Cintaku Berawal Dari Sebuah Pertemuan Yang Singkat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam)
Lolos moderasi pada: 28 June 2016

Setengah tahun sudah aku duduk di kelas X SMA. Dan selama itu juga aku telah mengagumi dirinya yang selalu berpapasan denganku walaupun ia tak pernah menyapa diriku. Aku sangat mencintainya, tapi dia? Aku pun tak tahu karena dirinya tak pernah melirik diriku sedetikpun. Yang ia tahu tentang diriku adalah aku hanyalah seorang gadis biasa. Meskipun begitu, aku tetap tersenyum padanya tiap kali aku berpapasan dengannya walau ia tak pernah membalas senyumku. Namun, aku pun sudah cukup senang dengan berpapasan dengannya. Seandainya saja aku bisa menjadi bagian dari hidupnya, aku akan lebih merasa senang. Namun itu tak akan pernah terjadi. Karena apa? Karena dia adalah seorang laki-laki yang hampir mendekati sempurna. Sedangkan aku? Aku hanyalah gadis yang biasa-biasa saja tak ada yang spesial dari diriku.

Kisah cintaku itu berawal ketika aku tengah terburu-buru untuk pergi ke sekolah. Waktu itu, aku dan dia sama-sama tengah menunggu bus di halte dekat rumahku. Dan beberapa saat kemudian bus yang kami tunggu-tunggu pun datang. Kami berdua segera naik ke dalam bus. Ketika aku hendak mencari tempat duduk yang kosong, tiba-tiba saja ada tangan seseorang yang menarik tanganku dengan cukup keras hingga aku berbalik badan dan tubuhku hampir jatuh menimpanya. Sesaat kami pun terdiam dengan posisi tubuhku yang hampir jatuh menimpanya. Mata kami pun bertemu, ada sebuah senyuman yang terlukis ketika aku menatap lekat setiap inci wajah tampannya.

“Ekhem… Maaf!”, ucapnya menyadarkan lamunanku. Aku segera berdiri dan menggaruk tengkukku yang tak gatal. Aku menunduk malu.
“Emm… Sebaiknya kamu duduk di sampingku saja. Karena mungkin di belakang tak ada tempat duduk yang kosong”, Pintanya sedikit kikuk. Awalnya aku menolak, tapi ketika aku tahu memang benar di belakang sudah penuh, akhirnya aku duduk di sampingnya dengan sedikit rasa malu.
“Hmm… Jadi nama kamu Andini yah. Nama yang cantik, secantik orangnya”, katanya dengan sedikit mencairkan suasana yang sempat hening. Aku menatapnya dengan wajah yang bingung. Karena tahu darimana dia namaku bahkan apa kata dia tadi? Cantik! Oh God, kenapa ini? Kenapa jantungku berdegup lebih kencang? Apa aku benar-benar mencintainya?
“Emm… I-i-ya na-maku Andini. Tapi, tahu darimana kamu namaku?”, tanyaku dengan wajah polosku. Dia lalu tersenyum tipis dan menunjuk name tagku yang ada di sebelah kanan.
“He…he…he…”, aku terkekeh pelan dan lagi-lagi aku menggaruk tengkukku yang tak gatal.
“Namaku Sion”, ucapnya sambil mengulurkan tangannya padaku. Kini giliran aku yang tersenyum geli padanya. Lalu aku menunjuk nama tagnya. Alhasil kini ia yang dibuat malu dan ia pun terkekeh pelan. Aku hanya dapat tersenyum simpul melihat wajahnya yang lucu ketika tengah menahan malu.

“Yuk turun, udah sampai!”, ucapnya. Aku hanya mengangguk dan segera turun dari bus dengan diikuti langkahnya yang lebar yang berada di belakangku.
“Emm… Aku ke kelas duluan yah!”, ucapnya sembari tersenyum tipis dengan mata teduhnya yang sedikit bersinar ketika ditimpa mentari pagi.
“Hmm…”, Aku mengangguk dan tersenyum manis padanya.
Begitulah awal pertemuanku dengan dirinya hingga membuat pertemuan awalku ini menjadi sebuah benih cinta yang tumbuh di hatiku kini.

Pertemuan yang singkat bukanlah sekedar pertemuan. Namun, jika kamu merasakannya dan menikmati setiap detiknya maka pertemuan itu akan menjadi awal sebuah cinta yang akan hadir di hatimu.

Cerpen Karangan: Avi Liani
Facebook: Ghaida Avi Mercia
Nama saya adalah Avi Liani. Saya bersekolah di SMA N 1 AYAH. Kini saya duduk di kelas X. Saya mempunyai hobi menulis dan saya juga memiliki cita-cita untuk menjadi Penulis Novel Terkenal.

Cerpen Cintaku Berawal Dari Sebuah Pertemuan Yang Singkat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Sudah Lulus

Oleh:
Pekik kegirangan membahana di tiap sudut sekolahku. Aku hanya bisa melihat kebahagiaan dalam tiap jengkalnya. Tawa dan peluk yang akrab ada dimana-mana. Jadi, hari ini memang hari kelulusan kami!

Sebuah Rahasia

Oleh:
Jakarta semakin padat semakin hari. Tak ada cuaca yang cocok untuk ibu kota saat ini. Kemarau hanya akan membuat udara semakin panas. Efek rumah kaca, polusi knalpot, asap rok*k

Cinta Terpendam

Oleh:
“Cinta tak akan pernah salah memilih. Meski cinta ini tak pernah terungkapkan, tetapi cinta akan selalu terungkapkan ketika hati kita telah sama-sama disatukan” Digo merupakan teman Dini semasa SMP.

Lupa

Oleh:
Setengah sebelas malam. Yang biasanya aku sudah sibuk dengan dunia mimpiku, sekarang aku hanya bisa duduk terdiam. Mendengarkan suara kendaraan yang masih sesekali lewat di dekat kamar kost yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *