Classmate In The Secret Love (Part 2) Did You Know That I Love You?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 17 November 2016

Aku Sheryl, seorang yang tak pernah mendapatkan balasan cinta dari yang seseorang yang sebenarnya selalu kuberi cinta.
Angga Reynaldi, seorang yang tiga tahun ini selalu kuberi cinta, seorang yang membuatku tak berhenti menatapnya dari kejauhan, seorang yang membuatku tak behenti mengaguminya dalam hati, seorang yang selalu mengisi otakku dengan namanya.

Aku bukanlah anak SMP lagi, kini aku telah beranjak dewasa dengan menjadi calon peserta didik di salah satu SMA favorit di kotaku.
Masa pendaftaran adalah masa dimana kita bertemu orang-orang baru dari sekolah yang berbeda, kulihat Angga juga mendaftar di sekolah yang sama denganku.

Telah datang hari dimana tepat hari ini adalah hari pengumuman siswa yang diterima dan tidak diterima. Aku tidak sama sekali deg-degan karena aku yakin aku pasti diterima. Menunggu papan pengumaman sangat lama sekali yang membuat aku dan kakakku duduk di bangku pohon, saat itu ada ibu paruhbaya duduk di sebelah kiriku yang kuketahui ibu itu adalah ibunya Angga. Kala itu Angga duduk di atas motor bersama teman-temannya di lapangan upacara sekolah yang langsung terpancar dengan sinar matahari pagi. Mungkin karena merasa kepanasan Angga pun menghampiri ibunya yang duduk di sebelahku, aku bersyukur sebab jantungku tidak akan copot walaupun deg-degan dengan sangat warbyazah karena Angga tidak duduk tepat di sebelahku melainkan duduk di sebelah kiri ibunya.

Setelah satu jam menunggu akhirnya papan pengumuman telah tiba, kakakku dan aku saat itu lari untuk melihatnya, ternyata betul aku memang diterima di sekolah itu, Angga juga diterima di sekolah itu dengan peringkat lebih sedikit di atasku.
Saat pembagian kelas betapa terkejutnya aku ketika mengetahui bahwa lagi-lagi aku sekelas dengan Angga. Oh my God, mampukah aku berhenti menatapnya, berhenti mengaguminya, dan berhenti memberikan cinta yang tak pernah terbalas.

Masa MPLS adalah masa yang membuatku bodoh di depan Angga. Bagaimana tidak? Saat itu Angga menyentuh pundakku dan berkata “Hey”
Saat itu aku hanya menaikan alisku, aku tak berani berbicara dengannya, aku takut aku tak bisa tidur. Kemudian Angga juga menaikkan alisnya. Entah apa yang kupikirkan saat itu kenapa dengan tiba-tiba aku menonjok lengan kanan Angga dan saat itu Angga hanya menatapku dengan pandangan yang sulit diartikan, aku sangat merasa salah tingkah dan merasa sangat bersalah.
“Oh, bodoh.. bodohnya aku, kenapa dengan diriku ini?” pikirku dalam hati.

Selain Angga aku juga menyukai salah satu teman sekelasku bernama Andre. Aku juga tidak pernah berbicara dengannya. Satu kalimat yang kuingat dari Andre adalah “Besok, pakai jilbab ya?”. Aku sadar dia bilang seperti itu karena dia terkenal dengan panggilan ‘pak uztadz’. Andre adalah salah satu orang yang selalu membuat seisi kelas tidak berhenti ngakak. Aku menyukai Andre tidak lebih dari Angga. Alasannya adalah Andre tidak lebih pintar dari Angga, karena aku lebih menyukai orang yang cerdas, cukup rasional kan?, namun alasan utamanya adalah Andre lebih dekat dengan teman SMP ku dan sekarang juga masih sekelas denganku.
“Oh, malangnya aku”

Satu minggu telah berlalu, hari ini adalah minggu kedua adanya KBM. Tepat selesai upacara aku duduk di bangku paling belakang nomor satu dari barat bersama temanku Yulia, satu-satunya teman akrabku di kelas. Tiba-tiba Angga duduk di depan bangkuku dan tiba-tiba juga dia bertanya padaku.
“Ga kangen temen SMP?”
“Hm gak” jawabku singkat (mencoba menahan detak jantung yang semakin meledak-ledak bagaikan petasan tahun baru).
“Berarti… kamu gak kangen aku?” tanyanya lagi yang membuatku semakin tak karuan.
“Hih, gak lah” kataku pelan.
“Heleh, sebenernya dalam hati kangen, tapi malu ngakuin, ya kan?” tanyanya kembali yang semakin mampu membuatku tak bisa tidur.
“Gak” jawabku semakin pelan.

Tiba-tiba Yulia berdiri dan mengisyaratkan bahwa dia memberi ruang untuk Aku dan Angga, sontak aku menarik seragam Yulia untuk menahannya tidak menjauh.
“Ets, mau kemana? Disini aja?” pintaku.
“Aku mau kesana bentar” jawabnya
“Udahlah, sama temen SMP biasa aja” kata Angga.
Saat itu aku tidak ingin salah tingkah di depan Angga sehingga aku lepaskan tanganku yang memegang seragam Yulia. Dan Yulia menuju tempat duduk yang kosong di sudut kelas. Saat itu aku melamun dan berkata dalam hati.
“Hey, taukah kamu kini kurindu, rindu kepadamu Angga, hey kuharap kamu pun mengerti, kuingin kau disini, tertawa bercanda dan bahagia, saling isi hati dengan cinta. Tapi itu semua itu gak mungin terjadi walau ada yang mengatakan bahwa IMPOSSIBLE IS NOTHING, Oh ya sudahlah mungkin ini memang takdirku mengagumi tanpa dicintai, tak mengapa bagiku mencintaimu pun adalah bahagia untukku, telah lama kupendam perasaan ini menunggu hatimu menyambut diriku, tak mengapa bagiku mencintaimu pun anugrah dalam hidupku. Kuingin kau tahu diriku disini menanti dirimu. I love you but did you know that I love you?”

Cerpen Karangan: Eva Nugraeni
Facebook: Eva Comgils

Cerpen Classmate In The Secret Love (Part 2) Did You Know That I Love You? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


You (Part 1)

Oleh:
“Konichiwa!!! I am Chila Ozora Shibuki. Please call me Ozora. I am form Japan – Tokyo. Nice too meet you!” Ucapku. Aku memang baru pindah ke Indonesia. Rambutku panjang

Booming Film

Oleh:
Hai gan! Kenalin nama gue Dinda Mutiara Az Zahra. Lo dapet panggil gue Dinda. Gue itu … jujur aja ya, gue sekarang suka ikut-ikut yang lagi booming. Bulan lalu

Duit Sejuta

Oleh:
10 April 2014 Membahagiakan sekali! Akhirnya bulan depan gue bisa nonton konser penyanyi andalan gue Olga Syaputra JUSTIN BIEBER. 2 tahun yang lalu, Justin konser di Jakarta. Tapi, pas

Kelas Penuh Kejahilan

Oleh:
Kami adalah murid kelas 8 Jahil. Itulah sebutan untuk kelas kami yang penuh kejahilan. Namaku Eldo dan tak hanya aku saja yang jahil di sini. Banyak kawanku, laki-laki atau

Perspektif

Oleh:
Mega-mega lembayung yang berkelindan dalam cakrawala sudah hampir menjelma menjadi hitam. Mentari pun perlahan mulai muak dengan langit dan segala isinya, hingga ia perlahan-lahan turun dari singgasananya. Tapi tidak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *