Hmm

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 18 July 2018

Itu judul aneh yak? Eh begini sebenarnya mau curhat sih tentang bagaimana akhirnya aku bertemu dia. Aseek..
Pertama-tama yang paling utama, aku “sendiri” masih sekolah, terus sekolahnya agak jauh jadi perlu angkot atau bus. Nah jadi angkot dan bus inilah yang jadi penyebab aku bisa melihat dia dengan jelas. Ahay.

Awalnya, aku lagi bosen gitu padahal masih pagi tapi si angkot ngetem segala. Nah, kan ya namanya juga mata itu untuk melihat disitulah tanpa kusadari di luar sana ada secogan yang oh wow amazing. Beruntung juga sih aku tadi duduknya milih yang depan pintu. Secara kan sekarang rata-rata kalau hari rabu pakainya seragam identitas jadi langsung ketahuan deh dia dari sekolah mana. Yak dia dari SMA sebelah, dan aku masih SMP. Kok sedih ya rasanya, yang sama sekolahnya aja nggak mungkin sering ketemu apalagi yang jauh di sana, nggak berlaku ya kalau satu kelas.

Tapi, ada beberapa kejadian yang bikin salah fokus. Satu. Waktu itu dia naik angkot yang sama denganku. Yang luar biasa dia duduk di depanku. Jadi hadap-hadapan gitu. Tapi sumpah gimana gitu soalnya kan kalau mau natap gitu kan malu, takut-takut kepergok. Yah, untungnya ada ibu-ibu yang mengahalangi jadi posisinya si ibu di tengah. Banyangin sendiri aja lah ya. Kan kalau gitu jadi mudah gitu curi-curi pandang. Walaupun dag dig dug gimana.

Dua. Aku lagi agak nggak beruntung soalnya kesiangan terus angkotnya kalau udah jam segitu banyak yang penuh. Mau gak mau cuma ada option naik bus. Ya udah gitu aku naik. Seperti biasanya aku berharap si dia juga ikutan naik. Yuhuu dia naik cuy, tapi karena nggak ada kursi kosong dia jadinya berdiri. Walaupun begitu aku malah semakin mudah melihatnya, soalnya aku duduk paling belakang. La ini yang bikin nggak fokus, kan yang di sebelah kananku orangnya turun. Kemudian yang gantiin tempat duduknya tuh si dia. Gimana coba, kan seneng banget aku jadinya. Dan itu jadi kenangan yang warbyazah sangat sangat.

Tiga. Sebenarnya yang ini biasa aja. Soalnya walaupun dia seangkot tapi duduknya di depan, samping pak supir. Nah, kalau kebetulan lagi sendiri berangkatnya, agak gimana gitu mau bayar ke pak supirnya kan otomatis liat dia. Seneng sih bisa melihat dari dekat tapi durasinya nggak ada 1 menitpun. Menatapnya juga nggak bisa lah ya terang-terangan nanti langsung ketahuan, eh tapi kalau dia peka sih. Nah kalau lagi bareng temen, mending nitip aja soalnya biar nggak tergoda.

Sekarang aku sudah SMA. Dia yang kukagumi masih kuingat walau samar-samar. Sepertinya dia sudah lama lulus. Jadi kesempatan untuk melihatnya lagi adalah nihil. Sehingga percuma memilih sekolah yang sama dengannya, apalagi jauh dari rumah dan kurang efektif bagi diriku yang sering bangun terlambat. Akhirnya aku memilih yang dekat saja dan kualitasnya nggak kalah bagus kok. Tentunya nggak ribet, terjangkau, dan ekonomis. Ups, maaf ya nggak nyambung.

Dariku, semoga dia menjadi secogan yang teladan, syukur-syukur sholeh biar bisa jadi imam yang baik nantinya. Amiin.
Eeh.. aku nggak bermaksud. Mau bagaimanapun aku nggak akan terlalu berharap masa aku yang ala kadarnya begini mau ngotot bisa sama dia yang so good gitu. Nggak lah ya, aku sadar diri kok aku itu “bagaikan pungguk yang merindukan bulan”. Haha mungkin sekarang dia lagi kuliah, semoga lancar ya kak. Kalau udah kerja berarti yang semangat ya.
Salam dariku. Hmm..

Cerpen Karangan: Invisible
Mohon bimbingannya…

Cerpen Hmm merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dekat di Mata Jauh di Hati

Oleh:
“Giseeelll!” teriaknya dari luar rumah. Tak ada jawaban. Fikri terus memanggilnya dan menunggu. Hingga 15 menit berlalu, tak ada seorang pun yang ke luar dari rumah tersebut. Tanpa menunggu

Masker Pembawa hidayah

Oleh:
Asap kelabu yang begitu putih membuat mataku begitu perih untuk memandang ke segala penjuru. Begitulah keadaan yang terjadi, desaku dilanda asap tebal yang menyelimuti ruang bumiku. Tiada lagi terlihat

Birthday Horror

Oleh:
Pagi hari yang cerah dengan terik panas matahari gadis berambut panjang sebahu dengan nama Elena melangkahkan kakinya menuju kelas. Hari ini adalah hari ulang tahun teman-temannya tidak mengucapkan selamat

Sekotak Roti Untuk Marsya

Oleh:
Marsya datang lebih pagi, begitupun revan yang selalu mengendarai sepeda motornya sengan kecepatan kilat. Belum lama marsya masuk ke dalam kelas, revan sudah datang. “selamat pagi marsya, ini. Maaf

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Hmm”

  1. Nur says:

    Saya suka bget karna cerpenmu ini banyak pengajaran buat ku,saya juga ada kisah tersendiri cinta dalam diam time sma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *