Cinta Sedih Dalam Diam Mengagumi Mu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Cinta Pertama
Lolos moderasi pada: 26 January 2016

Nama aku Ina. Ya semua bermula ketika aku kelas IX. Waktu itu pertama kalinya aku masuk sekolah. Hatiku dag-dig-dug karena bingung masuk kelas mana. Akhirnya aku melihat namaku tertulis masuk di kelas IX-A aku sangat senang saat itu karena masuk ke kelas favorit. Hari-hari di sekolah aku jalani dengan seperti biasanya. Walau terkadang bila aku ketemu temanku sekaligus sahabatku yaitu Rio entah kenapa aku membencinya mungkin karena terkadang kami suka bertengkar bila bertemu. Ya begitulah dia. Tetapi Rio itu dia selalu ada untuk aku dia selalu tahu bila aku lagi bersedih. Dia selalu menghiburku dengan cerita lucunya yang membuatku jadi tertawa.

Pada keesokkan harinya di sekolah entah kenapa hatiku gemetar mungkin karena aku melihat cowok cool yang selalu berdiri di depan pintu kelasnya. Ya dia memang selalu begitu. Selalu berdiri di depan pintu kelasnya saat ada jam kosong setiap harinya. Apalagi kan bangku belajar aku hadapannya pintu kelas cowok cool itu. Jadi aku bisa melihat dia setiap harinya. Awalnya biasa-biasa saja belum ada perasaan dengan cowok itu.

Tetapi hari terus berjalan dengan seiringnya waktu. Benih cinta pun tumbuh di hatiku. Dan aku langsung beranikan diri aku untuk bertanya dengan teman-temanku. Ternyata cowok cool itu bernama Arul. Hati aku pun lega saat mengetahui nama cowok itu. Sesampai di rumah aku membuka handphone aku untuk membuka facebook. Aku langsung mencari nama Arul tak aku sangka ternyata aku sudah berteman dengan Arul di facebook. Hatiku sangat senang saat itu rasanya ingin terbang di langit. Hah lebay..

Kemudian esoknya di sekolah aku kembali melihat dia walau dari kejauhan. Aku terus memandangi dia. Bagaimana nggak suka dengan Arul dia itu menarik orangnya. Walaupun pendiam. Tetapi senyumnya manis. Bulu matanya lentik pintar lagi orangnya. Walaupun aku hanya bisa mencintai dia secara diam-diam karena aku nggak berani untuk mengungkapkan perasaanku ke Arul. Pada saat istirahat ketika aku lagi mengambil air wudu. Aku nggak tahu ternyata di samping aku ada Arul yang tengah memandangiku dengan senyuman manisnya yang membuatku jadi terpukau (ke-gr-an) aku dalam hati. Dia terus memandangiku dengan senyumnya hingga kejadian itu nggak kan aku lupakan. Setelah selesai salat aku kembali ke kelas untuk memasang sepatu.

Entah kenapa hati ini hancur ketika mendengar ada cewek lain yang mendekati Arul. Hati ini terasa seperti dihancurkan oleh ombak hingga berderai. Apalagi ketika aku melihat Arul dengan cewek lain aku menjadi sedih membisu. Waktu terus berlalu hingga perasaan itu ingin aku ungkapkan. Tapi terus aku kendalikan agar tidak ada yang tahu kecuali yang maha kuasa tahu akan cintaku. Hingga akhirnya tiba saat ujian. Hari itu adalah hari penentuan nilai kelulusan. Aku menjadi semakin begegar. Sebelum memasuki kelas aku berdiri di depan gerbang sekolah terlebih dahulu untuk menghirup udara segar. Ketika aku berbalik ternyata Arul baru datang dengan menggunakan sepeda motornya. Aku sangat senang saat itu karena dia yang aku kagumi langsung ada di hadapanku.

Waktu kembali berlalu hingga dimana hari perpisahan dimulai. Aku saat itu berpenampilan dengan rapi karena aku akan mempersembahkan nyanyian untuk perpisahan. Saat aku selesai bernyanyi aku hanya melihat Arul dari kejauhan duduk dengan lemahnya. Dalam hati aku mungkin dia lagi nggak enak badan. Tetapi aku heran dengan Arul. Walaupun dia sakit tetapi dia tetap tersenyum. Dengan senyuman yang meluluhkan hati para wanita seakan-akan dia baik-baik saja.

Kemudian aku pergi ke kamar mandi untuk merapikan hijabku. Ketika saat aku selesai membetulkan hijabku. Saat aku ingin masuk ke ruangan di mana semua orang berkumpul. Ternyata di hadapan aku ada Arul yang sedang tersenyum memandangiku. Saat itu aku langsung cepat lari dan kembali ke ruangan dan aku duduk hingga tak menyangka air mataku menetes. Karena aku tahu hari ini adalah hari terakhir aku bertemu dengan Arul.

Ya Allah kenapa engkau memperkenalkan aku dengan Arul kemudian engkau pisahkan kami berdua dalam hati aku bercerita dan memohon dengan Allah agar perpisahan ini bukanlah yang terakhir karena aku sedih bila jauh darinya. Tapi itu semua adalah takdir dari sang maha kuasa yang tidak bisa aku hindari. Sekarang hanyalah kenangan yang menjadi cerita indahku dengan Arul. Dengan Arul cinta pertama aku saat aku kelas IX. Baru kali ini aku merasakan cinta yang sangat sedih karena perasaan cinta yang belum sempat aku ungkapkan dan selalu aku simpan dengan diam-diam agar tidak ada yang mengetahuinya.

Berbulan-bulan telah berlalu. Ketika aku dan teman-teman aku tengah berjalan menggunakan sepeda motor. Aku tak menyangka temanku membawaku ke jalan rumah Arul dalam hatiku. Aku takut. Takut akan ketemu Arul dan aku berdoa dalam hati semoga tidak bertemu karena bila bertemu aku akan sedih pada akhirnya. Hal yang paling aku takutkan akhirnya terjadi. Aku melihat Arul tengah berjalan kaki dengan teman cowoknya.

Aku jadi bingung apa yang harus aku lakukan. Kepanikan yang aku buat akhirnya temanku jadi mengetahuinya. Itu membuatku menjadi malu. Apalagi teman aku bilang ke Arul kalau aku nitip salam. Itu membuatku lebih malu lagi. Tetapi saat itu Arul bilang salam balik. Aku rasanya ingin melayang-layang karena kegembiraan itu akhirnya aku meloncat loncat di tanah. Hingga teman aku tertawa melihat tingkah lakuku yang gila. Terima kasih ya Allah engkau telah memberikan kebahagiaan pada aku walaupun hanya beberapa menit. Setahun berlalu. Aku tidak pernah mendengar kabar tentang Arul lagi dan melihatnya. Apalagi dikarenakan sekolah SMA kami yang berbeda hingga membuat jarak yang cukup jauh. Itulah terakhir kali aku melihat Arul walaupun awalnya bahagia dan akhirnya sedih.

Saat itu terkadang aku sedih membayangkan kisah yang pernah kami lalui dulu. Kenangan yang selalu mekar tiap harinya yang membuatku selalu sedih. Dalam hening selalu terbayang wajahnya yang manis. Sampai akhirnya sulit aku lupakan. Mungkin sang maha kuasa masih belum izinkan aku dan Arul untuk bahagia bersama. Mungkin ini yang terbaik buatku agar bisa menjadi manusia yang lebih sabar lagi. Mungkin ini takdir yang harus aku jalani dengan lapang dada. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di kedepan harinya dan akan seperti apa. Mungkin sang maha kuasa menyimpan kebahagiaan untukku dan akan membukanya di lain waktu. Dan aku hanya bisa bersabar dalam menjalaninya. Terima kasih ya Allah engkau telah memperkenalkanku dengan Arul walaupun terlalu singkat dijalani. Tetapi hambamu telah bersyukur untuk itu.

Cerpen Karangan: Febriani
Facebook: anifazara123[-at-]gmail.com/anifazara
Hai bertemu dengan saya yang akan bercerita sebuah kisah cinta yang saya kemas dalam sebuah cerpen.

Cerpen Cinta Sedih Dalam Diam Mengagumi Mu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kesempatan

Oleh:
Huh… panas sekali hari ini. Bosen pula di rumah. Mau pergi pun malas. Tapi aku bosen. Ah… serba salah. Oh ya, aku lupa memperkenalkan diri. Hai! Namaku Sky. Aku

Waktu Di Balik Senja (Part 2)

Oleh:
Saat sampai ke gedung belakang sekolah, aku ditolak sampai tubuhku terhempas ke tembok. “Aauu..” teriakku kesakitan. “Kenapa? Sakit? Hah!” Bentak kakak ketua geng tadi. Aku hanya merunduk ketakutan. “Heh!

Cinta Pemalu

Oleh:
Perkenalkan namaku Bimo, aku sekarang kelas 12 ipa di SMA Swasta. Aku mempunyai sifat pemalu, tapi baik. Aku mempunyai seorang perempuan yang kukagumi saat pertama aku melihatnya, dia sangat

Happy Ever After

Oleh:
Ini dia, tempatku. Tempat dimana semua cerita tercipta. Tempat Tuhan membuka mataku tentang arti kebahagiaan. Tempat dimana ada air mata yang tak beralasan dan bahkan tanpa penyesalan. Banyak cerita

Jingga

Oleh:
Kampusku tidak pernah menyisakan ruang untuk jiwa beristirahat. Langit kota yang telah sesak dengan angan ribuan mahasiswa melamun di siang bolong, akhirnya menghembuskan napas panjang. Angin membelai jutaan rambut

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *