Kenangan Putih Biru bersama Kakak Putih Abu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 12 March 2018

Namaku Rena, sekarang Aku bersekolah di salah satu sekolah menengah kejuruan swasta di kotaku. Ini kisah 2 tahun lalu, dimana Aku masih memakai seragam putih biru.

Saat itu tanggal 17 ramadhan, sekolah diliburkan bersyarat harus mengikuti kegiatan pesantren kilat di daerah masing-masing. Tepat pukul 12.00 dimana matahari seakan berada di atas kepalaku, Aku tengah berada berada di depan gerbang sekolah, menunggu seorang teman. Tidak lama kemudian, temanku datang. Dari jarak yang cukup dekat dia berseru “Hai Rena” sapa temanku sembari melambaikan tangan pula. Dia menghampiriku “Udah lama?”
“Belum, Aku juga baru dateng” jawabku
“Ohh, ya udah deh ayo masuk. Waktunya kita caper sama Rizal” Dia menarik tanganku
“Ih Wina, emang ada apa sih sama Rizal. Suka banget kayaknya” gerutuku kesal sambil melepaskan tangan Wina dari tanganku.
“Yaiyalah suka banget, secara dia itu ketua OSIS, ketua ekskul paling favorit di sekoah kita, ganteng, baik, putih, lengkap deh pokoknya”
“Dia gak sesempurna itu Wina” Balasku cuek
“Sesempurna itu kayaknya” jawab Wina dengan tatapan meyakinkan.
“Ituh… masih pake kata ‘kayaknya'”
“Kan manusia itu gak ada yang sempurna” jawab Wina sambil cengengesan.
“Ituh… tau kan”

“Heheh emang tipe kamu yang kaya gimana?” tanya Wina penasaran.
Aku mulai berfikir “Emm, yang jelas dia harus shaleh, baik, rajin shalat sama rajin ngaji” kataku dengan yakin.
“Rizal juga kayak gitu”
“Aku gak yakin. Kayaknya dia terlalu sibuk sama urusannya. Kamu yakin dia shalat tepat waktu?”
Wina mulai berfikir “Emm, gak juga sih. Terus selanjutnya apa?”
“Dia harus pintar”
“Rizal juga pintar. Tau sendiri kan, cuma dia cowok yang masuk 10 besar di kelas kita”
“Tapi dibawah Aku kan?”
“Ya iya, kenapa segitu gak sukanya sih sama dia?”
“Karena dia terkenal dan mudah kenal sama orang”
“Bukannya itu bagus ya?”
“Aku lebih suka cowok introvert. Asal kamu tau ya, sejauh ini Aku perhatiin tiap cewek yang deket sama dia, cewek itu pasti dijudge sama fansnya si Rizal itu. So perfect banget tuh orang”
“Ya wajarlah, kamu gak mau deket sama dia karena kamu gak mau dijudge kan sama orang?”
“Emm mungkin iya, lagian udah nemu seseorang yang Aku mau kok”
“Siapa?”
“Kakakku”
Wina tertawa terbahak bahak “Kamu kan gak punya kakak”
“Tapi Aku udah anggap dia kakak, bahkan mungkin lebih”

Rizal memanggilku dan Wina dari arah ruang kelas 7, ruangan itu telah terisi penuh oleh para aktivis sekolahku. Hari ini akan diadakan rapat untuk membahas hal apa saja yang akan ditampilkan pada acara orientasi murid baru. Tiap ekskul harus menampilkan sesuatu. Aku dan Wina adalah pengurus ekskul PMR dan kami berencana menampilkan drama. Dramanya memakai rekaman suara. Tapi diantara Aku dan Wina tidak ada yang bisa membuatnya. Kemudian Aku mengingat seseorang yang bisa membantu kami. Aku yakin dia bisa.

Malam harinya sehabis melaksanakan shalat tarawih, di depan masjid Aku bertemu dengan Kak Defan. Waktu itu Kak Defan sedang berjalan pulang, Aku memanggilnya dan ia menoleh ke arahku. Aku berbicara padanya disertai rasa malu yang ada dalam diriku.

“Kak Defan bisa bantuin Aku gak?”
“Bantu apa?”
“Bisa buatin rekaman buat drama gak?”
“Bisa sih, tapi aplikasinya belum ada”
“yaahh” keluhku.
“Entar deh, Kakak download dulu” Kak Defan menenangkanku.
“Bener yah?”
“Iyah, entar kamu rekamin dulu suara teman-teman kamu, entar rekamannya kasih ke Kak Defan”
“Heem kak, iya sip” jawabku. Kemudian Aku berjalan pulang, melewati Kak Defan.

O iya, Kak Defan itu tetanggaku. Dia lebih tua 3 tahun dariku, tapi sekolah kami hanya berbeda 2 tahun. Kak Defan itu sangat baik, pintar, rajin tapi pendiam.

Keesokan harinya Aku mulai proses rekaman. Proses itu memakan waktu selama 3 hari. Setelah semua rekaman selesai Aku pergi ke rumah Kak Defan untuk memberikan rekaman itu.

Di rumah Kak Defan, Aku mengirimkan 1 folder yang berisi rekaman suara itu, setelah semua selesai Aku pulang ke rumah. Tapi Aku melupakan sesuatu, Kak Defan belum tahu alur ceritanya. ‘Besok Aku akan memberitakan teks drama itu padanya’ pikirku.

Keeseokan harinya, tepatnya sore hari Aku pergi ke rumah Kak Defan, tapi Kak Defan tidak ada di rumah. Aku menunggunya di depan rumahku tapi sampai pukul 17.45 (hampir masuk waktu berbuka) dia belum datang juga. Akhirnya Aku memutuskan untuk masuk ke dalam rumah. Beberapa menit kemudian Kak Defan pulang karena Aku mendengar suara motornya datang. Aku tidak menemuinya karena ini sudah masuk waktu buka puasa Aku tidak enak megganggunya jadi Aku memutuskan untuk menemuinya besok.

Hari-hari berikutnya Aku tidak bertemu Kak Defan dan itu membuatku kecewa. 3 hari sebelum lebaran, Aku bertemu dengannya di masjid. Dia meminta maaf karena akhir-akhir ini dia sibuk latihan volly untuk perlombaan di sekolahnya. Kemudian dia memintaku untuk datang mengerjakan tugas ke rumahnya pas hari lebaran. Aku tidak berjanji untuk menyanggupi tapi Aku bilang akan mengusahakan.

Hari lebaran tiba. Sore harinya Aku pergi kerumah Kak Defan dengan membawa teks drama yang belum sempat Aku berikan padanya, waktu Aku kesana yang membukakan pintu dan menyuruhku masuk adalah Kakaknya Kak Defan karena Kak Defan sedang shalat ashar. Beberapa menit kemudian Kak Defan datang, masih memakai sarung dan baju koko tentunya. Tampan! pikirku. Kemudian Kak Defan mengajakku pindah ke ruang TV sambil mengerjakan tugas.

Aku memberikan teks pada Kak Defan dan kami mulai mengerjakan. Saat Aku melihat laptop Kak Defan Aku melihat fotoku di sana, Aku baru ingat saat Aku memberikan rekaman pada Kak Defan, di dalam folder itu ada fotoku yang belum Aku pindahkan.
“Ituhhh” kataku dengan malu. Kak Defan tidak menjawab tapi Aku tau dia tersenyum. Suasana sepertinya menjadi hening sekali. Aku bertanya pada Kak Defan ke mana semuanya, Kak Defan menjawab semuanya pergi ke rumah sodaranya.

Beberapa menit kemudian dia mengambil setoples wafer stick dan menyuguhkannya padaku.
“Ini Ren”
“Iya” jawabku
Aku tidak memaknnya dan Kak Defan kembali menawarkan
“Ini Ren, makan…”
“Iya ihhh” Aku kesal. Sebenarnya bukan kesal tapi aku terlalu gerogi kalau hanya berduaan dengan dia. Kak Defan terdiam. 2 jam kemudian tugasku sudah selesai.
“Makasih Kak Defan”
Kemudian Aku pulang.

Demonstrasinya berjalan lancar. Setelah kejadian itu, Aku dan Kak Defan semakin dekat. Perasaanku padanya semakin kuat tapi Aku tidak tahu perasaan apa itu.

Cerpen Karangan: Sri Nuraeni
Facebook: Sri Nuraeni

Cerpen Kenangan Putih Biru bersama Kakak Putih Abu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ketika Sahabat Berkhianat

Oleh:
Teeet.. “hey Kartika sedang apa kamu disini?” tanya Lisa dengan mengagetkan Angel yang sedang melamun di pinggir kelas. Hai namaku Angelina Kartika Putri aku sekolah di SMA NEGERI MEDAN,

Inggar

Oleh:
Priitttt. Kuarter empat dimulai. GOR Untung Surapati Pasuruan semakin bergemuruh. Sorak-sorai suara suporter dan nyanyian yel-yel saling bersahutan. Riuh, ramai. Malam ini tengah berlangsung pertandingan final basket Walikota CUP

Biola Sang Maestro

Oleh:
Yola Viola, seorang gadis desa berumur 17 tahun yang dianugerahi bakat bermain musik. Dari sekian banyak alat musik yang pernah dimainkannya, Yola lebih tertarik untuk bermain biola. Suara lembut

Cahaya di Ujung Sana

Oleh:
Asap-asap rokok mengepul hebat, membumbung di udara lantas melebur bersama angin yang kemudian berdesir lembut. Asap-asap kopi tak mau kalah. Ia berlomba-lomba mengepul ke atas sana. Berampur dan melebur

Antara Cinta dan Kagum

Oleh:
“Pak Mukadis ada gak?” tanyaku pada Ferry, ketua kelas di kelas XI IPA 1. “Pak Mukadis ada, cuma katanya nanti yang masuk bukan dia. Ada PPL dari Untan yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *