Cinta Pertama (Pacar Sehari)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 9 July 2016

Banyak yang bilang bahwa cinta pertama akan selalu diingat sampai kita tua nanti. namaku mas ming umurku 26 tahun tepatnya bulan september 2016. cinta pertamaku hadir saat aku masih SMP tepatnya 11 tahun yang lalu. walaupun sudah lebih dari 10 tahun, saya masih mengingat kejadian itu dengan jelas. kejadian itu seperti baru kemarin terjadi, emang sih tidak mudah melupakan cinta pertama. gadis yang menjadi cinta pertamaku bernama cristy, dia cantik, pintar dan baik. sebenarnya saya sudah mengenal dia sejak kami masuk SMP itu karena dia termasuk gadis idola di sekolahku. tapi sayangnya dia baru mengenalku saat kelas 3 itu pun karena kami sekelas. di sekolah, saya adalah sosok pendiam, sederhana dan kurang gaul. kisahku di awali pada tahun ajaran baru, tidak terasa sudah kelas 3 dan mau lulus. hari itu begitu ramai di depan mading hal itu di sebabkan karena pengumuman pembagian kelas ditempelkan disana. saya bersama sahabatku bergegas kesana, saya penasaran akan berada di kelas mana. setelah agak sepi saya mencari dari kelas 3A belum lama saya mencari-cari, sahabatku yang tadi berteriak kalau saya masuk ke kelas 3E. sahabatku sendiri masuk kelas 3C, akhirnya saya harus berbeda kelas dengan sahabat dekatku. oya nama sahabatku anto dia satu kelas denganku dari kelas 1 sampai 2.

Setelah tahu berada di kelas yang mana saya langsung menuju kelas, di dalam kelas ternyata sudah ramai. ada sih yang sebagian kenal tapi banyak yang tidak saya kenal. ketika sedang mencari tempat duduk, saya tidak menyangka kalau cristy teman satu kelasku. kebetulan kursi di belakang cristy kosong jadi saya putuskan duduk di sana. saya dapat teman sebangku martin namanya dia orangnya lumayan asyik. ketika kami sedang asyik ngobrol tiba-tiba suara gaduh muncul dan ternyata itu rombongan anak-anak yang ditakuti di sekolahku. awalnya tadi saya bahagia karena satu kelas dengan cristy tapi ternyata saya harus berurusan dengan joni and gank. hari pertama masuk kami perkenalan satu-satu tanpa terkecuali saya. joni duduk tepat di belakangku, baru hari pertama dia sudah buat gaduh di dalam kelas dan dia ganggu cristy, sampai-sampai cristy pergi ke luar kelas. padahal belum puas memandang cristy, gara-gara joni dia pergi saya Cuma bisa diam saja. setelah cristy pergi joni menghampiriku, pikirku dia akan buat masalah denganku, tapi ternyata dia Cuma bertanya apakah saya adik ponakannya doni terus kujawab iya. ternyata dia masih juniornya kakakku, mungkin itu sebabnya saya tidak pernah dimintai uang sejak murid baru oleh preman-preman sekolah itu di sebabkan karena kakakku adalah salah satu orang yang disegani dan cukup terkenal di kalangan mereka.

Sejak itu saya jadi tambah akrab dengan rombongan joni dan semenjak saya kenal dengan mereka, saya jadi lebih percaya diri. tidak terasa sudah satu minggu saya berada di kelas 3 tapi satu kalipun saya belum pernah ngobrol sama cristy. ingin sekali ngobrol trus bercanda sama dia tapi belum berani. saya cerita sama martin tentang cristy dan ternyata dia mengenalnya ternyata martin sering bertemu di gereja saat sembahyang. saya baru tahu kalau cristy beragama kristen dan saya islam tapi saya tidak mempermasalahkan itu. saya minta tolong sama martin buat dekati cristy, ternyata itu berhasil. saat jam istirahat martin mengajakku ke kantin dan ternyata cristy juga berada di sana, di situlah saya pertama kali ngobrol dengan cristy yaa walaupun bukan obrolan yang berbobot tapi itu adalah awal yang baik menurutku. di kelas pun saya dan cristy sering ngobrol bahkan bercanda juga, lama lama saya jadi tidak canggung di depan cristy. hubunganku dengan cristy semakin ada kemajuan.

ingin rasanya ngungkapin perasaan yang telah kupendam sejak kelas satu tapi saya takut ditolaknya. karena sebelumnya ada cowok yang cukup populer dan jauh lebih keren dari saya, ditolak cristy. hari hari berlalu begitu cepat tidak terasa sudah tengah semester pada hari itu kami ada ujian tengah semester dan mata pelajarannya adalah matematika. ini adalah pelajaran yang saya benci karena tidak mengerti sama sekali. pak guru membagikan soal pada kami dan dia memberi waktu 1 jam buat menyelesaikan soal soal tersebut. setelah saya melihat soal ujiannya badan saya jadi lemas, itu karena tak ada satupun yang saya bisa kerjakan diberi waktu 1 minggu saya belum tentu bisa menyelesaikan soal tersebut. saat saya melihat ke depan saya melihat cristy sedang mencari sesuatu, ternyata dia lupa membawa pena. saat itu kebetulan saya Cuma membawa pena satu. saya bingung kalau pena ini saya pinjamkan ke cristy, terus saya nulis pakai apa. memang sih terkadang cinta memang butuh pengorbanan, akhirnya saya meminjamkan pena pada cristy. waktu dia bertanya “emang kamu punya berapa?”, saya jawab saja kalu saya punya pena 2. 30 menit berlalu tapi sedikitpun belum ada coretan di lembar jawabanku, itu karena saya tidak punya pena lagi. tiba tiba cristy menengok ke belakang dan melihat saya belum satu pun mengerjakan soal ujiannya di karenakan tidak ada pena lagi. melihat itu dia langsung mengmbalikan penaku dan memberikan lembar jawabannya pada saya, dari 5 soal dia sudah menyelesaikan 4 soal. saya pun langsung bergegas menyalin jawaban yang diberikan cristy. setelah saya menyelesaikan 3 soal, saya langsung mengembalikan lembar jawaban cristy dan meminjamkan penaku ke dia. saya bilang ke dia kalau sudah selesai menyalin semua jawaban dari dia, saya berbohong padanya karena waktu ujian tinggal sebentar lagi dan saya tidak mau melihat cristy tidak menyelesaikan ujiannya. akhirnya waktu yang diberikan pak guru sudah habis saya Cuma menyelesaikan 3 soal dan itu sih lebih dari cukup buatku. saya bersyukur karena cristy dapat menyelesaikan semua soal ujiannya. ketika saya hendak mengumpulkan lembar jawaban ke depan tiba tiba cristy merebut lembar jawaban saya dan dia bermaksud menolong saya untuk membawakannya ke depan.

Setelah pak guru meninggalkan kelas kami pun istirahat. saat perjalanan menuju kantin tiba tiba cristy memanggil saya dan dia langsung bertanya “kenapa kamu bohong?”, saya bingung dengan pertanyaan cristy lalu dia bertanya lagi “kenapa tadi kamu bilang kalau punya pena 2?”, trus saya jawab “kalau aku tadi bilang Cuma ada satu pasti kamu nggak mau pinjam penaku, lagian walaupun ada pena belum tentu juga aku bisa mengerjakan soal soal tadi”. setelah selesai dengan pertanyaan yang begitu banyak dia langsung mengajak ke kantin bersama sama. setelah selesai makan dan berniat membayar, ternyata semua makananku sudah dibayar semua oleh cristy.

Cristy mengajakku pergi ke koperasi sekolah dia ingin membeli pena saya ikut bersamanya. sejak kejadian itu cristy jadi lebih perhatian sama saya. hubungan kami semakin dekat kemana mana berdua sampai sampai kami dikira pacaran. saya pun memutuskan untuk mengungkapkan perasaanku padanya. baru saja saya berniat untuk nembak cristy ternyata ada cowok yang nembak cristy di depan kami semua dan cowok itu adalah ari, anak kelas 3A. dia cukup terkenal juga di kalangan para cewek. saat ari mengungkapkan perasaannya kepada cristy, joni pun mendekatiku dia langsung bertanya “hajar saja itu cowok nanti kami bantu?”. saya pun Cuma senyum saja dan tak berkata apa apa. belum selesai cowok itu mengungkapkan perasaannya tiba tiba cristy menjawab kalau dia sudah punya cowok. mendengar cristy bicara seperti itu jadi lemas saya hilang sudah harapanku tuk jadikan dia kekasihku. saya hanya bisa memendam perasaan ini karena saya nggak mungkin nembak cewek orang. ingin sekali saya bertanya pada cristy siapa cowoknya tapi saya malu.

Walaupun saya nggak jadi nembak cristy, kami jadi sahabat dan itu sudah lebih dari cukup. karena cinta tak harus memiliki dan di dalam cinta tidak ada perjanjian. hari hari berlalu begitu cepat tidak terasa besok adalah perpisahan kelulusan. keesokan harinya saya berangkat pagi karena harus bersiap siap untuk acara kelulusan. pagi itu saya melihat cristy mengenakan kebaya dia sungguh cantik. sebelum acara dimulai saya mengajak cristy ke belakang kelas dan saya beranikan diri untuk bertanya. “cris emang siapa cowok kamu sekarang kita kan sahabat tapi kamu belum pernah cerita sama aku, trus aku juga nggak pernah liat kamu berdua sama cowok”. mendengarku bertanya dia tersenyum dan menjawab “sebenarnya aku belum punya cowok, untuk apa cowok kan aku sudah ada kamu”. saya bingung dengan jawaban cristy trus saya bertanya lagi “kamu suka nggak sama aku” cristy pun menjawab “aku suka sama kamu kenapa emang”. akhirnya di hari perpisahan saya menyatakan cintaku pada cristy lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. setiap detiknya sangat berharga bagiku karena itu mungkin hari terakhir kami bertemu. dan itu benar semenjak itu saya sudah tidak pernah melihat dia sampai sekarang. itu adalah hari terakhir saya bersamanya terima kasih cris karena telah menjadi pacar sehariku dan telah memberi kenangan indah saat saya di SMP. kau adalah cinta pertamaku semoga kau membaca coretanku ini agar kau tau kalau aku masih mengingat dirimu. dimana sekarang dirimu cris pasti sekarang tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik atau sekarang kamu sudah jadi seorang ibu aku pun tak tau itu. bagi temen temen yang sudah membaca coretanku ini, kalau kamu menyukai seseorang ungkapkanlah jangan takut dia menolakmu karena itu lebih baik dari pada kamu harus memendamnya seumur hidupmu.

Cerpen Karangan: Mas Ming
Blog: Blog Sidik

Cerpen Cinta Pertama (Pacar Sehari) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Love in Halte

Oleh:
Seperti biasa sepulang sekolah, gue duduk manis di halte deket sekolah sambil menunggu seseorang bukan pacar gue bukan teman gue tapi Pangeran gue. Gue gak tahu namanya karena kita

Ashilla

Oleh:
Dewan guru tak henti-hentinya membicarakan nilai rapor sang MARIO STEVANO. Angka sembilan berjejer mulai dari pelajaran bahasa inggris, biologi, sejarah, kewarganegaraan. Untuk matematika dan bahasa indonesia serta bahasa prancis

Orang Ke 3

Oleh:
“Maju Sar, MAJU! Lo gak mungkin disini terus” well, itu adalah salah satu kalimat yang sama sekali gak asing dalam hidup gue. Oh ya, nama gue Sarah. Cewek yang

Ilmu Yang Bermanfaat

Oleh:
Pak Rusli, seorang guru yang sabar sedang mengajari para murid beliau di luar kelas. Pada suatu hari, Pak Rusli sedang mengajar matematika, mengulangi materi tentang SPLDV. Sambil menulis Pak

Gadis Korek Api

Oleh:
Dulu sebelum tidur orangtuaku sering membacakan sebuah dongeng tentang ‘Gadis korek api’ ‘Dahulu kala di Eropa sana hiduplah seorang gadis kecil. Dengan berdagang korek api lah gadis itu bertahan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *