Cinta Tak Bersatu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 16 April 2018

Disaat kecil, aku sama seperti layaknya anak kecil lainnya. Aku seorang yang periang, seorang yang selalu tertawa, belum mempunyai beban hidup dan aku menjalani keseharianku dengan bahagia. Pada saat itu banyak teman-teman yang mau bermain denganku, banyak orang yang peduli denganku, banyak orang yang sayang sama aku, aku sangat senang sekali tetapi aku pernah mendengar pepatah bahwa bumi itu berputar, yang miskin bisa menjadi kaya, yang kaya bisa menjadi miskin, yang baik bisa menjadi jahat begitupun sebaliknya.

Begitulah yang aku rasakan sekarang, kebahagiaanku hari demi hari hilang, minggu demi minggu pudar, tahun demi tahun rapuh. Semua berubah. Tak ada yang memihakku. Dimasa pendidikan sekolah menengah pertama, kebahagiaan itu masih muncul, kebahagiaan itu masih dapat aku rasakan tetapi setelah aku masuk ke dalam masa puber atau masa remaja, kebahagiaan itu mulai menjauh perlahan ia pergi, entah pergi ke mana? Dari saat itu aku sering menyendiri dan selalu menghadapi masalah demi masalah juga sendiri. Semua orang seakan menghindar tidak mau berdekatan denganku hal itu membuat aku takut.
Dengan tindakan mereka yang seakan menghindar dariku membuat aku mengambil keputusan bahwa mulai sekarang aku akan benar-benar menjalani hidup sendiri.

Aku Bagas Rahman Dwi Saputra. Orang biasa menyapaku dengan sebutan Bagas. Sekarang aku tengah duduk di pendidikan tingkat atas. Aku sering beranggapan bahwa hidup ini sungguh tidak adil, di sekolah semua tawaku kukeluarkan kepada teman-temanku tetapi jika di rumah dunia menurutku sangatlah kejam bahkan kejam sekali. Hingga satu hari itu aku down, kondisiku memburuk, aku sering menangis, yang tidak tau apa penyebabnya. Yang pasti disaat aku terpuruk seperti itu aku sangat merindukan bahkan ingin sekali melihat orang yang aku sayangi merangkul dan mengusap air mataku lalu mereka keluarkan kata-kata semangat dan motivasi untuk membuatku bangkit, untuk membuatku bisa, bahwa inilah hidup, hidup butuh perjuangan tetapi tak kutemui semua yang aku harapkan itu bahkan dari kedua orangtuaku.

Hari selanjutnya aku lewati seperti biasa, seperti tak pernah ada masalah yang aku hadapi, aku berikan senyum kepada teman-teman sekolahku, aku berikan tawa, aku berikan lelucon bahkan akupun ikut tertawa seperti tidak ada masalah sama sekali. Hidupku bisa dijabarkan penuh dengan sandiwara, penuh dengan kepura-puraan. Adakalah aku merasa happy dan disaat bersamaan juga aku merasa tertekan, adakalah aku merasa senang sekali tetapi di hatiku jauh berbalik dengan perasaan yang aku ekpresikan melewati mimik mukaku.

Diawal kelas sebelas aku bertemu dengan Chelsea Teryanto, sebenarnya Chelsea adalah teman lamaku akan tetapi karena kedekatan kami, aku dan chelsea kembali layaknya seperti kami masih kecil dulu. Sekarang Chelsea tidak hanya menjadi sahabatku tapi penyemangatku, kenapa aku bilang seperti itu? Karena perhatiannya bisa membuat ketakutanku selama ini hilang, semangatku untuk bersosialisasi bersama orang lain yang sudah lama terpendam muncul lagi di tubuhku, hal itu karena dia. Karena Chelsea juga aku sudah mulai memberanikan diri menyesuaikan hidupku dengan dunia yang menurutku kejam ini, aku juga mulai tertawa bebas tanpa beban lagi, ini semua karena Chelsea, dia mengubah hidupku. Setiap malam kami chating, membincangkan topik yang bisa dibilang tidak penting bahkan tidak penting sama sekali, lewat itu kami berdua semakin akrab, hubungan sahabat kami semakin erat. Ditengah kedekatan itu aku merasa ada yang janggal, aku mempunyai perasaan yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Entahlah!! Yang pasti aku bingung dengan perasaan ini, aku pintar dalam pelajaran tapi aku tak pandai dalam masalah asmara. Mungkinkah ini cinta? Kalau iya aku ingin membuang jauh-jauh perasaan ini, aku tidak mau karena perasaan ini persahabatanku hancur, aku tidak mau karena perasaan ini kedekatan kami menjadi renggang. Tuhan bawa pergi perasaan ini. Aku belum mau jatuh cinta, aku ingin menepati janjiku yang ingin pacaran setelah tamat sekolah, yang ingin menjalin asmara di umur dua puluh tahun.

Satu malam itu Chelsea mengupdate status di salah satu media sosial dan Chelsea memberikan hastag #B di akhir statusnya itu. Aku senang entah mengapa aku merasa bahwa Chelsea juga mempunyai perasaan yang sama seperti yang aku rasakan. Benarkah itu? Sepertinya iya. Tapi mengapa mulutku seakan terkunci untuk berterus terang, ketakutan menyelimuti semua tubuhku. Aku sadar aku cowok aku yang seharusnya duluan tetapi Aku tak punya nyali sebanyak itu untuk mengutarakan perasaanku, jangankan ngomong hal yang menyangkut hati seperti ini, memulai pembicaraan sama orang baru saja aku tak berani.

Lama aku berpikir bagaimana cara menyikapi perasaan ini, akhirnya kutemui cara yaitu dengan mencintainya secara diam, seperti yang ia sering sampaikan kepadaku. Beberapa hari setelah malam itu aku mengetahui bahwa hastag di statusnya malam itu bukan untukku tetapi untuk cowok yang sekarang lagi dekat sama dia. Entah kenapa! Perasaanku aneh, mungkin aku cemburu. Memikirkan hal itu aku down, aku kembali menyendiri, memendam rasa sendiri. Aku tak bisa membicarakan hal ini kepadanya karena masalah ini bersangkutan dengan dia.

Sejak saat itu kedekatan aku dan Chelsea tak seperti biasanya. Entah karena aku yang menjauh atau apa aku tak mengerti yang pasti aku sadar diri Aku bukan orang yang diharapkan. Aku tau orang yang dekat dengannya itu adalah kakaknya tapi entah mengapa kakaknya itu membuat aku seperti sadar diri bahwa perhatianku tidak sebanding dengan apa yang orang itu berikan untuk Chelsea. Hal seperti ini yang aku benci, hal seperti ini yang membuatku muak melayani masalah cinta, yang membuatku tidak suka terlibat di dalam masalah cinta. Awalnya memang indah tetapi ketika kita tau bahwa ada orang yang lebih perhatian dan sayang kepada orang yang kita cintai hal itu sangat-sangat menyakitkan. Karena secara tidak langsung kita seakan disindir bahwa kita tidak ada apa-apanya.

Setelah sebulan terakhir kami tak berkomunikasi, jujur aku kangen, kangen ngobrol bareng, kangen ketawa bareng tapi apa daya, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Seorang Bagas yang masih dibilang anak mami. Yang belum bisa keluar malam, yang ke mana-mana masih dilarang. Apa yang bisa aku lakukan. Berdiam diri di kamar lalu menahan kesedihan, apa itu yang bisa aku perbuat? Ya. Jawabanya iya, itulah aku, Bagas. Seumur-umur aku tak pernah menangisi cewek kecuali dia, Chelsea Teryanto. Pernah waktu itu disaat kami masih akrab, aku dalam keadaan galau, Chelsea menanyakan kabarku dan menanyakan masalah yang sedang aku alami melalu pesan di bbm lalu aku menjawab aku tak punya masalah apapun padahal saat itu aku sedang galau karena dia, tapi tak apa dia tak perlu tau.

Saat ini kami menjalani hidup sendiri, Chelsea menjalani hari-harinya bersama sahabatnya sedangkan aku bersama teman kalau di sekolah, tetapi kalau di rumah aku sendiri. Aku perhatikan Chelsea selalu membuat status galau, kecewa. Tapi entah mengapa lagi-lagi aku merasa bahwa status-status itu terarah kepadaku. Benarkah Chelsea mencintaiku? Perasaanku kuat mengatakan iya tapi aku kurang yakin tetapi sepertinya Chelsea benar-benar mencintaiku. Setelah aku sangat yakin bahwa Chelsea mempunyai perasaan yang sama seperti apa yang aku rasakan, kebahagiaan itu muncul lagi tapi aku tak akan mengungkapkanya, sesuai dengan keputusanku biarlah aku mencintainya dalam diam. Aku akan terima semua kekecewaannya, aku akan terima semua status yang menyinggung perasaanku itu. Aku tak memaksanya untuk mencintaiku aku terima jika ia berenti mengharapku dan menyerah mencintaiku karena sikapku yang dingin dan ke egoisanku ini.

Maaf aku belum bisa mencapai momen itu, aku tak seperti yang dia bayangkan, aku tak seperti yang dia pikirkan. Mungkin karena keegoisanku ini dia mengecapku sebagai bajingan atau malah pecundang tapi tak apa dia tetap yang spesial di hatiku.

Cerpen Karangan: Fherlyansyah
Facebook: Fherlyansyah
Terimakasih sudah membaca.
Kalo ada yang mau kasih saran atau kritik, Silahkan Follow saya di Instagram @FherlyMart_Ofc1

Cerpen Cinta Tak Bersatu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bisakah?

Oleh:
Aula PKM penuh sesak kali ini. Banyak mahasiswa satu program studi berkumpul serta bercakap-cakap di sini. Setidaknya, itu yang dilihatnya ketika menginjakkan kaki di depan pintu kaca dengan tambahan

Untitled Story (US)

Oleh:
“Selamat pagi semesta” sapaku sembari membuka jendela kamarku. Aku, Shafarra Keisha Andhara, aku yang sebelumnya tak pernah terlalu murung, kenapa seketika berubah? Ardinna Bella, sahabat terjenius yang selalu menuturkan

Perpisahan Termanis

Oleh:
Hujan deras telah membasahi sekumpulan anak yang sedang bercanda gurau di taman dan sedang menunjukkan kebebasannya itu, mereka bernama Lina, Wina, Ifah, Jihan dan Zahra. Mereka telah bebas dari

Seruan Khiar

Oleh:
Cahaya mentari bersinar terang dalam embun pagi. Semburanya cahanya menerangi seluruh jagad raya. Tak ada yang bisa menandingin akan kekuatan cahayanya. Sungguh indah kuasa dari-Nya dan juga anugerah dari-Nya

Air Menjadi Saksi

Oleh:
Sungguh mengecewakan, biasanya aku di atas pipa di lapangan untuk menikmati sinar matahari sambil tidur-tiduran. Tapi, ada seseorang yang datang dan tidur di situ lebih dulu dan akhirnya aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *