seorang petugas Valet dan dia pun menyuruhku masuk ke dalam. Untuk mengantar langsung lamaranku.

Ceritanya pun berawal di sini. Pegawai yang pertama aku temui dan dia pula yang menerima lamaranku dan mengantarkannya pada petugas HRD di Resto tersebut, aku sempat gugup dibuatnya gadis berpenampilan rapi, modis, serta cantik, kulit kuning langsat, senyumnya pun menawan mampu membuat rasa penat dan capek di perjalanan tadi menjadi hilang berubah jadi dingin, aku lebay yah… hahhahah, dia bernama EVA, perasaanku pun bercampur aduk pikirku dalam hati “ahh… ini pasti hanya kagum, entar lagi pasti hilang kok.”

Setelah itu aku pun pulang, belum jauh motorku melaju meninggalkan Resto tersebut tiba-tiba handphoneku berdering pertanda telepon masuk, aku pun menepikan motorku dan mengangkat telepon masuk itu.
“hallo, selamat sore” sapa seseorang dari seberang telepon, kedengarannya seperti seorang wanita dewasa
“Iya selamat sore bu ” jawabku pula, sembari penasaran, siapa yang meneleponku.
“berkas anda sudah kami terima dan besok siang pukul 11.00 anda diharapkan datang untuk interview”
“baik bu terimakasih” aku terkejut bahagia nggak tahu harus berkata apa
“nanti datang tepat waktu yah pukul 11.00, pakaian bebas rapi”
“iya bu, saya mengerti”
“ok, terimakasih”
Dan teleponpun di tutup, aku melanjutkan perjalananku untuk pulang di kos-kosanku, di perjalanan aku terus terpikir kok semudah ini yah dapatin kerja atau aku saja yang lagi beruntung?.

Singkat cerita, tahap demi tahap mampu aku lalui dengan mudah, mulai dari interview, training, sampai kerja meski hanya sebatas Part Time, sering pula ditawarin untuk di angkat jadi Crew oleh manajer tapi aku menolak, dengan alasan aku tidak mau terikat karena kesibukan kuliahku yang tidak menentu ditambah lagi ini tanpa sepengetahuan orangtuaku karena jika sampai mereka tahu maka tamatlah riwayatku.

Pekerjaanku termaksud ringan, hanya bermodal keterampilan dan ketelitian aku dengan mudah menguasai jenis-jenis menu yang aku buat begitu juga dengan lingkungan aku pun sudah bisa menyesuaikan diri dengan rekan-rekan kerjaku namun satu orang yang membuatku semangat yaitu dia… hehehehhe Iya dia… dia orang pertama yang aku temui serta dia pula yang menerima lamaranku serta membantuku mengantarkan ke pegawai HRD di Resto itu gadis itu mampu menghipnotisku sehingga hanya dia yang aku anggap paling menarik di antara banyaknya karyawan wanita di situ dia adalah Eva.

Hari demi hari aku lalui, seolah tak ada lelahnya apalagi jika melihatnya maka semangat kerjaku pun bertambah, rasa lelah tidak terasa lagi namun jika aku tak melihatnya sehari saja maka lemas pun yang aku dapat. Perasaan ini terus aku pendam karena aku merasa minder sungguh tidak mungkin gadis secantik dia mau akrab dengan diriku, suatu ketika tanpa sengaja aku berpapasan dengannya di tangga turun tempat locker yang biasa kami karyawan di situ gunakan untuk berganti pakaian atau sekedar berdandan bagi cewek-cewek. Aku pun memberanikan diri dan memulai basa-basi, kami pun saling menanyakan kesibukan di luar tempat kerja dan disitu aku baru mengetahui bahwa ternyata dia kuliah dan mengambil jurusan Ekonomi Manajemen dan masih tergolong juniorku. namun karena waktu ngobrolnya tidak begitu lama dan aku juga yang harus buru-buru maka pembicaraan hari itu berakhir di situ saja.

Hari terus berjalan hingga akhirnya kesibukan kuliah dan pengurusan berkas tugas akhir kuliah pun meningkat aku tak bisa membagi waktu lagi sehingga tak jarang aku membolos kerja, sehingga untuk bertemu dengannya pun sudah sangat susah. Aku pun mulai berpikir lagi bahwa ternyata aku benar-benar harus mengubur perasan ini dalam-dalam, Tak jarang pula aku ditegur oleh manager. Sampai suatu malam aku mulai menjelajahi dunia maya untuk mencari facebook miliknya, tidak mungkin aku menanyakan itu di tempat kerja karena pasti dia akan menolak dan aku akan menjadi bahan usilan teman-teman, beberapa kali aku coba namun selalu gagal aku dapatkan hingga aku mencari berdasarkan daerah dan aku pun melihat fotonya dimana disitu dia jadikan sebagai foto profilnya, aku merasa bahagia malam itu akhirnya aku bisa memulai dari sini meskipun hanya menggunakan dunia maya karena menurutku di dunia nyata dia orangnya cuek, atau mungkin perasaanku aja kali yah… aku pun meminta pertemanan padanya.

Keesokan harinya aku membuka facebook lagi dan mengeceknya ternyata dia sudah menerima permintaan pertemananku, mulai kubuka fotonya satu persatu. tidak salah lagi ini benar akun facebook miliknya. Mulai saat itu Kami pun sering chattingan kadang di saat dia pulang kerja atau lagi suntuk, pembahasannya seputar curhat tentang diri masing-masing de,el,el. Aku merasa nyaman setiap kali ngobrol dengannya tapi apakah dia demikian…? , pertanyaan ini yang sering muncul dalam benakku. Yah biarlah waktu yang menjawab. Aku yakin kalau Tuhan menghendaki maka akan ada cahaya penerang jalan ini.

Waktu pun terus berlalu, detik, jam, hari, minggu, bulan dan tahun seolah berjalan begitu cepat hingga aku tak menyadarinya. Di sini aku teringat dengan kata pepatah yang mengatakan “sepandai-pandainya tupai melompat sekali waktu dia akan jatuh ke tanah pula” sesuatu pepatah yang pas buatku. Ibuku pun akhirnya mengetahui kalau aku kerja. sungguh beliau sangat marah karena dia mendengar dari temannya pula, beliau hanya ingin aku menyelesaikan kuliah dulu baru aku kerja dan sesuai dengan disiplin ilmuku. Tanpa mempedulikan pembelaanku beliau menyuruhku berhenti kerja atau uang perbulanku ditahan. Sungguh kacau semuanya, pusing, galau,sedih, bercampur jadi satu dan jelas dengan berat hati aku mengundurkan diri dari tempat kerja.

Hari itu orang yang pertama aku pikirkan adalah EVA, apakah dia akan mengingatku nanti? apakah dia akan peduli denganku? banyak pertanyaan yang bermunculan sampai satu pertanyaan yang menyiksaku yaitu apakah aku akan bertemu dengannya lagi nanti? dan apakah dia memiliki perasaan yang sama sepertiku?

To Be Continue

Cerpen Karangan: Dedi Basir
Facebook: Dendi Virendra Gavriel

Cerpen Cinta Pandangan Pertama (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


About You

Oleh:
Oke, cinta memang tak pernah salah. Ia akan menentukan sendiri kemana muara yang ia tuju. Tapi bagaimana nasib cintaku? Salahkah aku bila mencintai cowok seperti ini. Agustus 2015 “Lagi

Cinta Tak Terucap

Oleh:
Aku tidak pernah punya kesempatan untuk mengenalnya lebih dekat, seseorang yang sampai sekarang menjadi inspirasi di hidupku. Rama, sebuah nama yang tidak pernah bisa aku sebutkan, entah kenapa aku

Cerita Yang Tidak Dimulai (Part 1)

Oleh:
Setelah ini saya tidak perlu lagi berpura-pura tidak mencintaimu. Aku menduga-duga, apa kata orang kalau sampai mereka tahu bahwa kau membelikanku kado ulang tahun semahal ini? Ini bukan hadiah

Because Of You (Part 1)

Oleh:
Tinta bolpoin itu kini mengotori lembaran buku tulisku. Ini satu-satunya hal yang rutin kulakukan apabila menunggu guru yang belum datang, ya setidaknya aku bisa meluangkan waktu untuk sekedar melemaskan

Cinta Yang Tak Terbalaskan

Oleh:
Nama saya indah saya kelas 2 sma 2. Cerita ini bermulai sewaktu pramuka wajib kelas 11 hari sabtu setelah pulang sekolah, sewaktu pramuka itu kami murid kelas memasuki kelas

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *