Jomblo Akut

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 15 August 2017

Namaku Nina. Aku masih sekolah, dan sekolah tempat aku bersekolah adalah sekolah favorit di kotaku. Usiaku 16 tahun dan sekarang aku kelas 2 sma. Aku anak kedua, perempuan. Badanku cukup tinggi, berambut lurus dan pendek. Aku tidak pintar dan tidak juga bodoh, bagiku naik kelas saja sudah untung walaupun tidak mendapatkan peringkat 10 besar.

Hubungan cintaku kurang beruntung, aku jomblo selama 16 tahun, ya memang kasihan tapi aku biasa saja menjalani kehidupanku, pacaran atau tidak sama saja, walaupun aku tidak pernah pacaran. Tapi walaupun aku jomblo aku masih punya perasaan cinta, perasaan itu muncul pada saat kelas 5 sd. Aku suka pada teman sekelasku namanya Rangga, Rangga itu adalah anak yang pintar, Dia selalu mendapatkan ranking satu di kelas. Tapi perasaan cintaku tak lama, saat aku kelas 6 sd aku lebih suka pada temanku yang bernama Dika, Dika itu orang nya manja, berkulit putih, tinggi dan baik, aku tidak tahu dia pintar atau tidak, soalnya aku tidak satu sekolahan dengan dia, tapi aku yakin dia pintar.

Oh ya, pas aku kelas 6 sd ada yang suka padaku bahkan banyak, tapi selalu saja aku abaikan, tapi ada satu yang berani minta nomor hp langsung ke hadapanku namanya Rio. Aku tidak suka padanya. Pada suatu hari Rio minta nomor hp aku. “Na, aku minta nomor hp kamu dong?”. kata Rio sambil lihat mukaku. Tapi aku yang gak bisa ramah dan lembut pada laki laki, aku langsung memarahinya dan memasang muka galak “Enak aja aku gak akan ngasih nomor hp aku ke kamu, huh! dasar pengganggu hidup orang, pergi sana!”. Rio dan teman temannya kaget melihatku dan langsung pergi. Itu ceritaku pas kelas 6 sd.

Setelah lulus sd aku melanjutkan sekolah ke smp. Aku masuk ke kelas 7f, dan temanku masuk ke kelas 7a, temanku itu memang pintar. Oh iya, temanku namanya Depi, Depi itu anak yang baik dan pintar. Pada saat jam istirahat berbunyi, aku dan Depi pergi ke kantin bersama, walaupun kami berbeda kelas tapi kami selalu bersama, itulah arti sahabat selalu bersama. Depi bertanya kepadaku siapa laki laki yang ganteng di kelasku, aku jawab saja “Lumayan ada 4 cowok yang ganteng di kelas namanya Dani, Asep, Bayu, dan Rion. kalau dik elas kamu ada berapa dan siapa aja?”.
“Kalau di kelasku ada 5 namanya Tobi, Ilham, Yuda, Irfan, dan Reza, tapi yang paling ganteng adalah Reza”. Depi berbicara sambil makan. “Aku jadi penasaran dengan Reza seperti apa sih mukanya?”. Aku bertanya sambil menatap Depi yang sedang makan.

Depi tiba tiba berhenti makan dan berkata “Itu tuh orangnya yang lagi jalan sama temen temennya, dia yang pake dasi”. Aku melihatnya dan berkata kepada Depi “Hah gak salah itu orangnya?”. “Iya itu orangnya, ganteng ya?.” Depi berkata sambil terseyum manis. “Ganteng apanya! itu sih biasa aja gak ganteng banget, ah kamu berlebihan Dep, lihat tuh rambutnya, lihat wajahnya gak ganteng ah!”. Aku berkata sambil memasang muka cemberut. “Iya terserah kamu deh, tapi menurut cewek cewek dia itu ganteng”. Depi bilang sambil tertawa kepadaku. “Hah, berarti aku bukan cewek, dasar kamu dep”. Aku berkata sambil sebal. “Iya iya kamu juga cewek dan kamu juga cantik, jangan cemberut aja dong”. Depi berkata sambil tersenyum dan dia membujukku. “Iya”. Aku menjawab dengan senyuman manis.

Setelah beberapa hari aku selalu memikirkan Reza yang aku benci, dan bahkan pada saat di sekolah aku sering melihatnya tersenyum. Dan aku selalu berbicara sendiri di cermin “Aduh, Nina kenapa kamu selalu memikirkan Reza, apa kamu suka padanya?” aku bicara sendiri di cermin. “Apa benar aku suka padanya.” Aku masih menatap wajahku yang bingung.

Setelah beberapa hari aku yakin bahwa aku suka pada Reza, dan aku akui sebenernya Reza itu ganteng. pada saat smp aku suka pada Reza, memikirkannya, membayangkan kalau kami sedang berduaan, bahkan aku sering menangisinya dengan berbagai alasan. dan aku selalu nyari kesempatan untuk bertemu dengan dia bagaiman pun caranya, dan Reza itu orangnnya ramah, dia selalu senyum padaku tapi aku jarang membalas senyumku karena malu, reza juga sering menatapku, memperhatikanku. Aku selalu ingin menghabiskan waktu menatap wajahnya, dan aku ingat sesuatu Reza kan ikutan eskul basket dan sastra inggris, tapi aku memilih untuk memasuki salah satu eskul itu saja. Kalau aku memilih basket, ah tidak mau eskul basket selalu pulang sore kalau latihan. Bagaimana kalau aku masuk eskul sastra inggris ajah, sastra inggris kan tidak pulang sore, tapi aku kan gak bisa bahasa inggris dan aku gak suka bahasa inggris, tapi terpaksa demi Reza.

Suatu hari aku memasuki eskul inggris bersama teman sekelasku yang kebetulan suka bahasa inggris, temanku itu namanya Putri. Aku dan Putri menjadi anggota baru di eskul inggris. Akhirnya aku bisa satu eskul dengan Reza, senangnya dalam hatiku berkata begitu. Sebenarnya aku dan Putri bebas mau masuk kelompok mana tapi aku pilih saja satu kelompok dengan sahabatku dan Putri ikut denganku masuk kelompok yang sama. Ya kalau aku satu kelompok dengan Reza nantinya aku tidak fokus.

Beberapa hari aku ikut eskul inggris hingga suatu hari aku disulitkan dengan pertanyaan yang sulit dan tidak aku mengerti, tapi untung saja suara bel pulang bagi siswa yang mengikuti eskul berbunyi, ah selamat kataku di dalam hati. semenjak pertanyaaan itu aku jadi malas masuk eskul inggris lagi dan aku memutuskan untuk keluar eskul saja, tapi sebenarnya bukan itu saja yang membuatku keluar dari eskul, tapi karena guru wakil pembimbingnya menyebalkan. Sudahlah masih banyak cara untuk bisa melihat Reza.

Ternyata perasaan cintaku pada Reza berlangsung lama sampai sekarang. Waktu smp aku hanya suka pada satu cowok saja yaitu Reza, walaupun lumayan banyak laki laki yang menarik perhatianku, tapi aku sangat setia pada Reza, walaupun banyak cowok yang suka padaku bahkan ada yang seganteng Reza meski mukanya tak mirip, tapi aku menolaknya karena hatiku ini masih sayang pada Reza, dan banyak sekali cowok yang aku tolak demi Reza. Tapi aku harus melupakan Reza, karena aku dan Reza tidak pernah jadian dan Reza pun tidak pernah tau perasaanku, bahkan aku dan Reza tidak pernah saling berbicara, Reza selalu punya pacar dan dia tidak pernah menjomblo lama lama sepertiku.

Aku memutuskan untuk melupakan Reza dan setelah aku lulus smp aku akan berbeda sekolah dengan Reza. Setelah aku lulus aku sekolah di kota dan Reza pun bersekolah di kota tapi bukan di kota aku tinggal sekarang, aku tidak pernah bertemu dengan Reza lagi sejak lulus smp, dan aku selalu berharap bahwa kami akan bertemu di jalan. Itulah kisah cinta masa smp ku tapi aku lebih optimis di kisah cinta sma ku aku tidak akan berlebihan menyukai cowok sampai menolak semua cowok yang suka padaku.

Di sma aku suka dengan cowok yang bernama Rian, Rian itu orangnya ganteng, tidak terlalu tinggi, baik, pekerja keras, dan yang paling penting hidungnya mancung, tapi Rian itu kakak kelas tapi gak apa apalah cuman beda satu tahun tapi yang lebih menguntungkan ternyata Rian itu jomblo. Aku cerita kepada temanku yang kebetulan satu kelas dengan Rian, nama temanku sela sebenernya dia saudaraku, aku cerita banyak tentang aku suka pada Rian. Begitulah kisah cintaku pada awal masuk sma. Ya, aku berharap semoga aku mendapatkan pasangan yang sesuai denganku. Amin.

Cerpen Karangan: Siti Nurhayati
Facebook: Siti Nurhayati
Nama: Siti Nurhayati
ttl: Subang, 29 Mei 2000
Alamat: Subang, Jawa Barat

Cerpen Jomblo Akut merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bakpao (Part 1)

Oleh:
“Dia nerima lamaran gue, Va.” Haiva diam. Terpukul. “Kasih selamat dong buat kakak lo ini.” “Selamat ya Kang.” Kang, begitu panggilan Haiva kepada laki-laki bernama Arya itu. Mereka memang

Heart Backrest

Oleh:
Dikala masa lalu itu memang selalu di belakang, namun bukan berarti kenangan itu selamanya akan mati bukan? — MENTARI pagi tampak enggan memperlihatkan dirinya sambil berselimut di balik awan

Menggapaimu Bukanlah Mimpiku

Oleh:
Ku tak bisa menggapaimu Tak kan pernah bisa Walau sudah letih aku Tak mungkin lepas lagi Lagu itu menggambarkan perasakanku kepada pemain basket di sekolahku, namanya Rizky, siswa yang

Perpusatakaan Sekolah

Oleh:
Saat itu ketika aku sedang bermain bersama kawanku, aku melihat perempuan yang begitu menawan, entah kenapa aku ingin menyapa perempuan itu, dan aku menyapanya “heyy kamu” kemudian perempuan itu

Pedang Neraka

Oleh:
Namaku Alex umurku 18 tahun. Aku kecanduan bermain game vain glory. Aku juga sudah termasuk orang yang bisa dibilang “Profesional” dalam bermain vain glory. Aku adalah anak yang nakal

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *