Finding Love (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 21 November 2017

“Hay Lis?” Sambil menepuk bahu dan tersenyum kearahku “eh iya? Kak Dio, loh? Ada apa?” Sungguh terkejut karena cowok yang paling keren dan tampan se SMA Nusa Bakti menyapaku “Mau gak! pulang bareng kakak?” Wahh apa dia gak salah ngajak aku buat pulang bareng? gumam hati yang bingung “Ngajak aku?” “Ya iyalah!” Dengan suara seperti menyentak. Aku Hanya mengangguk sambil tersenyum malu kepadanya, gak ada kata kata yang sanggup diungkapin saking bahagianya serasa bunga bunga melayang lanyang di kepalaku.

“Oy Lis bengong aja lu, senyam senyum sendiri lagi, lu sehat kan?” seraya Memegang kepalaku. ” Ah, eh kamu va, ya sehatlah” agak nyolot kepadanya karena kaget. Ah sial ternyata cuman khayalanku yang berlebihan bisa diantar pulang sama kak Dio, mana mau dia ngajak pulang bareng samaku, Aku cuman cewek berkacamata dan berpenampilan norak dalam pikirku, seraya melihat kak dio sedang memarkirkan motor ninja warna merahnya di parkiran.

Aku sudah lama suka sama kak dio, tapi aku cuman menyukainya dalam diam, kamarku yang penuh dengan photonya selalu aku lihatin sebelum tidur, pikirku kali aja aku mimpiin dia hehe.

Hari Sabtu – Minggu SMA Nusa Bakti mengadakan acara persami, aku segera menyiapkan keperluan buat besok “hmmm, semuanya udah beres, tinggal tidur nunggu besok deh” dengan hati gak sabar.
Pagi Ini siswa siswi SMA Nusa bakti bersiap di depan Bus dan guru killer pak Tono mengabsen dan membagikan kelompok “Kelompok satu adalah Reno, Diva, andre blabala pembimbingnya kak Abilla!”. Tak kusangka sangka ternyata aku di kelompok empat betapa bahagianya karena pembimbing kelompokku adalah kak Dio.

Di tempat Persami kita berkumpul perkelompok dan membuat tenda. Waduhh aku belum pernah ngediriin tenda payahnya lagi di kelompokku gak ada yang bisa mendirikan tenda akhirnya kak Dio pun datang dan bantu kita mungkin karena dia risi liat kelompok bimbingannya kacau. “Gimana sih kalian masa gini aja gak bisa sih!” “Maafin kak maklum baru kali ini ngediriin tenda” rike selaku ketua kelompok menjawab ucapan kak Dio.

Tenda udah berdiri tegak tanpa basa basi Kak Dio kembali ke Tenda pleton khusus panitia dan pembimbing, “Kak Dio ganteng amat sih, apalagi kalo dia ketawa bikin ati meleleh dah” gerutu suara hati sambil melihat kak Dio ketawa terbahak bahak karena becanda bersama panitia panitia persami.

Acara Malam yaitu Api Unggun, sungguh hangat karena kebersamaan sangat terasa. Dikejutkan dengan suara sirine pak Killer dengan kumis tebalnya memanggil dengan megaphonenya “Dalam hitungan 10 menit perwakilan anggota kelompok harus sudah ada di sini lagi menggunakan baju PDL” dengan keadaan panik
“Siapa yang mau jadi perwakilannya? kamu aja ke?” Suasana menjadi panik
“Gak ah kamu aja liss. Aku lagi gak enak badan, kalian setuju juga kan kalo alisa aja yang jadi perwakilannya” mereka pun mengangguk pertanda setuju.
“Ah sial kenapa hrus aku? Ya sudah lah mau apa lagi” gerutu dalam hati sambil memakai baju PDL.

“Cepat Cepat sepuluh.. Sembilan..” Pak killer menghitung mundur dengan menggunakan megaphonenya membuat suasana seperti sedang terjadi tsunami hahaha “kita akan melakukan penjelajahan malam setiap perwakilan kelompok dibimbing dengan pembimbingnya” pak killer dengan suara sentaknya. Benar benar hari ini sangat spesial aku bisa menghabiskan waktu dengan kak Dio hahaha ini bukan modus tapi ini anugerah cinta hehe.. Para kaum hawa yang melirik sinis kepadaku yang berarti sirik tapi apa daya kak Dio bersamaku.

Penjelajahan pun dimulai memasuki kawasan hutan “lu jangan jauh dari gua!” Peringat kak Dio kepadaku “iya kak” mengangguk lugu sambil menyorotkan senternya, kita menyusuri hutan mencari pos-pos.

Di tengah perjalanan aku sudah gak tahan buat buang air kecil “kak aku kebelet pengen buang air kecil” “ya udah sana jangan lama” kata kak Dio, entah apa di pikiran kak dio dia mengerjaiku dengan bersembunyi di semak semak. “Kak Dio?” Memanggil kak Dio dengan hati yang takut aku berjalan entah ke mana di dalam hutan kak Dio tidak menjawab sahutanku.
Kak Dio pun keluar dari persembunyiannya dan menyalakan lampunya lagi “Alissa? Di mana lu?” Panik karena mencariku, kami pun terpisah. Aku yang ketakutan karena gelap akhirnya menangis “Aku di mana? Mah takut! Kak Dio di mana?” Sambil tersedak sedak menangis.

Akhirnya kak Dio menemukanku dan menghampiriku “lu ke mana aja sih? Cape nyariin lu tau! Udah jangan nangis! Yuk lanjutin lagi perjalanannya” dengan suara resenya kak Dio mengulurkan tangannya, Aku pun berdiri lagi, dan berniat melanjutkan lagi, entah apa yang terjadi. Senter kami kehabisan daya ahhh sial pikirku. aku ketakutan, akhirnya aku dan kak Dio mengurungkan niat melanjutkan perjalanan karena kami ketakutan akan bahaya tanpa penerangan.

Kami pun duduk bersender di Pepohonan rindang, karena malam yang terlalu larut Aku pun tertidur di bahu Kak Dio, kak Dio yang tidak sadar karena tidur lebih dulu dari padaku dia tak menghiraukannya..

“Lohh Alisa sama Dio mana? Ko belum datang juga?” Pak killer mulai memanik
“Mungkin masih di perjalanan pak?” Jawab Samuel temannya. Semua Mulai Panik karena aku dan kak Dio.
“Yok kita cari? Kalian bantu Bapak mencari mereka”

“Dio? Lisa? Dio Oyyy? Lisaa Di mana lu pada?” Keadaan begitu panik.

Akhirnya salah satu teman Kak Dio menemukan Aku dan Kak Dio dengan senternya yang menyorot ke arah mataku sungguh begitu silau.
“Pak, Guys Dio sama lisa ini udah ketemu”, dengan terkejutnya aku, karena aku tertidur di bahu Kak Dio, dan kak Dio pun terkejut, suasana itu begitu aneh.
“Kalian Ke mana saja sih kelompok lain sudah berkumpul kalian malah asik berduaan” sentak pak killer.
“Nggak pak! Senter Kami kehabisan Daya” mencoba meluruskan situasi.

Cerpen Karangan: Pipih Siti Rodiah
Facebook: pipihsrodiah
Pipih Siti Rodiah
Lahir di Sumedang, 08 April 1999. Menuangkan imajinasi dalam sebuah cerpen adalah bentuk dari kreasi. Bukan hanya cerita tentang percintaan tapi akan terus di kembangkan melalui cerita insfiratif lainnya.

Cerpen Finding Love (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Piggy Bank For You

Oleh:
“Kau masih ingat saat dulu aku pernah menyenggol minumanmu hingga tumpah. Untung kau tidak marah waktu itu.” “Oh ada lagi, saat aku tanpa sengaja membawa pulang bukumu sampai kau

Tak Bisakah Kau Menunggu

Oleh:
Aku dan dia. Entah apa sebenarnya kami, jika dibilang pacaran kami tidak mempunyai hubungan apa-apa. Tapi dibilang bukan pacaran pun bukan, karena kami tahu saling mencintai satu sama lain.

Cerita Keihidupan Biasa Saya

Oleh:
Satu untuk semua, tindakan ‘heroic’ dimana satu orang mengorbankan dirinya untuk kepentingan orang lain, atau itulah yang mereka sebutkan dan secara bodohnya mempercayai hal tersebut. Yang mereka sebut satu

First Love (Memori)

Oleh:
Kusandarkan lenganku pada kusen jendela. Mataku terus menatap hening pada kanvas hitam di hadapanku. Satu pendar cahaya bintang menyeretku kembali pada masa lalu, yang tak pernah aku lupakan. Masa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *