Cinta Tak Terbalas

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 6 May 2017

Semua berawal dari ketidaksengajaan. Aku mencintainya karena ketidaksengajaan dan bukan karena keinginanku. Apakah aku benar-benar mencintainya? Aku pun tak tahu. Yang kutahu ini adalah takdir yang telah ditulis tuhan untukku.

“Yang itu lho, Ly…” ucapku pada Virly, sahabatku.
“Yang mana sih?”
“Yang itu loh… yang guntingin kertas karton sama Ricky”
“Oh… Farhan?”
“Ya, mungkin,” Aku tak yakin jika namanya Farhan.
“Yang agak hitam itu to…” Tebak Virly.
“Iya, yang bulu matanya lentik kayak onta itu lho”
“Iya, itu Farhan namanya”

Dari situlah aku mengetahui bahwa namanya adalah Farhan. Orang yang kemarin aku lihat di car free day adalah Farhan, maksudku mirip dengan Farhan. Kurasa sejak saat itulah aku mulai menyukai Farhan. Entah apa yang membuatku menyukainya? Tapi saat itu aku tidak butuh penjelasan apapun untuk persaanku padanya.

Waktu demi waktu aku lalui. Hari telah berganti minggu dan minggu pun telah berganti bulan. Selama itulah aku selalu melihatnya dari kejauhan dengan jantung yang selalu berdebar-debar. Lagi dan lagi, aku tak butuh penjelasan untuk itu semua. Aku mulai memberanikan diri untuk mengirim pesan singkat padanya. Hanya percakapan ringan yang tak berguna. Ia memintaku untuk mengaku siapa aku sebenarnya, namun aku selalu menolak.
Dan ia membalas dengan singkat “kalau kamu nggak mau ngaku aku nggak akan bales”.
Hingga akhirnya ia tak lagi membalas pesanku. Aku begitu kecewa padanya. Tapi itu bukanlah salahnya.
“Rindu” kirimku singkat.

Farhan tak kunjung membalas pesanku. Aku semakin kecewa padanya. Akhirnya aku kembali mengirim pesan padanya. Pesan itu menyatakan tentang betapa kecewanya aku atas apa yang Farhan lakukan. Dia bilang aku harus mengaku agar bisa membalas pesanku. Tapi nyatanya? Aku benar-benar marah.

Singkat cerita, Farhan kembali membalas pesanku setelah aku memarahinya. Aku mulai curhat tantang berbagai hal padanya. Aku merasa dia adalah orang yang bijaksana dan mengerti tentang semua hal. Dari sekian banyak ia membalas, ada satu hal yang selalu aku ingat.
“Jangan menyerah, tetap semangat, dan selalu tersenyum”
Sebuah kalimat motivasi yang membuatku bahagia saat itu. Dan aku selalu mengigat kalimat itu ketika aku terpuruk.

Tiba saat pemilihan ketua osis dan Farhan menjadi salah satu kandidatnya. Entah apa yang kupikirkan, tetapi aku tidak memilihnya. Aku memilih orang lain sebagai ketua osis. Padahal, satu hari sebelum pemilihan ketua osis dilaksanakan, Farhan memintaku untuk memilihnya. Dan aku mengatakan insyaallah. Saat itu hatiku tidak yakin untuk memilih Farhan. Tapi nyatanya Farhanlah yang terpilih sebagai ketua osis.
Dan semenjak kejadian itu, aku mengetahui bahwa Farhan adalah doinya temanku. Entah mengapa aku jadi menjaga jarak darinya dan semakin tak berani untuk mendekati Farhan. Aku kembali takut untuk menatap mata elang milik Farhan. Aku mulai belajar untuk melupakan Farhan. Perlahan perasaan itu hilang, namun tak lama perasaan itu kembali.

Semakin lama semakin banyak anak yang menyukai Farhan. Semakin lama aku pun semakin tersingkirkan. Karena apa daya aku, aku bukan siapa-siapa. Aku tak sama seperti dengan orang lain yang menyukai Farhan. Saat itu aku tak memiliki prestasi, aku tak memiliki paras yang cantik ataupun memiliki kecerdasan yang yang luar biasa baik. Aku hanyalah seorang siswi biasa yang menjalani kehidupan dengan biasa juga.

Hingga hari ini aku masih menyukai Farhan seperti dulu aku menyukainya. Namun aku tetap tak berani untuk berbuat banyak. Karena yang kutahu banyak orang yang menggilai Farhan. Jadi cukuplah jika aku tak mengungkapkan perasaanku padanya. Meskipun dia sudah tahu apa yang aku rasakan. Biarlah ini tetap menjadi sebuah kisah tanpa akhir.

Cerpen Karangan: Zianna Fasichalisna
Blog / Facebook: Madcha / zianna fasichalisna

Cerpen Cinta Tak Terbalas merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kapten Mentariku

Oleh:
1..2..3.. “hore, aku jumpa dia.” Kali ini dia tersenyum lebih manis dibanding yang kemarin kemarin. Hari ini aku sangat senang. ya beginilah kegiatan ku setiap pagi menunggu seseorang buatku

Regret

Oleh:
Aku hanya ingin sekedar bercerita tentang pengalamanku yang menyedihkan. Namaku Denny aku sekarang duduk di kelas IX. Orang-orang menganggap aku “Orang yang tidak pernah merasa susah” dan selalu membuat

Batas

Oleh:
Aku pun tak pernah menyukai sebuah cerita sedih namun kusadari bahwa tidak akan ada cerita bahagia apabila cerita sedih itu tidak terjadi, dan barangkali dalam cerita ini Kebahagiaan adalah

Kisah Hari Ini (Part 1)

Oleh:
Karena Dokter bilang bahwa aku harus istirahat, jadi aku tak masuk sekolah di hari Sabtu. Padahal hari itu sebenarnya banyak kepentingan yang harus aku selesaikan di sekolah. Tapi, Ibu

Sahabat Yang Hilang

Oleh:
Seorang guru berjalan menuju kelasku. Ia adalah ibu Sari, seorang guru yang mengajar sebagai guru IPS di sekolahku. Namaku Annisa. Teman-temanku biasanya memanggilku Nisa. Aku memiliki dua orang sahabat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *