Hidupku Berawal Dari Sini

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 19 June 2017

Kenalin namaku Sharita Sania, di sekolahan aku sering dipanggil dengan Rita. Aku duduk di kelas 3 SMP, waktu itu umurku masih 13 tahun yang lebih muda dari teman-temanku karena mereka sudah berumur 14 atau 15 tahun. Tapi jangan salah, meskipun umurku termuda di kelas tetapi aku dikenal sebagai anak yang paling dewasa di sana, aku sangat senang karena begitu dihormati oleh teman-temanku.

Suatu pagi aku terlambat masuk sekolah karena pagi itu tidak ada yang mengantarku sehingga aku harus menunggu ayahku yang sedang bekerja di ladang. Aku berlari sekuat tenaga menuju kelasku karena aku tahu pagi ini jam pertama adalah Bu Harsiwi dan Bu Harsiwi tidak akan memaafkan murid yang terlambat.

Aku berlari sampai tidak melihat ke arah depan karena aku sibuk menata buku-buku paket yang aku bawa. Tiba-tiba aku terhenti dengan langkahku karena aku menabrak seorang cowok yang tak aku kenal. Aku menjatuhkan makanan yang ia bawa dan semua buku-bukuku juga jatuh.
“Aku minta maaf, sungguh aku benar-benar tidak sengaja, maafkan aku.” kataku dengan rasa bersalah.
Dia sama sekali tidak menjawab, dia terus diam dan terus mengumpulkan makanan dan bukuku, kemudian buku itu diberikan kepadaku, sementara aku masih bingung melihat sikapnya. Dia memberikan buku-buku tersebut kepadaku kemudian pergi meninggalkanku.

Setelah aku sampai di kelas teenyata Bu Harsiwi sudah ada di sana. Ketika aku sangat gugup, aku tak berani masuk ke dalam. Aku menoleh ke belakang dan ternyata cowok tadi sedang memandangiku, saat aku melihatnya dia mengangguk kepadaku. Aku mengerti apa yang dia maksudkan, ia sedang menyakinkanku untuk segera masuk ke dalam kelas.
Dengan melihat anggukannya aku merasa tidak takut lagi, kemudian aku mengetuk pintu jelas. Bu Harsiwi mempersilahkanku, dan aku segera mendekat ke hadapannya.

“Maaf Bu…” belum sempat aku melanjutkan perkataanku Bu Harsiwi sudah memotongnya.
“Sudah sana kamu langsung duduk saja, saya sudah melihat kamu berusaha untuk tidak terlambat tetapi di depan gerbang kanu menabrak seseorang.” kata Bu Harsiwi.
“Terimakasih Bu.” jawabku tanpa banyak berkata-kata.
Saat pelajaran Bahasa Indonesia itu aku tidak konsentrasi sama sekali. Aku terus memikirkan cowok yang aku tabrak tadi.

Istirahat pun dimulai.
“Kau sangat beruntung Rit karena Bu Harsiwi tak menghukumu tadi.” kata Raina.
“Ini semua berkat cowok itu, dia mampu meyakinkan aku dan mampu menenangkanku ketika aku gugup.” jawabku tersenyum tanpa memandang lawan bicaraku.
“Hahhh… Cowok siapa???” tanya Raina penasaran.
“Emmmm tidak siapa-siapa.” jawabku mengelak.

Sejak kejadian itu, aku lebih menghargai segala yang terjadi dalam hidupku. Aku sering melihat cowok itu berada di kantin dan di lapangan. Aku merasa bahwa kehadirannya sangat berarti, inilah awak hidupku karena sebelumya aku tidak mempunyai gairah hidup sama sekali. Aku tidak tahu tentang siapa dirimu tetapi terimakasih sudah mengisi hatiku. Entah siapa dirimu, tetapi aku mencintaimu dan hidupku berawal darimu.

SELESAI

Cerpen Karangan: Miftakhul Jannah
Facebook: Miftakhul Jannah

Cerpen Hidupku Berawal Dari Sini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kisah Seorang LDR

Oleh:
Namaku Amalia, Sekarang aku duduk di bangku kelas VIII di salah satu sekolah yang cukup terbilang biasa biasa saja. Namun, aku mempunyai banyak teman karena aku tergolong orang yang

Kisah Kita

Oleh:
Ya, tepat tanggal 04 November 2015 di hari Rabu. Mungkin menurut orang-orang itu hari yang biasa. Tapi, tidak untukku dan seorang lelaki. Lelaki itu adalah temanku saat di perkemahan

Cinta Yang Bersembunyi

Oleh:
Lelaki itu sedang asyik memainkan gitar kesayangannya. Lelaki itu adalah dava. Ia masih duduk di bangku SMA kelas 12. Ia termasuk cowok yang populer di sekolahnya. Tak sedikit wanita

Kisah KiKi

Oleh:
Namanya Kiki, umur 16 tahun, sekolah kelas XII di SMA Tunas Harapan. Doi anak tunggal, alias semata wayang dan sebatang kara. Hehehe, soalnya papi-maminya terlalu sibuk dan jarang ada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *