Hadirnya Sang Abang Dalam Kehidupanku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam)
Lolos moderasi pada: 11 November 2016

Waktu itu aku masih kelas 2 SD, aku termasuk orang yang memiliki banyak teman dulunya. Di antara teman-temanku itu, ada yang berteman sama seorang abang itu. Nama temanku adalah Rahma, dan nama abang itu Iqbal. Waktu itu dia masih kelas 6 SD. Dan aku belum terlalu kenal dengan abang itu.

Tapi lama-lama aku kenal dengan abang itu. Semenjak Rahma mengajakku bermain ke rumah abang itu pas sepulang sekolah. Kami tidak takut pergi ke rumah abang itu, soalnya abang itu anak yatim piatu. Dan abang itu sangat baik. Dia selalu mengajak kami bermain. Walaupun di sekolah kami tetap bermain bersama. Aku nggak tau apa dia malu bermain sama kami? Tapi keliatannya tidak. Malahan dia yang mengajak kami bermain.

Saat itu aku sangat polos. Aku belum mengerti apa-apa. Saat ia masuk kelas, ia selalu mencium pipiku. Andai dulu aku mengerti dengan semuanya, mungkin aku akan marah, atau menamparnya. Tapi itu sudah terjadi, dan sudah lewat. Pas hari sabtu, aku sudah boleh pulang dan menunggu papa menjemputku pulang. Saat papa menjemputku pulang, aku tidak ada di lantai bawah, Tapi waktu itu aku masih di lantai 2 saat aku lihat papaku pergi, aku pun berteriak memanggilnya. Tapi tidak terdengar olehnya. Dan aku pun menangis. Saat aku menangis, abang itu menghampiriku. Dan dia bertanya “kamu kenapa menangis?” “papaku pulang lagi, aku bingung mau pulang dengan siapa? aku takut pulang sendiri Dengan siapa aku pulang? Aku bingung.” Jawabku sambil Menangis. lalu abang itu berkata dia akan mengantarkan aku.
Lalu aku diam dan lansung menjawab “baikklah” dan dia pun mengantarkan aku dengan sepeda.

Pas di dekat warung, yang jaraknya 10 meter dari rumahku, aku minta ke dia untuk berhenti. Lalu ia bertanya “apa rumah kamu disini?” tanya dia. “Tidak, rumahku bukan disini. Tapi rumahku masuk ke gerbang merah putih itu” jawabku. “Tapi kenapa berhenti disini?” tanya dia lagi. “Aku takut, nanti mama marah kepadaku” jawabku. “Oh, ya sudah, pulangnya hati-hati ya. Abang pulang dulu dadah” jawabnya sambil mengayuh sepedanya.

Setiba di rumah, mamaku bertanya “dengan siapa kamu pulang nak?” “aku diantar temanku ma,” jawabku. “Terus dimana dia sekarang?” tanya mamaku “dia sudah pulang ma, aku cuma minta dia untuk antarkan aku sampai di warung saja.” kataku lalu aku masuk ke kamar.

Keesokkan harinya, dia datang ke rumahku, waktu itu ada mamaku. Lalu mamaku bertanya “ada perlu apa kesini??” lalu aku langsung jawab “ma, mama… Itu teman aku, satu sekolah denganku dia yang mengantarkan aku pulang waktu itu ma,” lalu mama berkata “apa benar kamu satu sekolah dengannya?” “iya tante” jawab abang itu. Lalu mama mempersilakan dia masuk ke rumah.

Setelah itu kami bermain. Sudah 2 jam kami menghabiskan waktu bersama, dia pun pulang. Dan keesokkan harinya, dia datang lagi ke rumahku, dan hampir setiap hari ia ke rumahku untuk bermain denganku. Dan sampai akhirnya dia dekat dengan orangtuaku. Dan kami berteman akrab, Kami selalu makan bersama, bercerita bersama. Bahkan papaku mengajaknya untuk pergi ke Water Boom bersama. kami selalu bersama sampai akhirnya aku suka dengannya walau aku nggak berani ngomong sama dia.

Dan setelah lama kami bersama, akhirnya kami berpisah, karena dia akan melanjutkan sekolahnya ke SMP dan aku naik kelas 3. Ya, walaupun sekolahnya dan sekolahku berjarak 2 meter. Tapi kami tetap jarang bertemu.
Sampai akhirnya dia melanjutkan sekolahnya ke SMA. Pada saat itu aku masih kelas 5. Nggak beberapa bulan kemudian, aku mendengar kalau dia sudah menikah. Jujur, aku sangat sedih.
Soalnya sejak aku kelas 2 aku sudah suka denganya. Tapi aku heran kenapa secepat itu? Dan aku pun tidak percaya. Lalu aku mengatakanya kepada mama dan papaku. Dan tenyata mama papaku kaget, dan tidak percaya akan hal itu. saat itu orang juga banyak bicara tentang hal yang sama. Dan aku pun baru percaya.

Sampai hari ini aku sudah kelas 2 SMP. Dan sekarang aku masih menyukainya. aku ngak tau, kenapa aku masih menyukainya. Padahal dia sudah ada yang punya. Andai saja aku tau hal ini akan terjadi, mungkin sejak lama aku sudah mengungkapkan perasaanku ini.

Cerpen Karangan: Zahara Katifa
Facebook: Zahara Latifa

Cerpen Hadirnya Sang Abang Dalam Kehidupanku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Can’t be Together

Oleh:
Aneh memang. Meski aku sudah tau bahwa dia sudah tak sendiri lagi tapi entah mengapa aku tetap mengharapkannnya dan tetap menginginkan dirinya. Meski berulang kali aku mencoba tetapi tetap

I’m not a PHO

Oleh:
“Kukuruyukk…” ayam pun berkokok tanda pagi pun menjelang “Huahhh, udah jam 06.00. siap siap dulu ahh..” sirfa bangun dari tempat tidurnya. Gedebak gedebuk kesana kesini hingga selesai untuk pergi

Dalam Diam Aku Mencintaimu

Oleh:
Sang surya kembali menapaki ranumnya pagi, kala itu aku sedang mempersiapkan diriku untuk mengikuti kegiatan lintas alam yang dilaksanakan oleh kampus sebagai tanda penutupan Ospek. Setelah menyiapkan semuanya aku

About Hope

Oleh:
Malam ini masih dalam jam dan suasana yang sama. Aku duduk dan lagi lagi kembali duduk di balkon rumahku, dengan ditemani secangkir kopi hangat berkaramel, seperangkat alat tulis, semangkuk

Aku, Kamu dan Dia

Oleh:
Sore yang indah dengan paparan cahaya senja yang menyinari. Saat itu di lapangan, Aldi sedang asyik latihan bermain bola bersama teman-temannya. Sambil istirahat dan sesekali meneguk air yang sudah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *