Jika Memang Engkau Takdirku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam)
Lolos moderasi pada: 24 July 2014

Sepulang sekolah, segera ku letakkan tasku di atas meja. Letih rasanya tubuh ini, tapi semua itu dikalahkan oleh keinginanku untuk bisa menjadi pelukis terkenal. Ya, aku segera ke sanggar seni lukis.

Aku Anisa, siswi kelas XII di salah satu sekolah favorit di kotaku. Selain belajar melukis aku juga ikut tambahan jam belajar di sore hari. Waktuku selalu padat dan sibuk, mungkin terlihat sok ya aku? Tapi, begitulah kenyataannya.

“Eh, kamu anak sosial kan?” tanya temanku, disaat ku mulai menggoreskan kanvas pertamaku.
“Iya, memangnya ada apa?”
“kamu satu kelas nggak sama wikan?”
“Oh dia, iya.”
“Salam ya, ngomong-ngomong, dia itu tipe cowok yang lembut, tanggung jawabnya oke, manis lagi..”
“Oh iya deh..” jawabku sekenanya.

Ya Tuhan, salahkah aku mencintai makhluk Mu di dunia ini. Wikan.. Aku mencintainya Ya Allah, aku menginginkan akhir yang indah bersamanya. Walau dia tidak pernah tau apa yang aku rasa, dan walau dia tidak pernah mempunyai perasaan yang sama denganku. Aku hanya berharap Ya Allah..
Sederhana saja, aku ingin belajar bersamanya disaat tiba Ujian Nasional nanti.

Hari ini aku datang lebih awal karena ada jadwal piket, segera ku sapu seluruh ruangan. Tapi tiba-tiba ada langkah orang yang memasuki ruangan kelasku. Ku toleh ke belakang, dan ternyata… Wikan!!!
“Anisa..” sapanya dengan lembut.
“eh.. Wikan” kujawab asal sambil tetap menundukkan pandanganku.
“kok pagi bener nis?”
“iya, sudah terbiasa kok. Lagian ini juga piket.”
“oh iya, aku juga piket ya? Jangan disapu semua nis, biar aku yang ngelanjutin.”
“iya.”

Bel tanda masuk pun berbunyi, aku segera masuk ke kelas dan menyiapkan buku mapel jam pertama pagi ini. Tapi serasa pundakku ada yang mencolek dari belakang. Ternyata sahabatku..
“Eh nis, temenmu les lukis ada yang suka ya sama wikan?”
“iya tik..”
“siapa namanya?”
“Tya, ada apa?”
“nggak apa-apa sih, pokoknya aku nggak ikhlas!”
“cie.. Cemburu ya?” Ku coba mengukir senyum di wajahku, walaupun sebenarnya hati ini hancur lebur.
“kalau iya emang kenapa? Hehe.. Kamu bantu aku ya nis buat deketin wikan? Pokoknya segala cara pun aku halalkan demi wikan”
“Astaghfirullah Tika, memangnya kamu siapa wikan? Nggak baik bersikap seperti itu, ketahuilah dia akan semakin menjauh, jika kamu semakin mendekat.”
“alah kamu tinggal dukung aku sajalah nis, lihat saja, wikan pilih temen kamu itu apa aku sahabatmu.”
“terserah kamu sajalah Tik.”

Ya Tuhan, keadaan semakin rumit. Aku memang tidak pantas mencintai makhlukMu yang sholeh itu, dia begitu sempurna di mata para wanita. Dengan melukis pun aku tidak bisa menggoreskan wajahnya yang teduh. Ya Allah, jika kelak dia ditakdirkan menjadi pendampingku, aku yakin Engkau akan menyatukan aku dengannya. Tapi jika tidak, mungkin Engkau akan menggantikannya dengan yang lebih baik..
Aku hanya bisa mengagumimu didalam hatiku dan mendoakanmu di setiap sujudku.

Cerpen Karangan: Moeksa Dewi
Facebook: Moeksa Dewi
Alamat: Dukuh Rt.01/Rw.06, Gemantar, Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah

Cerpen Jika Memang Engkau Takdirku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Penantian Tak Berujung

Oleh:
Pagi yang cukup indah, dengan langkah sumringah Ara masuk ke dalam kelasnya. Ara adalah seorang gadis cantik dengan tinggi 165 cm, kulit putih mulus dia juga memiliki segudang prestasi

Tertipu

Oleh:
Guyuran air dingin mengembalikkan kesadaranku hingga penuh. Bulir air yang menghantam kepala dan pundakku mental tak beraturan, kadang membasahi handuk yang ku gantung di dekat pintu. Suara hempasan air

Bukan Cinta Biasa

Oleh:
Dalam sujudku, aku menitip doa untukmu kasih. Aku tak akan membiarkan masalah mendekat padamu, aku tak akan membiarkan kamu terluka dalam cinta. Dia bernama Faisal, tapi wajahnya yang seperti

Cinta? Sayangnya Aku Belum Mengerti

Oleh:
Pernahkah kau yakin akan seseorang? Hanya yakin jika seseorang itu akan menjadi yang terakhir. Ya, cinta terakhirmu. Itu yang kurasakan sekarang. Dia, satu tingkat di atasku. Dia kakak kelas.

Love In Work

Oleh:
(Gubrak) tiba tiba aku terbangun dari tempat tidur. “busyet sudah jam berapa ini” spontan selimut aku lemparkan dari tubuhku… hari ini adalah hari jumat, dimana hari terakhir team TEKS

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *