Cinta Pertama Kupu Kupu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 29 December 2018

Dari celah jendela kelas yang terbuka. Aku melihat kupu-kupu putih menyelinap dan dengan bebasnya disaat jam pelajaran berlangsung terbang kesana kemari menyusuri dinding kelas. Aku melihat kupu-kupu itu sedang hinggap di pundak teman sekelasku, lebih tepatnya laki-laki yang aku sukai.

Aku mulai berpikir Mungkin akan senang jika aku seperti kupu-kupu itu, berada sangat dekat Dengan sosok yang aku sukai, melihatnya dari dekat tanpa ia menyadari keberadaanku.

Seketika Jiwa Raga ini bagai berpisah tempat. Aku? Menjadi kupu-kupu Itu? Aaah, Apa yang terjadi? Mungkinkah?

Saat ini ragaku berubah menjadi seekor kupu-kupu putih. Wahh? Aku melihatnya! Aku melihat dia dari dekat! Apa dia melihatku juga? “Hai! Aku di sini. Tolong lihat aku! Haahaa” tawaku. Sungguh aku senang sekali. Walau sedang berwujud seperti ini, aku tetap tidak bisa mengatakannya. Mengatakan bahwa aku menyukainya.

Dari tempat ini aku bisa melihatnya dari dekat. Dia sedang Menatap Lurus Ke depan mendengarkan guru yang sedang menerangkan pelajaran. Lihatlah ekspresi wajah seriusnya yang indah itu. Parfume yang ia pakai juga sangat segar. Oh Tuhan, aku suka dia.

Dengan jahil, aku terbang melingkarinya. Kadang aku menyentuh hidung, pipi, dan rambutnya. Hahaaa, Lucu sekali raut wajah yang merasa risih itu. Tapi sekarang Tangannya mulai mengipas-ngipas seakan ingin aku pergi dari hadapannya, bahkan mungkin ingin aku keluar. “Tolong! Jangan usir aku keluar! Bagiku kau adalah bunga.” Teriakku walau ku tau dia takkan mendengarnya.

Akupun hinggap di atas buku pelajarannya. Dia melihatku, tangannya mulai mendekatiku. Aah, aku pasrah. Dia memberikan punggung tangannya padaku dan dia melihatku, seakan dia berbicara “ayo! Naiklah ke tanganku! Jangan takut!”.
Huuft! Aku kira dia ingin menangkap dan mengusirku keluar Tapi nyatanya tidak. Aku sangat lega! “Dia Baik Yaa” pikirku.

Aku pun menaiki punggung tangannya itu “Hangat Sekali”
Saat aku sudah menaiki punggung tangannya dia menarik tangannya ke hadapan wajahnya. Dia Tersenyum padaku, Sungguh manis senyumannya itu. Aku Jatuh Cinta!

“Krinnnnng! Krinnnng!” Bell istirahat berbunyi. Aku Dibuat Terkejut Olehnya.
“Haaah! Tadi itu apa? Aku Melamun? Berkhayal? Bermimpi? Ah Sudahlah! Aku Tak Peduli!”
Aku menghela nafas, hatiku sangat sesak. Apa mungkin karena terlalu bahagia?

Aku melihatnya! Seekor Kupu-kupu putih sedang berada di punggung tangan laki-laki yang kusukai itu. Lelaki itu pun tersenyum dengan manis melihat seekor kupu-kupu yang berada di tangannya. Dan kupu-kupu putih itu pun terbang keluar kelas. Aku tau! Perasaan kupu-kupu itu pasti sangat bahagia. Dan Lelaki yang kusukai itu, Mungkin Cinta Pertamanya.

Aaah! Aku seperti mengalami Deja Vu!

Tapi Sungguh! Aku Sangat Bahagia! 🙂

Cerpen Karangan: Zahraa.
Blog / Facebook: Jawaraa45.blogspot.co.id

Cerpen Cinta Pertama Kupu Kupu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Julita

Oleh:
Dipagi hari, aku ditemani oleh secangkir kopi mocacino. Pandanganku terpaku pada sudut jendela kamarku yang terlihat oleh cahaya matahari pagi, dan diselimuti hawa dingin yang terasa sampai dalam hati.

Best Friend Story Lovers

Oleh:
Suatu hari di musim panas, di sebuah sekolah menengah pertama di Tokyo, Jepang. Murid-murid sedang beristirahat mereka melakukan banyak hal ada yang makan, duduk di bawah pohon sakura, bercerita,

If You Like Someone

Oleh:
Di sebuah taman sekolah, aku termenung menunggu kedatangan seseorang yang sedari tadi belum muncul batang hidungnya. Beberapa saat kemudian orang yang ditunggu pun datang, dia menuju ke arahku. Aku

Dia Istimewa

Oleh:
“Inara.. kamu tahu nggak? Dia tadi nyapa aku. Aaa…” ucap Aila. “La.. biasa aja ah. Orang baru sekali juga.” sahutku acuh tak acuh. “Memangnya, siapa yang kamu suka itu?”

Kagum Dalam Diam

Oleh:
Malam itu, aku sedang termenung di teras rumah sambil memandang bunga di pot. Entah mengapa perasaanku terasa hampa tidak seperti biasanya. Aku mencoba mencari sebab mengapa aku menjadi aneh

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *