Jatuh Cinta Setiap Bertemu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 3 January 2017

Aku terbangun di hari Senin yang cerah. Secepat kilat aku berlari menuju kamar mandi setelah membereskan tempat tidur. Selepas itu lantas mengenakan seragam dengan bangganya. Seulas senyuman terukir di wajahku. Entah ada berapa banyak perasaan yang kini tengah melanda. Namun yang jelas, aku sedang dalam keadaan luar biasa.

Usai berpamitan dengan orangtua tercinta, aku langsung tancap gas menuju sekolah. Dengan menunggangi motor matic aku menembus angin pagi yang penuh atmosfer semangat. Sapaan sinar sang mentari terasa hangat kala menerpa diri ini.

Tak lama kemudian, aku sudah tiba di area sekolah.
“Eh. Masih sepi ternyata..” gumamku pelan seraya memarkirkan kuda besiku. Suasana sekolah masih sunyi rupanya, aku datang terlalu cepat. Mungkin karena kebahagiaan yang terasa meluap. Sehingga membuatku terlalu bersemangat. Daripada berdiam tak karuan, lebih baik aku membersihkan ruang kelas dan sekitarnya yang tampak kotor karena sampah. Lagi pula, kebersihan adalah salah satu hal utama untuk kehidupan yang lebih baik lagi, bukan?

Perlahan, teman temanku mulai berdatangan. Mereka berjalan dengan santai menuju ruang kelas masing masing. Raut wajah mereka terlihat tak asing lagi. Ada yang sumringah, cengengesan, muram, sampai ekspresi datar terpancar dari tiap tiap pribadi.
“Ciee.. Rajin amat nih ketua, hehe” sapa Ana teman perempuanku yang kocak. Aku menoleh ke arahnya, lantas menjawab.
“Ahh.. Biasa aja An, hehe” kami saling melempar senyuman dan obrolan ringan pun turut mengiringi.

Oh iya. Aku lupa memperkenalkan diri. Namaku Sepdi, saat ini aku tengah menyandang sebagai siswa kelas 11. Pada tahun ajaran baru, aku mendapat sebuah kepercayaan yang teramat berharga. Yakni terpilih menjadi ketua OSIS di sekolah. Hal inilah yang membuatku begitu ‘excited’. Hari senin kali ini akan menjadi hari yang bersejarah selama karirku sebagai seorang pelajar. Ya. Hari ini akan ada acara pelantikan ketua OSIS baru setelah upacara bendera usai. Dan ‘bintang utama’ pada acara itu adalah diriku. Benar benar terasa campur aduk, antara senang atau khawatir atau lain lainnya.

Gemuruh tepuk tangan terdengar ramai di telinga. Pada akhirnya, aku telah resmi menyandang gelar sebagai ketua OSIS yang baru. Dengan sedikit berpidato, aku sampaikan rasa terima kasih pada semua siswa siswi di sekolah karena sudah memberiku kepercayaan. Tak lupa, aku uraikan visi dan misiku sebagai acuan dalam menjalani tugas sebagai ‘orang nomor satu dari semua siswa siswi’. Alhasil, tepuk tangan kembali terdengar. Aku benar benar bersyukur atas semua karunia ini.

Di lorong kelas yang agak sepi, aku berjalan menuju ruang kepala sekolah. Dari kejauhan mataku memandang sosok lain berjalan di jalur lorong yang sama. Perlahan raga orang itu mendekat dan ternyata dia adalah Mira. Teman sebaya yang selalu membuat jantungku berdegup tak karuan. Membuat relung hati ini merasa tenang. Juga yang membuat tingkahku menjadi canggung bagai ‘anak ayam di tengah kerumunan kelinci’.

“Eh, Sepdi. Mmm.. Selamat ya jadi ketua OSIS baru. Semoga bisa memimpin dengan amanah” ujarnya disertai senyuman manis ketika saling berpapasan. Aku lantas ikut tersenyum walau kaku. Tak mampu aku membalas ucapan selamat darinya. Aku begitu kikuk. Ibarat sang angin, hembusannya selalu terasa menyejukkan. Namun tak mampu menampakkan diri. Seperti itulah perasaanku padanya. Mira pun kembali berlalu menuju ruang kelas. Aku menoleh kepadanya, kemudian melanjutkan langkah kaki ini menuju ruang kepala sekolah.

Entah apa yang ada dalam pikiranku setiap kali bertemu atau sekedar melihat sosok Mira dari kejauhan. Batinku bagai dipenuhi harmoni, jiwa ini seperti disirami oleh air kesejukan, dan hatiku selalu berkata ‘aku menyukaimu’. Semua rasa itu telah menjadi impian yang ingin aku wujudkan. Namun apa daya, diri ini selalu tak kuasa melakukannya.

Banyak diantara teman teman memberiku motivasi untuk sekedar menumbuhkan keberanian dalam mengungkapkan cinta. Seperti Fuazi yang memberiku banyak saran dan cara supaya bisa mengungkapkan rasa hati. Atau Hilen gadis bersuara merdu yang memotivasiku bak nyanyian lagu. Dan banyak lagi teman teman yang tak pernah jengah mendorong semangatku dalam meraih cinta Mira.

Namun, aku adalah aku. Hanya sosok pribadi yang biasa saja dan cukup memiliki harapan. Soal urusan hati atau dalam kata lain asmara, aku tak terlalu banyak berandai ataupun ‘keterlaluan’. Sebab, aku percaya bahwa Sang Ilahi adalah Pemberi yang baik untuk tiap tiap umatnya. Maka dari itu, cinta di dalam hati ini hanyalah klise dengan banyak goresan kecil penuh harapan. Hal ini sungguh membuatku merasa senang, meski perasaan ini tak kunjung tersampaikan apalagi terwujudkan. Sosok Mira adalah kilauan indah yang tak boleh sembarangan aku sentuh. Cukuplah dengan memandanginya, aku pun sudah merasa bahagia. Sehingga, diri ini akan selalu merasa jatuh cinta setiap bertemu. Ya. Meskipun sang angin berganti arah, aku akan tetap disini. Hingga diriku ‘pantas’ untuk meraih dirinya.

Cerpen Karangan: Fauzi Maulana
Facebook: facebook.com/fauzimaulana.sukidakara

Cerpen Jatuh Cinta Setiap Bertemu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta dan Sahabat

Oleh:
Ayam berkokok membangunkanku di pagi ini. Aku berjalan menuju pintu kamar mandi dan siap-siap pergi ke sekolah. Ternyata ke empat temanku sudah menungguku di depan kelas. Sebelum masuk ke

Sajak Cinta Ralin

Oleh:
Asal kau tahu saja Senyum mu itu adiktif. Aku kecanduan. By: Your Forever Admire Begitulah Ralin sekitar enam bulan terakhir ini ia gencar sekali mengirimi tulisan tulisan semacam itu

Aku Sayang Kamu (Mengertilah)

Oleh:
Hari ini hari minggu, aku bangun agak siang, seperti biasa aku langsung meraih hpku, disana ada 1 pesan masuk dari ‘Raka’ *Pagi rahh, udah bangun belum?*.. “huuuuh” leguh ku

Perpisahan Termanis

Oleh:
Hujan deras telah membasahi sekumpulan anak yang sedang bercanda gurau di taman dan sedang menunjukkan kebebasannya itu, mereka bernama Lina, Wina, Ifah, Jihan dan Zahra. Mereka telah bebas dari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *