Cinta Terpendam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam)
Lolos moderasi pada: 30 May 2019

Aku ingin berbagi cerita yang sudah nyesek banget di dadaku. Ingin aku ungkapkan tapi aku malu. Tidak kuungkapkan rasanya ada yang mengganjal.

Waktu itu kelas satu SMP aku sudah suka sama kakak kelasku, tadinya aku tidak tau namanya siapa. Aku suka karena sering lihat doi. Lama-lama tau namanya. Tapi rasa itu tetap aku simpan, sampai suatu hari aku berani cerita dengan dua orang temanku, dan aku berpesan agar cerita ini tidak sampai ke doi (sebut saja ia begitu).

Tapi dilain sisi aku menjali hubungan dengan kakak kelasku yang lain. Dan suatu saat aku pun bercerita dengan salah satu temanku, kalau aku masih menyimpan rasa pada doi, temanku brtanya “kenapa kamu masih mikirin dia padahal kamu sudah punya kaka’ ini?”. Aku menjawab “aku ga’ tau kenapa rasa ini ga’ ilang”.

Waktu pun berlalu. Salah satu temanku menyampaikan perasaanku sama doi, aku jadi malu setiap bertemu dengannya. Tapi aku tidak mau ambil pusing terserah apa katanya yang penting aku tidak cepe-cepe sama doi.

Lagi-lagi waktu pun berlalu, doi sudah SMA tapi aku masih SMP, suatu hari saat aku pulang sekolah, aku tak sengaja berpapasan dengan doi, aku tau itu dia, aku pun terus berjalan tapi jantung ini berdetak kencang, di dalam tengorokan ini seperti ada sesuatu yang besar, yang menutupi alat pernapasanku dan susah untuk bernapas, sambil berjalan aku bertanya dengan hatiku, “mengapa jantungku begini? Apakah masih ada rasa untuknya?” Dan aku pun berlalu.

Di penghujung kelas 3 SMP aku bertemu dengan seorang pemuda. Dia sudah sangat dewasa, dia pemuda baik. Pemuda itu pun menyatakan perasaannya padaku, ya sekedar saja aku terima tanpa bertanya dengan perasaanku sendiri. Hubungan pun aku jalani aku gadis desa yang berpikir sederhana, di tempatku umumnya anak gadis di pondokkan setelah tamat SMP, keluargaku tergolong kurang mampu tapi karena dukungan pemuda itu, setelah tamat SMP aku meneruskan pendidikanku ke sekolah kejuruan.

Sampailah aku di kekejuruan, aku pun masih bersama pemuda itu. Suatu hari saat aku pulang sekolah, saat aku mengendarai motorku pikiranku melayang dan melintas tentang doi, dan alangkah kagetnya aku hampir saja aku nabrak doi yang akan keluar dari halaman rumahnya, tapi aku hanya bisa tertunduk malu, aku pun berlalu, aku tak berani menatapnya karena dia pernah tau persaanku, dan aku pun berlalu.

Suatu hari saat hari raya besar agamaku, aku tak sengaja mampir ke rumah temanku yang satu sekolah dengan doi, aku mampir dengan pemuda itu yang sudah lebih dari satu tahun aku dengannya. Dan saat aku menyapa temanku itu aku kaget, dan berdebar saat temanku itu tiba-tiba membahas tentang doi saat di sekolah, aku pun menangapinya hanya dengan senyuman karena waktu itu aku bersama pacarku, untungnya pacarku itu tidak terlalu menghiraukan perkataan temanku. Dalam hatiku bertanya dari mana dia tau tentang doi dan kenapa dia memuji-muji doi, apa doi cerita mengenai persaanku dengan temanku ini, padahal aku tak pernah bercerita tentang doi kepada temanku ini.

Waktu pun terus berlalu sampai saat aku akan lulus sekolah aku masih bersama pacarku itu, aku menjalani hubungan kami dengan saling percaya satu sama lain karena aku anak sekolah dan dia bukan remaja lagi. Sampai suatu hari aku harus mengambil keputusan untuk masa depanku kepada pemuda tersebut, dia pemuda baik, penyayang, sabar pekerja keras juga lumayan tampan. Aku mau menuruti orangtuaku untuk menikah setelah lulus sekolah karena kata orangtua “nungguh opo meneh seng penting anak ora gawe wirang wong tuo” aku pikir masa depan bisa cerah kalo kita bisa saling mendukung dan menghargai soal cinta, “sayang denganku sudah cukup bagiku”.

Tiba saatnya aku lulus sekolah, aku pun harus memenuhi janjiku kepada orangtua dan pemuda itu. Perasaanku perang dalam hati tunda pernikan dan tinggalkan pemuda itu yang tidak ada kurangnya dalam hubungan atau masa mudaku sampai disini. Akhirnya aku menikah dan aku sudah mempunyai sorang anak dalam keluarga kecilku kami bahagia walaupun tidak kaya, keluargaku di lingkungan sekitarku sudah sangat lumayan mapan.

Suatu malam suamiku mengajakku ke swalayan dan bertemu temanku dan dia bercerita bertemu dengan doi, dan menceritakan kehidupanku sekarang dengan doi. Temanku bertanya kepada doi “kak’ jika waktu itu dia(aku) mengenalmu apa kamu mau dekat dengannya? Doi menjawab mungkin bisa.” Sontak jantungku berdebar kembali rasa yang tak pernah kurasakan meski ku dengan suamiku.

Sejak saat itu sering aku bermimpi walaupun dekat dengan doi tapi kami tidak pernah saling bicara, padahal aku sangat ingin mendengar suaranya. Sampai saat ini aku tidak bisa hilangkan rasa ini. Hatiku “gegana” setiap mendengar lagu Armada band “pemilik hatiku” dan “cinta pertama” by BCL. Aku juga beranikan diri ceritakan ini dengan suami dia bisa mengerti dan menerima ceritaku.
Tapi dalam hatiku ingin rasnya kuungkapkan perasanku kepada doi agar tak jadi ganjalan dalam hati, sekedar mengungkapkan isi hati. Tak kupikirkan apa tanggapannya padaku. Aku hanya ingin dia tau perasaanku.
Apakah aku boleh begitu?

Cerpen Karangan: Juwita Sari

Cerpen Cinta Terpendam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Confused (Part 3)

Oleh:
Akhirnya Rendy dan Debby sampai di kota tercintanya. Namun, mereka tak langsung pulang tetapi mampir dahulu ke sebuah kedai santai. “Ren, bentar lagi aku yakin pasti kamu dapetin dia.”

Takut Dengan Semua Ini

Oleh:
Hari sabtu sore jam 15:30 WIB Sauky mengirim pesan ke aku, ya aku buka pesan itu. Rupanya dia mau mengajak aku buat joging bareng sama dia. Aduh seneng banget

Ingat Dirimu

Oleh:
Setiap kali menulis tentang diriku, selalu aku memumlainya dengan segala perumpamaan, seperti nama tokohnya, tempat bahkan hal-hal lain yang terjadi sengaja aku buat berbeda. Tentunya aku tidak ingin orang

Beda Alur

Oleh:
Ribuan titik hujan jatuh dari langit begitu derasnya. Kupandangi jalan. Bergenangan air. Teringat akan waktu 5 tahun silam. 5 tahun lalu Aku berdiri di depan kelasku. Kelasku berada di

Hanya Untuknya

Oleh:
Satu-satunya, tak akan ada yang lain. Hanya dia seorang. Cinta pertamaku. Kak R. Setiap hari, aku hanya bisa memandang Kak R. Kenapa hanya dia? Karena semua debaran ini, semua

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *