Classmate in Secret Love

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 31 July 2016

Hari senin yang ceria yang mungkin saja menjadi bahagia, dimana tepat hari ini adalah hari pertamaku mengenakan seragam berwana putih dan biru, ya di SMP.

“Ibu, Sheryl berangkat dulu. Assalamu’alaikum.” ucapku sambil mencium tangan ibu.
“Iya, Wa’alaikumsalam.”

Setelah sampai di sekolah…
Kulangkahkan kakiku sembari melihat papan kelas, setelah cukup lama berjalan akhirnya aku melihat papan kelas bertuliskan “VII. C” ya, itu kalasku.
Aku memilih duduk paling depan nomor tiga dari barat tepat di depan papan tulis. Aku duduk bersama pauline, gadis cantik, berambut lurus sebahu dan berpita pink dan baik hati pula.

Tidak ada pelajaran di hari pertama di sekolahku yang ada hanya perkenalan dan canda tawa, “Hari yang lumayan.” pikirku dalam hati. Oh ya, saat perkenalan tadi aku menulis semua teman sekelasku di buku tebal bersampul biru muda bertuliska “MY DIARY”, tiba-tiba timbul rasa untuk membuka kembali diary itu, ku buka diaryku dan pandanganku tertuju pada nama di angka 7 itu, ya tepat sekali ANGGA REYNALDI, aku pun coba mengingat wajahnya, namun apalah dayaku ini otakku tak mampu mengingatnya.

“Selamat pagi semesta!” sembari membuka jendela kamarku. Dan segera bersiap ke sekolah, tak lupa memasukkan buku pelajaran hari ini. Pelajaran hari ini adalah pelajaran yang cukup mematikan bagi sebagian orang, apalagi kalau bukan Matematika dan IPA yang dipenuhi rumus-rumus gila dan belibet.

Bel istirahat telah berbunyi keras mengusik telingaku. Aku tidak mencoba keluar kelas karena menurutku tidak ada gunanya ke luar kelas hanya untuk menukarkan sejumlah uang demi makanan karena aku sudah kenyang, lagipula aku juga tergolong anak yang cukup pendiam, jadi buat apa keluar kelas.
“Tett… tett… tett”
Bel istrahat telah berbunyi, kulihat nampak banyak orang bergemruduk karena mendengar bel.

The second lessons is Mathematic.
Kulihat guru berkumis tebal berkaca mata bernama Sutedjo masuk ke kelasku sontak membuat siswa terkejut dengan penampilannya yang cukup menyeramkan. “Don’t judge the book from the cover” itulah kata-kata yang tepat untuk pak sutedjo, ternyata pak Suted suka ngelawak bahkan kelucuanya tersebut melebihi Sule.
Kami diberikan 1 soal oleh pak Suted yang bisa dibilang susah pake banget.
“Hayo, anak muridku ada yang bisa menghajar soal ini sampai babak belur?” katanya.
“Wah, jangan pak! Nanti meninggal” kata adhif.
“Maksud bapak yang bisa mengerjakan soal ini.” sahutnya.
“Saya pak” terdengar suara di sudut kelas.
“Iya Angga, silakan maju”

Dia menuliskan jawaban dengan sangat serius yang memenuhi papan tulis itu, cukup belibet dan rumit bukan?
“Betul sekali, beri tepukan yang gemuruh untuk Angga!” ucap pak Suted dengan nada seperti juri DA di Indosiar.

Sejak saat itulah aku menyukai Angga. Tampan dan cerdas disisipi oleh kata sedikit sombong serta terlalu jujur adalah deskripsi yang tepat untuk Angga. Aku menyukai Angga diam-diam dan tak ada seorang pun tahu termasuk pauline, pauline juga menyukai Angga karena menurutnya Angga mirip Justin Bieber (menurutku juga sih)
Selama kelas VII ini aku belum pernah bicara dengan Angga sepatah katapun.

Pertengahan kelas 8 aku dan Angga juga belum pernah berbicara.
Di semester 2 ini kelas VIII. C masih di ajar oleh pak Suted di mapel Mathematic.
Pak Suted datang dengan wajah sumringah.
“Halo anak muridku masih ingat bapak, iya bapak yang baru keluar dari ONE FIRECTION” tanya pak Suted.
Seisi kelas meneriakan “Huhuhuhuhuhhh” dengan volume layaknya soun sistem kawinan.
“Sudah sudah, mari buat kelompok. Kelompok 1 ketuanya Ardina, kelompok 2 ketuanya Shofi, kelompok 3 ketuanya Tyan, kelompok 4 ketuanya Angga, dan kelompok 5 ketuanya Reza. Oh ya setiap ketua kelompok berhak menentukan 4 anggota kelompoknya” perintahya.
“Oke pak”
Semua ketua kelompok sibuk mencari anggotanya.
“Ryl, ikut kelompokku yuk!” pintanya padaku
“Hah. Serius?”
Ajakan itulah yang membuat aku merasa melting dan ngefly karena ajakan itu adala perkataan perdana yang dikatakan Angga kepadaku dan membuatku tak mampu menolak ajakannya. Selama berkelompok aku mengerjakan soal yang telah dibagikan Angga aku pun juga tidak bicara dengannya karena aku takut jantungku copot.

Tak terasa kelas 8 telah berganti kelas 9.
UTS 1 tengah dilaksanakan, saat itu Angga belajar tepat duduk di depanku, aku tak berani menatapnya sekali lagi aku takut jantungku copot.
Kudengar Angga berbicara dengan Aldo
“Orang di depanku ini juga cantik” katanya
“Siapa? Sheryl?”
“He’e”
Mendengar perkataan itu aku senyum senyum dan terkadang mencoba menahan senyum
Hal itu sangat mengejutkanku, bagaimana tidak terkejut. orang yang selama ini tidak pernah berbicara denganku bisa memuji diriku ini. Ohhh, kali ini jantungku benar benar copot.

Aku akan mempertahankan rasa tersembunyi ini sampai suatu hari nanti kita mengenakan seragam putih abu-abu dan tetap menjadi Classmate.

Cerpen Karangan: Eva Nugraeni
Facebook: Eva Comgirls

Cerpen Classmate in Secret Love merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Bersemi di Warung Mie Ayam

Oleh:
Aku mengenal Daniel sejak satu bulan yang lalu, ketika aku hampir tertabrak motor saat hendak menyeberang menuju warung mie ayam. Daniel pun menyelamatkanku. Setelah itu dia meminta nomor handphone-ku

Berkah Jadi Santri

Oleh:
Nama gue Sofi, gue siswa di salah satu Mts swasta di Kediri. Gue siswa yang lumayan bandel tapi juga lumayan pinter. Eitzh… bukan bermaksud sombong. Gue hidup serba kecukupan

Inikah Yang Dinamakan Sahabat?

Oleh:
“Sahabat adalah orang yang selalu menemani kita dalam suka maupun duka” adalah kata yang tak asing lagi untuk didengar. Kata tersebut mengingatkanku dengan seseorang yang “memanfaatku dengan sebutan sahabat.”

Aku Ingin Bertemu Sang Idola

Oleh:
Hari ini hari yang sangat cerah seperti hati seorang gadis ini, gadis ini bernama REVANI LENYANDRI PRASETYA, gadis kelahiran bandung ini sedang ingin pergi ke sekolah untuk menuntut ilmu,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *