Hari ini

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam)
Lolos moderasi pada: 25 October 2017

Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Saatnya murid sekolahku pulang. Dengan perasaan sebal, kulangkahkan kakiku menuju rumah, menjauhi area sekolah.

“Tuh guru nyeremin banget, ya?! Kalem sih orangnya, tapi galak!” Ucap Tina, sahabatku. “Iya. Rasanya ini hari paling sial buat gue deh!” Timpalku dengan nada suara yang berapi. “Loh? Emang kenapa?” Tanya Tina heran. “Ya, hari ini itu paling sial buat gue! Pertama, jangka gue ilang! Busur gue juga bernasib sama! Ditambah lagi, pas pelajaran terakhir kita diawasin sama guru paling killer! Eeuuu…! Rese!” Ucapku menceritakan semuanya pada Tina. “Tapi, kesialan lo yang terakhir berlaku buat semua murid kelas kita, deh kayaknya!” Ucap Tina dengan nada suara yang menggodaku. “Iyaaa…!” Jawabku sebal.

Belum sampai di depan gerbang, aku sudah diberikan pemandangan indah. Ronald. Pria yang aku puja selama ini. Setidaknya dia adalah mood booster untukku. Tanpa sadar aku tersenyum.

Setelah melewati gerbang sekolah, aku yang masih setia menatapnya dari belakang melihat ia berpisah dengan sahabatnya. Rumah mereka tak searah. Tepat setelah itu, aku dan Tina berjalan di belakang Ronald. Entahlah, tiba tiba tali sepatuku lepas. Yang mengharuskanku untuk segera menalikannya.

“Tin, bentar. Tali sepatu gue lepas, nih!” Ucapku pelan. “Bentar, nanti aja! Setelah kita nyeberang!” Jawabnya yang membuatku mendumal. “Ih, gak mau! Gimana kalo gue nginjek tali sepatunya? Terus gue jatoh? yang liat gue jatoh malah pada ketawa lagi! Jangan sampe! Miris banget, kan gue nantinya!” Cerocosku yang membuat Tina tertawa. Aneh, entah mengapa jika aku berada dekat dengan Ronald aku malah semakin bawel. “Udah, buruan!” Ucap Tina menarikku menuju mobil jemputan.

Aku senang walau hanya menatapnya dari jauh. Tapi aku akan sedih jika dia tak nampak di hadapanku. Sehari saja.
Aku akan menunggu hingga waktu berkata, “Kalian harus bersatu”.

Cerpen Karangan: Hana Nur A
Facebook: Hana Nur Aini

Cerpen Hari ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Puisi Jatuh Cinta (Part 2)

Oleh:
“Bagaimana kamu tahu, cintamu tak terbalas?” Tanya Andini, heran. “Mungkin dia mencintai orang lain” jawab Armo, “Sekarang jawab pertanyaanku tadi” katanya kemudian. “Aku tidak tahu apakah puisi ini menggambarkan

Mulut Yang Terbungkam

Oleh:
Kulihat seorang laki-laki yang sangat tampan dan cerdas berjalan melewatiku. Hatiku berdegup kencang seakan-akan mau pecah saat ia menyapaku. “Hai” Aku hanya membalas senyuman dan tidak bisa berkata apa-apa.

Istimewa (Part 1)

Oleh:
“Woy! Apaan tuh merk tas lo?” Aku berdecak sebal mendengar sorakan cowok yang memakai ninja hitam tanpa helm tersebut, aku bahkan tidak mengenalnya. Seenak jidatnya saja menanyakan merk tasku

Rasa Terpendam

Oleh:
Safanya, itulah yang aku tahu tentang namamu, pertama aku melihatmu, mataku seolah tak bisa berkedip, seperti melihat pelangi yang indah di atas sana, aku tahu namamu dari ibumu, ibumu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *