Cinta Yang Bersembunyi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 15 November 2017

Lelaki itu sedang asyik memainkan gitar kesayangannya. Lelaki itu adalah dava. Ia masih duduk di bangku SMA kelas 12. Ia termasuk cowok yang populer di sekolahnya. Tak sedikit wanita yang tergila-gila dengannya.

Tak disadarinya seorang gadis pendiam yang dijuluki “kutu buku” sering kali memperhatikannya saat dia bermain gitar.
“Seandainya saja ia tahu kalau aku mencintainnya, pasti itu sangat menyenangkan. Tapi itu adalah suatu kemustahilan”. Batin gadis itu.

Gadis itu adalah bella. Ia tidak terlalu terkenal di sekolahnya. Ia hanya mempunyai seorang sahabat setiannya sejak kelas 10 yaitu diana.
“Bel, aku mau ke kantin kamu ikut apa enggak?” Ajak diana.
“Gak deh, aku mau ke perpus aja”.
“Oh gitu, ya udah aku duluan ya bel”.
“Oke na”.

Bella sering menghabiskan waktu istirahatnya untuk membaca buku di perpustakaan.
Sesampainya di perpus, bella mencari buku yang akan dibacanya lalu dia duduk di sebelah rak buku. Tanpa ia sadari, dava juga pergi ke perpustskaan. Setelah selesai membaca, bella hendak mengembalikan buku tanpa sengaja ia bertabrakan dengan dava.
“Maaf aku gak sengaja, sekali lagi maaf”. Ucapku.
“Ya gak apa kok. Aku tadi juga gak liat. Maaf”.
“By the way, kamu siapa kok aku gak pernah liat kamu sebelumnya?”.
“Aku bella kelas 12 ipa 4”.

Sejak pertemuan itu, bella sangat Senang tak terkira. Hatinya tumbuh bening-bening cinta. Betapa tidak, dia bisa berkenalan dengan seorang dava.
Tanpa bella ketahui, sebenarnya dava pun juga menyimpan perasaan kepada bella sejak mereka bertemu di perpustakaan. Di mata dava, bella itu berbeda dengan wanita lain. Menurutnya, bella adalah gadis yang sederhana.

Bella duduk sambil menulis diary yang berisi curhatan tentang isi hatinya kepada dava. Seperti mimpi saja, dia bisa berkenalan dengan dava.

Dava yang sedari tadi melamun di kamarnya. Di otaknya hanyalah bella. Rasa yang selalu menyelimutinya sejak pertemuan di perpus waktu itu.
“seandainya saja aku dapat mengungkapkan semua perasaan ini untuknya tetapi aku ragu apakah dia juga mencintainya”.

Sementara itu, waktu terus bergulir. Tak terasa sebulan lagi mereka akan menempuh ujian nasional. Mereka sibuk mempersiapkan segalanya.

Akhirnya ujian nasional pun belalu. Mereka sangat lega sekali telah menempuh ujian dengan baik. Hari kelulusan pun tiba. Dengan hati berdebar mereka melihat hasil ujian. Raut wajahnya seketika berubah menjadi kebahagiaan. Dava mendapat peringkat ke 3 sedangkan bella peringkat 2.
“Selamat ya bel, kamu mendapat peringkat ke 2”.
“Makasih juga dav. Kamu juga peringkat 3”.
Mereka pun berfoto-foto dengan sahabat mereka. Kebahagian tak henti-hentinya terpancar di wajah mereka.

Hari perpisahan pun tiba. Semua siswa bersedih karena harus berpisah dengan guru dan teman-teman yang mereka sayangi. Dava dan bella pun mengatakan salam perpisahan. Mereka terlihat bersedih karena harus berpisah
“Selamat tinggal bella, semoga cita-citamu tercapai”. ucap dava dalam hati. Memang mereka saling mencintai, tetapi telak ada keberanian untuk mengungkapkan. Cinta mereka seperti bersembunyi dalam lubuk hati yang paling dalam.

Selesai.

Cerpen Karangan: Erika Lorenia

Cerpen Cinta Yang Bersembunyi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Perjalanan Sewaktu SMA

Oleh:
Setelah aku mengikuti seleksi masuk SMA, akhirnya aku bisa diterima. Kabarnya itu aku dengar setelah ayahku mengecek kembali nama-nama yang telah lulus seleksi tersebut. Aku senang sekali saat itu.

Terbelahnya Hati Daku

Oleh:
Saat mentari mulai menampakkan wujudnya, semua makhluk memulai aktifitasnya. Daku yang masih duduk di sekolah negeri Yogyakarta segera bergegas ke sekolah guna menuntut ilmu. Hari demi hari daku lewati

Warung Internet (Part 2)

Oleh:
“Haaaii!” gue megap-megap pas gue lihat ada kepala cowok yang nongol dari pintu warnet yang setengah kebuka. Mujur, ternyata itu bukan kepala melayang. Tapi kenapa orang ini ngerusak suasana

Mimpi Ady

Oleh:
Dia baru saja terbangun dari tidurnya, pandanganya menuju jam weker di meja dekat tempat tidurnya. Jam menunjukkan tepat pukul 07.00. “Wwwaaaaaa” Dia bergegas menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya.

Plagiat

Oleh:
Mungkin saat ini aku pantas berbangga hati. Sebab, apa yang kuimpi-impikan sedari dulu kini mampu ku genggam dengan kedua tanganku. Apa orang mulia itu sudah melihatku? Kalau benar sudah,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *