Karena Kami Adik Kakak

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam)
Lolos moderasi pada: 4 August 2016

Namaku Misya Thalia, nama panggilanku isya. Hal yang paling aku sukai adalah hujan, walaupun umurku sudah 16 tahun, namun aku masih suka hujan-hujanan dan menari di bawah derasnya hujan. Sejak kecil aku tinggal bersama ibu angkat dan kakak angkatku, karena kedua orangtuaku sudah meninggal saat aku masih kecil. Aku sangat menyayangi mereka, walaupun kandang-kadang ibuku marah karena kenakalanku, begitu juga kakakku dia sangat menyayangiku dan sebaliknya, ketika ibuku sedang ngomel dan marah-marah dialah yang suka membelaku walaupun sikapnya itu sangat lebay.

Kakakku itu bernama juna, umur kami beda 2 tahun. Kami masih sekolah di bangku sma. Kami selalu bersama dan dia selalu menjagaku dimana pun, apalagi ketika teman laki-laki menjailiku dia akan menghajarnya walaupun hanya karena hal sepele. Walaupun ia kadang berlebihan namun sikapnya itu sangat menunjukan kalau dia menyayangiku. Namun ada perasaan aneh dariku untuknya, perasaan yang tidak benar dalam hubungan kakak adik, bukan hanya sekedar rasa sayang, namun yang namanya rasa cinta juga hadir untuknya ketika aku memasuki kelas 1 sma. Rasa yang tidak pernah kurasakan sebelumnya kepada orang lain. Tetapi aku sadar, mereka sudah seperti ibu dan kakaku sendiri, jadi aku memutuskan untuk tidak menceritakan kepada siapapun dan sedikit demi sedikit mengurangi rasa sayang yang kurasakan untuknya.

Untuk mencurahkan perasaanku kepadanya, setiap hari aku selalu menulis tentangnya di buku diariku. Buku itu selalu kubawa kemanapun. pada hari itu ketika aku akan berangkat ke sekolah, seperti biasanya aku membawanya ke sekolah. Ketika istirahat pertama, aku mencari buku diaryku di tasku, namun buku yang berharga itu tidak ada. Selama di sekolah aku hanya memikirkan soal diary itu. Yang aku takutkan hanyalah jika diary itu jatuh di rumah dan ibu menemukannya, aku takut ibu akan sedih dan kecewa karena anak perempuannya yang merupakan anak angkatnya yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri menyukai anaknya laki-laki yang merupakan anak kandungnya.

Bel pulang pun berbunyi.
Seperti hari-hari biasanya aku dan kak juna pulang bersama menggunakan motor vespa klasik berwarna biru langit yang merupakan motor kesayangan kak jun. Selama di perjalanan, aku hanya diam tanpa sepatah kata apapun. Menyadari hal itu, kak jun terus bertanya tentang perasaanku saat itu, hampir semua pertanyaanya itu aku jawab dengan kata “enggak”.

Ketika sampai di rumah, ibuku sedang menyiapkan makan siang untuk aku dan kak jun. Selama makan siang berlangsung jantungku berdetak kencang aku takut hal yang aku takutkan terjadi, kerena sikap ibu sedikit berbeda, biasanya ia ngomel ketika kami pulang terlambat, padahal kami terlambat 1 jam dari jam biasanya, karena ban motornya bocor, namun ia hanya diam saja.

Setelah selesai makan siang kak jun pergi ke kamarnya. Lalu ibu memannggilku ke kamarnya. Perasaanku mulai tak karuan. Awalnya ibuku hanya diam saja sambil menatapku lalu tidak lama kemudian dia berkata bahwa dia meminta maaf karena membuatnya tidak bisa memiliki kak jun dan memintaku untuk melupakan kak jun karena ia tidak ingin sesuatu yang buruk akan terjadi kepada hubungan keluarga kecil yang hangat ini. Ibu juga memintaku untuk tidak memberitahu tentang perasaannya kepada kak jun, ia sangat menyayangiku dan kak jun, jadi ia tidak ingin kehilangan salah satu dari kami. Aku berjanji kepada ibuku untuk melupakan cinta yang tidak wajar ini, dan menjadikan cinta ini sebagai cinta dalam hati. Cukup aku, tuhan, dan ibuku yang tau tentang perasaan ini.

Cerpen Karangan: Renita Melviany
Facebook: Renita melviany

Cerpen Karena Kami Adik Kakak merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


If You’re Not The One

Oleh:
Aku salah satu siswa SMA Garuda. Di situlah dimulainya kisah cinta pertamaku. Bagiku tak semua cinta berakhir bahagia dan ini kisah cinta pertamaku. Entahlah perasaan ini layak disebut cinta

Akibat Cinta yang Terpendam

Oleh:
Saat Hima duduk di bangku kelas VIII SMP, dia sering memandangi salah seorang temannya yang bernama Ari. Hima begitu memperhatikannya, Hingga ia bertanya pada dirinya sendiri “Kenapa ya hatiku

Cinta Tak Terucap

Oleh:
Aku tidak pernah punya kesempatan untuk mengenalnya lebih dekat, seseorang yang sampai sekarang menjadi inspirasi di hidupku. Rama, sebuah nama yang tidak pernah bisa aku sebutkan, entah kenapa aku

Kuingin Sebebas Kupu Kupu (Part 1)

Oleh:
Terik mentari menyinari hari. Beberapa ekor kupu-kupu berterbangan mencari madu. Hinggap pada setiap bunga yang dilewatinya. Bebas melayang bagaikan tanpa beban sedikitpun. Samar-samar terdengar nada indah mengalun lembut. Alunan

Pemuja Rahasia

Oleh:
“Kriiinnnggg,” suara alarmku. Dengan sedikit nyawa yang mulai terkumpul, kuayunkan tanganku ke arahnya dan mematikannya, berharap bisa melanjutkan mimpiku tentangnya. Sekitar 10 menit kemudian lagi-lagi alarmku berbunyi, dengan terpaksa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *