Dia Dan Sahabat Ku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam)
Lolos moderasi pada: 1 March 2016

Malam yang dingin, tanpa seorang pun yang tahu apa yang ku rasakan. Hangatnya dekapan seorang sahabat pun tak kunjung hadir. Hanya rasa bingung, bimbang, dan jenuh yang kian hadir dalam hari-hari ini. “Sampai kapan terus begini?” tanyaku pada langit-langit kamar. Mungkin saat ini, hanya mampu merenung dan memikirkan apa yang patut dilakukan. Hari semakin malam, suara tawa dan canda dari seberang tak terdengar lagi olehku. Hanya hentakan kaki yang menuju kamarku terdengar. Ketika ku bangkit dari tempat tidur hendak buka pintu kamarku, ternyata sahabatku Erni yang datang. Dia datang dengan wajah yang ceria dan langsung tertawa terbahak-bahak akibat ulah konyol temannya. Seiring cerita demi cerita, tak satu pun cerita yang dapat aku pahami. Aku terdiam tanpa kata. Dan sahabatku menghentakkan aku dengan pertanyaan.

“Sejak kapan kau mulai suka dengan dia?” Kaget dan bingung ketika Erni melontarkan pertanyaan itu. Kembali ku tanyakan padanya. “Maksudmu apa Er? Aku nggak ngerti siapa yang kamu maksud.” Dengan bertanya kembali Erni pun menceritakan apa yang ia tahu tentang hal lelaki misterius. Ia mulai cerita panjang lebar tentang si misterius.

Seusai Erni menyampaikan hal itu padaku, aku menyambung cerita tersebut dan mulai terjawab olehku satu persatu pertanyaan yang dilontarkannya. Erni kaget saat mengetahui hal itu dan mulai mengibaskan rambutnya ke belakang. Erni pun merasa tak enak denganku, karena selama ini ia sering jalan bareng sama pria misterius. “Hahaha..” aku pun tertawa dan senyam-senyum karena omongannya yang begitu. “Ya ampun, kamu ini loh Er, kayak nggak tahu aja deh. Nggak mungkinlah aku marah sama kamu. Secara kamu kan teman aku, santai aja. Aku nggak apa-apa juga.”

Ketika, Erni terlelap aku kepikiran si misterius. “Kenapa coba aku bisa suka, dan kagum sama dia? Dibilang ganteng, Kagak. Di bilang keren. Nggak juga.”
“Terus apa dong yang buat aku suka dan kagum sama dia?” Pertanyaan demi pertanyaan menghampiri kepalaku. Aku semakin bingung dengan keadaan ini, setiap ketemu dia hanya bisa ribut, saling ngeledek dan ngbully satu sama lain. Dan berbeda dengan sahabatku kalau lagi ketemu sama si misterius, pasti selalu aja ada yang dibahas. Nah, aku mau apa atuh. Hehehe.

Mata sayup, udara yang semakin malam semakin dingin, tanpa disadari jam telah menunjukkan pukul satu malam. Erni sahabat aku dan dia pria yang mengagumkan, mereka menjadi teman baik buatku. Di satu sisi aku belajar untuk tidak terlanjur sayang pada si misterius, di sisi lain aku bertanya-tanya, “Apa sahabatku juga ada rasa yang beda sama dia? atau mungkin si misterius mengagumi dan menyimpan rasa pada sahabatku Erni?”

Jika memang benar adanya, aku harus bisa tetap menyimpan rasa itu tanpa diketahui oleh si misterius. Betapa sesaknya dada ini hendak bernapas, sedih sih dengan keadaan ini. Tapi, tak ada yang dapat ku lakukan selain berdiam diri, menutupi perasaan dan melihat sahabatku selalu bersama dia. Aku merasakan bahwa salah satu dari mereka ada yang yang menyimpan rasa, untuk itu aku sebagai teman baik harus mampu untuk menerima yang terjadi sekarang. Walaupun sedikit sedih, aku bersyukur dengan hal ini. Aku bisa bersikap dewasa melalui hal itu.

Terbesit di dalam hati dengan seorang sahabat bernama Juli yang berbesar hati dan bersikap dewasa melalui hal seperti ini. Sekarang aku merasakan apa yang pernah ia berikan padaku. Walaupun ia tahu bahwa aku tak ada rasa pada pria yang ia sukai dan menyayangiku. Butuh waktu lama untuk bisa menerima dan menghargai atas sikap dan dukungan sahabatku Juli. Waktunya sekarang aku untuk lebih dewasa dari sahabatku. Terima kasih atas segala kasih dari kalian sahabatku dan lelaki misteriusku.

Cerpen Karangan: Era Elfriana Sitanggang
Facebook: Eraelfriana Sitanggang

Cerpen Dia Dan Sahabat Ku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sekotak Roti Untuk Marsya

Oleh:
Marsya datang lebih pagi, begitupun revan yang selalu mengendarai sepeda motornya sengan kecepatan kilat. Belum lama marsya masuk ke dalam kelas, revan sudah datang. “selamat pagi marsya, ini. Maaf

Pilihan Hati

Oleh:
Sudah Lima tahun aku bersamamu. Bersama dalam Cinta namun dilingkari dengan Duka. Cinta ini hanya aku yang tau, hanya aku yang temukan dan hanya aku yang rasakan. Tak mengapa,

I Really Love You

Oleh:
Ingin kuakhiri semua ini, namun aku hanya bisa menatap senyumannya yang selalu terpancar di wajahnya… “Hai” seseorang telah mengagetkanku dari lamunan. “ada apa? Kamu membuat aku terkejut” “kamu liat

Ekspektasi Hati

Oleh:
“Pakai ini ya, Ta! Nanti malam, aku jemput. Sekitar jam 7 lah.” Mulutku sedikit terbuka melihat ia menyerahkan satu bingkisan yang tak kutahu isinya. Mungkin jika aku bisa melihat

Ingatan Yang Pertama (Part 2)

Oleh:
Setelah aku masuk ke dalam bis, benar saja, Ribka duduk di dekatku, hanya terpisahkan oleh gang di dalam bis. Gary mengabsen semua mahasiswa di dalam bis dan setelah selesai,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *