Cinta Pertama Yang Tak Sampai

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Cinta Pertama
Lolos moderasi pada: 16 January 2016

Aku hanya terpana melihat seseorang menyapaku dengannya senyuman tanpa sepatah kata pun. Waktu itu adalah pertama kali aku mulai masuk sekolah SMP. Dan ternyata dia satu kelas denganku. Ingin rasanya aku tahu nama dan tentang dia, tapi rasa maluku mengalahkan keberanianku untuk bertanya.

Akhirnya pas perkenalan absensi kelas aku tahu namanya dia adalah Araya. Araya adalah laki-laki yang sedikit pendiam tapi dia selalu menebar senyuman yang manis dengan ciri khas bibir bawah yang sedikit tebal dan ada tahi lalat di sebelah bibir kirinya. Gak tahu kenapa setiap ku lihat dia jantungku terasa berdetak kencang, mungkin ini yang namanya jatuh cinta karena baru pertama kali aku mengalaminya.

Bel tanda istirahat berbunyi. Semua teman-teman bergegas pergi ke kantin.
“Lia ayo kita makan ke kantin?” kata Rani. Rani adalah teman sebangkuku.
“nggak ah aku belum lapar” sahutku.
“iya udah, kalau gitu aku ke kantin dulu ya”
“oke Ran.”

Tinggallah aku sendiri dalam kelas. Tiba-tiba Araya datang dan menyapaku.
“Hai Lia kok dirimu gak ikut sama temen-temen ke kantin?”
“Heee Araya, kok dirimu di sini?” Aku sangat gugup karena sekian lama kita satu kelas tapi baru kali ini dia menyapaku secara langsung. Pas aku sendiri lagi. Perasaanku bercampur aduk antara senang dan salah tingkah.

“iya aku di sini karena ini kelasku juga, pertanyaanku aja belum dijawab malah balik nanya” katanya sambil tertawa kecil. “hehehe sorry, iya aku lagi males ke luar kelas aja” jawabku sambil ikut tertawa kecil.

Dan aku pun bercanda sama dia. Aku benar-benar senang bisa melihat senyumnya, candanya, dan menatap wajahnya dengan jarak yang sangat dekat sepertinya dia juga merasakan apa yang aku rasakan ke dia. Karena aku tidak pernah melihat dia tersenyum semanis senyumannya ke aku sama teman-teman wanita yang lain. Dan kita berdua sering curi-curi pandang, ketika pandangan kita bertemu kita sama-sama tersipu malu.

Dia sering mencari alasan untuk bisa berbicara denganku, pura-pura pinjam catatanlah, pura-pura pinjam penghapuslah dan lain-lain. Tapi dia sama sekali tidak pernah mengatakan kalau dia suka sama aku. Padahal aku setiap hari berdoa dan berharap suatu saat nanti dia akan mengatakan suka padaku.

Tiga tahun sudah berlalu, selama 3 tahun aku memendam perasaanku ke Araya. Setiap harinya kita hanya saling curi-curi pandang dan saling melempar senyuman. Akhirnya perpisahan pun tiba, tidak ada sepatah kata pun yang ke luar. Yang ada hanya diam membisu seakan-akan aku tidak mampu mengatakan perpisahan dengannya dan dia pun juga demikian hanya saja dia memegang tanganku dan tersenyum manis.

Akhirnya kita berpisah dan melanjutkan ke SMA yang berbeda. Kesedihanku tidak bisa terbendung lagi karena 3 tahun lamanya tapi aku gak mampu mengungkapkan perasaanku ke dia. Aku juga gak tahu sebenarnya apa yang ada di pikirannya dia, sehingga dia juga tidak pernah mengungkapkan perasaannya kepadaku. Sejak perpisahan itu aku tidak pernah betemu dia lagi.

Waktu terus belalu, begitu banyak cerita tentang Araya yang tidak bisa terlupakan. Walaupun kehidupanku yang sekarang sudah berbeda, aku sudah menikah dan sangat mencintai suami serta anak-anakku tapi aku belum bisa melupakan kenangan tentang Araya hingga kini 16 tahun sudah berlalu.

Cerpen Karangan: Adelia
Facebook: Lia Mahesa

Cerpen Cinta Pertama Yang Tak Sampai merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Are You Ready to Say No

Oleh:
Aku menghela nafas, lalu berbalik ke belakang. Disana ada seseorang yang aku sayangi. “Payah lo! Lo harus tegas walaupun dia pacar lo sendiri yang lo sayangi!” bentakku. Lalu aku

Cintaku Mempunyai Cerita

Oleh:
“Hey… Kamu lagi apa?” Sakti menyapa Nina yang sedang sendiri. “Enggak ada, cuma lagi duduk aja”. Balas Nina, cuek. “Oh, Aku gak ganggu kamu kan?” Tanya Sakti. “Enggak kok”.

Memang Harus Sendiri

Oleh:
Namaku nia, aku sekolah di salah satu smp terdekat di sekolah ku. Pagi yang cerah, burung-burung bersahutan, menyambut datangnya pagi. Pagi itu aku begitu bersemangat karena aku akan datang

Tetanggaku Bensin Pertamax Plus

Oleh:
Jika diibaratkan larutan, engkau adalah larutan elektrolit kuat. Daya hantar listrikmu sangat baik. Jika diuji pakai alat uji larutan, engkau menghasilkan nyala lampu terang. Seterang kulit tubuhmu, secerah pipi

Nostalgia

Oleh:
“Jika memang rasaku ini semu, maka ia akan hilang seiring dengan berjalannya waktu” Kataku terkias di atas secarik kertas, kutulis dengan pena kesayanganku. Dengan pena itu kucoba rapal bayangnya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *