Hello To Myself

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 25 January 2017

Quqila

Mataku menatap sesosok pria yang sedang asyik memainkan piano, sambil sesekali aku menuangkan pemandangan indah itu pada secarik kertas yang kugenggam.

Pria itu adalah Kevin. Ya, aku menyukainya sejak kelas 7 SMP dan sekarang aku sudah kelas 12 SMA. Enam tahun aku menyukainya dan kami tidak saling mengenal. Kami selalu satu sekolahan entah ini takdir atau hanya kebetulan dan sekarang kami sekelas.

Kevin menyudahi bermain pianonya. Dengan ending meletakan kepalanya di atas tuts piano dan menghasilkan bunyi yang memekakkan telinga.
Dari kejauhan aku bisa melihat bahunya berguncang kencang. “Dia menangis?” batinku penuh tanya. Rasanya ingin sekali aku menghampirinya, memeluk bahunya dan memberikannya semangat. Tapi aku tahu itu tidak akan pernah terjadi.

Tanganku mengulung kertas berisikan lukisan sosok Kevin dan segera beranjak mendekatinya. Entah dorongan apa yang membuatku menghampirinya.
Aku menghentikan langkahku tepat di belakangnya, mengulurkan tanganku untuk menyentuh bahunya tapi gerakanku terhenti. Mataku menatap Kevin yang kini terlelap, pipinya basah oleh air mata.

Tangan kananku menyentuh rambutnya ragu-ragu. Sontak Kevin membuka matanya dan tangannya menangkap tangan kananku. Aku terkesiap.

“Kau? Apa yang kau lakukan?”
“Tidak, aku hanya…” Aku panik dan mengambil ancang-ancang untuk kabur.
“Hei!!!” teriaknya melihatku berlari keluar ruangan musik.

Aku menghentikan langkahku saat aku telah sampai di kelasku. “Bodoh!” gumamku seraya duduk di bangku ku.
“Aku tidak akan muncul di hadapannya lagi!” tekadku saat melihat Kevin berjalan memasuki kelas dan duduk dengan wajah yang diletakan pada meja.

6 bulan kemudian…
Ucapan selamat terdengar di mana-mana. Ya, mereka semua saling berpelukan dan memberikan hadiah merayakan kelulusan mereka. Sedangkan aku hanya duduk di bawah pohon menatap hasil ujianku yang hampir sempurna. Tidak ada yang memberikanku hadiah.

Kevin…
Sontak pandanganku kusapukan keseluruh penjuru lapangan. Di mana dia? Kenapa dia tidak merayakan kelulusan? Dan akhirnya mataku menangkap sosok itu, sosok yang kucari-cari sedari-tadi. Kevin tengah berfoto bersama kedua temannya. Dia terlihat bahagia.
Aku menghembuskan nafasku. Andai aku bisa memberikannya ucapan selamat, memberikannya hadiah sebagai kenang-kenangan. Mustahil. Aku hanya bisa tersenyum menatapnya dari kejauhan.
Selamat tinggal Kevin..

Kevin

Aku menatapnya dari kejauhan. Dia tengah menatap kertas hasil ujiannya dengan senyum lebar. Hasil ujiannya hampir sempurna, dia benar-benar hebat.

“Kevin, ayo foto!” ajakan itu memaksaku memalingkan pandanganku ke lensa kamera. Haah! Andai aku bisa berfoto bersamanya, itu akan jauh lebih menyenangkan.

Ya, aku menyukainya sejak aku kelas 1 SMP. Tapi aku tidak pernah berani menyatakan perasaanku padanya. Ia selalu menyendiri dan sangat pendiam, membuatku binggung bagaimana cara untuk mendekatinya.

Terakhir, saat aku bertengkar dengan ayahku, aku memainkan piano dengan sangat emosi. Aku benar-benar lelah melihat ibu dan ayahku selalu bertengkar. Tapi, saat itu aku merasakan tangan seseorang mengusap rambutku dan itu adalah Quqila.

Aku tidak mengerti mengapa ia melakukan hal itu. Tapi, aku benar-benar senang dan menuliskan kejadian itu pada buku harianku. Aku berharap ia tahu perasaanku.

Selamat tinggal Quqila.

Cerpen Karangan: Lulu Asih Dwi Setyawati
Nama: Lulu Asih Dwi Setyawati
TTL: Jakarta, 25 januari 2002
Alamat: Jln tole iskandar. Depok

Cerpen Hello To Myself merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Teman

Oleh:
“Kita kan berteman, Lisa.” Itu adalah kalimat andalan Bayu. Dan entah kenapa kalimat itu selalu membuat hati aku sakit. Kata ‘teman’, yang seharusnya aku syukuri terdengar sangat menusuk di

Perasaan Terpendam

Oleh:
Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi, seluruh siswa berhamburan ke luar kelas masing-masing, begitu pun dengan aku, aku segera mengemasi barang-barangku lalu ke luar dari kelas dan menemui temanku

Pengagum Rahasia

Oleh:
Namaku Galuh, aku bukan siapa-siapa di dunia ini. aku hanyalah Galuh Argaja, seorang laki-laki miskin dari sebuah desa yang sederhana yang mempunyai hobi fotografi dan mengembara. Saat ini aku

Phobia (Part 2)

Oleh:
Aku bosan Cuma duduk doang disana. Bokongku sudah panas untuk beranjak pergi. Pemandangan di perumahan ini cukup membuat hatiku damai. Ada lapangan sekaligus taman kecil yang cocok untuk budak-budak

Momen Malam Tahun Baru

Oleh:
31 Desember 2014 Seperti tahun kemarin aku selalu membawa handphone di setiap aku pergi. Karena ini malam dimana akan ada pergantian tahun biasanya teman-temanku akan memenuhi Berandaku dengan kata-kata

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *