Kagum Dalam Diam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam)
Lolos moderasi pada: 4 July 2019

Malam itu, aku sedang termenung di teras rumah sambil memandang bunga di pot. Entah mengapa perasaanku terasa hampa tidak seperti biasanya. Aku mencoba mencari sebab mengapa aku menjadi aneh tanpa sebab hatiku merasakan kegundahan.

Keesokan harinya aku masih begitu kurang bersemangat. Kemudian aku berniat ingin keluar rumah mencari udara yang sejuk. Aku keluar dengan mengendarai sepeda motor dengan sendirinya aku masuk ke tempat wisata. Ketika aku hendak membayar harga masuk wisata itu, dengan memberikan karcis ada seorang mas-mas bertanya kepadaku “lho mba, kok sendirian?” dengan santai aku hanya menjawabnya “iya mas.” kemudian penjaga tiket masuk tersebut memberikan arah tempat untuk parkir motor.

Tiba di dalam, sesudah memarkirkan sepeda motor dan mengamankan helm aku berjalan kaki mencari tempat duduk. Di sana aku menemukan tempat yang lumayan nyaman dimana tempat duduk yang sedang kududuki langsung menghadap ke waduk. Angin begitu sangat semilir sore itu, cuacanya juga mendukung. Sangat indah menurut pandanganku.

Disitu aku kembali termenung, menerka-nerka hal apa yang membuatku begitu segelisah ini. Ternyata baru kusadari, bahwa aku diam-diam menyemogakan seseorang. Ya, mungkin itu bisa dikatakan hanya khayalan seorang gadis. Tapi, entah kenapa aku begitu mengagumi segala tentang dirinya. Dia begitu sangat membuatku terinspirasi, membuatku lebih semangat, membuatku tersenyum tanpa alasan. Namun, aku tidak bisa mengatakan perasaanku kepadanya. Aku tidak punya nyali sebesar itu untuk sekedar mengungkapkan rasa. Aku lebih memilih diam-diam menyemogakannya ketimbang mengungkapkan perasaanku diwaktu yang tidak tepat. Mungkin rasa gundahku berawal dari perasaan itu. Ada rasa cemburu, ada rasa yang ingin dikatakan namun tidak bisa aku lakukan saat ini.

Namun, aku selalu yakin suatu saat nanti rasaku akan terbalaskan. Saat ini aku hanya bisa mendoakan dan tetap menjadi diriku seperti yang biasanya. Tetap menjadi teman yang baik untuknya. Jika suatu saat nanti rasaku hanya sebatas seperti ini, aku yakin karena cinta itu tidak harus memiliki. Dan aku akan terus belajar dari setiap langkah yang akan kujalani. See you on top

Cerpen Karangan: Wening Adhe Novrianti
Blog / Facebook: weningadhe novrianti
Hai!! Perkenalkan nama saya Wening Adhe Novrianti. Saya berasal dari Kota Semarang. Impian saya ingin menjadi seorang guru yang bijak dan menjadi penulis yang profesional. Jika banyak kekurangan dicerpen saya,saya mohon maaf. see you guys!

Cerpen Kagum Dalam Diam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hilangnya Rasa

Oleh:
Aku menghela nafas. Di depanku, Ata masih diam dengan fikirannya. Kalau hanya untuk berdiam seperti ini kenapa harus bertemu? Ata tampak membenarkan posisi duduknya, membuka mulut, namun urung mengatakan

Tiga Sahabat Berakhir Dua

Oleh:
Pagi ini kota indah Jogjakarta diselimuti awan dingin. Selimut tebal masih menempel di tubuh, agar si dingin tak menyambangiku. Tapi tetap saja, aku tak bisa mengalahkan dingin hanya dengan

Di Bawah Langit Agustus (Part 1)

Oleh:
Entah bagaimana aku harus memulai, sebagai seorang perempuan yang menyebut dirinya sebagai pengagum rahasia, sampai akhirnya saat itu tiba… Jatuh cinta untuk sekian kalinya pada orang yang sama, membuat

Diam Mu Shaldy

Oleh:
Ketika hujan turun lagi, kali ini ku lihat sosok tegapnya yang berdiri di balik pohon beringin itu. Sama seperti beringin itu, wajahnya begitu misterius dan menyejukkan, seolah kedua makhluk

Kaulah Jodohku

Oleh:
Penyesalan tidaklah pantas jika selalu dirasakan, penyesalan tidak akan berubah menjadi sebuah takdir yang pasti, tapi aku telah menyesal dengan tutur kata, sifatku, dan keegoisanku yang telah merengganggkan hubungan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *