Khayalan Semu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam)
Lolos moderasi pada: 19 July 2016

Malam yang sunyi, hening, sepi, kosong, hampa. Yaaa… Begitulah yang kurasakan malam ini. Kutatap langit dari dalam jendela kamarku, tak terlihat satu bintang pun yang berkelip. Apakah langit ini mengambarkan suasana hatiku saat ini? Gelap tak bercahaya? Kupandang jam dinding di atas tempat tidurku yang sudah menunjukkan pukul 12.00 tepat dimana Cinderella harus meninggalkan ruang dansa yang ada pada cerita donggeng kesukaanku. Kutinggalkan jendela dalam kondisi terbuka. Angin malam menerpa jendela kamarku dengan mudah. Kali ini kubiarkan angin-angin itu berhembus menemani kesunyian malam yang kurasakan.

Beberapa menit kemudian, tanpa kusadari mataku mulai terpejam. Hanya beberapa menit saja, tiba-tiba kumelihat sosok laki–laki tampan yang berdiri tegap di depan jendela, dia memandangku dengan penuh perhatian, tetapi tidak sepatah kata pun yang terucap dari bibirnya, hanya sebatas senyum manis yang dia tampakkan. Sepertinya aku mengenali laki-laki itu. Dia mengenakan hem biru dan jam tangan hitam di tangan kirinya. Semakin yakin dalam hatiku bahwa dialah laki-laki yang selama ini ada dalam pikiranku. Sungguh tidak percaya bahwa dia benar-benar ada di kamarku. Cukup lama kita saling menatap dan tersenyum, hingga akhirnya dia menghilang. Kulihat sekeliling kamarku dengan penuh tanya dan heran, dimanakah laki-laki itu? Pergi kemakah dia? Apakah secepat itu dia meninggalkanku? Semua pertanyaan berkecamuk dalam hati dan pikiranku. Kembali kupandangi tempat dimana sosok itu berdiri, harapan mulai muncul akan kehadirannya kembali. Kutundukkan kepala, dengan lesu dan penuh rasa harap. Akankah dia kembali lagi untuk menghampiriku? Tanyaku dalam hati.

Detik jam terus berotasi. Tiba-tiba angin berhembus begitu kencang hingga tirai jendela bergerak-gerak tak tentu arah. Ada apakah ini? Badaikah? Kulihat sekaliling sudut kamar, tapi yang ku lihat hanyalah kegelapan.

Tiba–tiba, sorotan cahaya tampak di dekat jendela, kulihat bayangan laki-laki yang berdiri di depan jendela, sedikit demi sedikit bayangan itu mulai terlihat jelas.
“Kemarilah.” Dia memanggil.
“Dia datang kembali?” gumumku dalam hati
“Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanyanya.
“Dia ada di hadapanku? Ohhh… Nyatakah hal ini?” Pertanyaan demi pertanyaan mulai muncul dalam benakku. rasa heran, panik, senang, semuanya berkecamuk menjadi satu. Dia menatapku dengan senyuman yang tulus, pelan-pelan dia mendekatiku yang masih berdiri kaku di hadapannya. Ku hanya terdiam tanpa melakukan gerakan apapun, tubuhku terasa keras bagaikan patung roro jonggrang, organ-organ tubuhku terasa berhenti beraktivitas. Ohhh… Tidakkk… khayalan apa lagi ini? Sungguhkah ini laki-laki itu? Teriakku dalam hati, seakan tak percaya dengan apa yang sedang kulihat.
“Mengapa kau diam membisu? Kau tidak suka dengan kehadiranku?” tanyanya sambil mendekatiku.
Rasanya aku ingin membalas pertanyaannya, tapi bibirku belum cukup mampu mengeluarkan kata-kata. Seakan rasa tak percaya masih melekat pada diriku.
“Kenapa? Kau tidak mau menjawabnya? Apa kau masih kaget dengan kehadiranku, sehingga kau diam seperti ini?” Tanyanya kembali dengan senyuman.
“Kali ini kuharus menjawab semua pertanyaannya, kuharus melawan rasa ini” gumumku dalam hati.
Dia menatapku dengan senyuman, sorotan matanya terlihat jelas kalau dia menanti jawaban atas pertanyaan yang sudah dia ucapakan.
“Iya, aku tak percaya jika kau benar-benar nyata hadir di depan mataku. Kau sering sekali datang dan pergi tiba-tiba. Itu yang membuatku tidak percaya akan kehadiranmu kali ini.” jawabku menjelaskan padanya.
“Baiklah. Aku memahami apa yang kau rasakan” jwabnyaa lirih sambil mengenggam kedua tanganku.
“Terimakasih”. Ku membalasnya dengan senyuman dan memeluk tubuhnya.
Rasanya ingin kutumpahkn air mataku di pundaknya. Sebagai tanda kebahagiaan atas kehadirannya

Tidak lama kemudian, cahaya terang hadir menyilaukan mata, dengan sekejap kulepaskan tanganku dari tubuhnya. Dan semua yang ada di hadapanku menghilang.
“Kriiinggg…”
“Apa lagi sih ini?” sambil kuraba ponsel yang ada di sebelahku,
“jam 6? Huuufff… Benar saja ini matahari sudah nonggol” kehempaskan nafas berat dengan nada sedikit kesal.

Kupandangi langit-langit kamarku, sambil kubayangkan kejadian malam itu. Walaupun semua ini hanyalah mimpi, tapi ku merasakan akan kehadirannya sungguh nyata dan benar-benar ada. Kini hanyalah harapan yang ada di benakku. Harapan untuk bisa dekat, dan memeluknya di dunia nyata bukan hanya di khayalan semata.

Cerpen Karangan: Riska Aan

Cerpen Khayalan Semu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Yang Tak Pernah Terungkap

Oleh:
Kala itu aku masih duduk di bangku SMA, saat itu aku masih labil dengan hal baru yang dinamakan cinta, aku tidak mengerti apa itu cinta, bagaimana rasanya, dan seindah

Aku Cinta Dia

Oleh:
Desiran ombak bengitu riuh terdengar, gemercik air yang sesekali menghanyutkan butiran-butiran pasir yang berlinang-linag menjadi irama yang selalu menyanyikan lagu merdu menyelinap di lubang telingaku. Seperti biasa aku nikmati

Ketika Aku Jatuh Cinta

Oleh:
Hujan mulai menaungi tempatku berpijak. Aku terjebak tak dapat bergegas pulang melepas lelah setelah seharian beraktivitas di sekolah. Ingin rasanya aku berlari menerobos hujan. Tapi, dengan seragam putih abu

Cinta Gengsi (Kasih Tak Sampai)

Oleh:
Kedua bola matanya masih menatap hujan dari jendela kelasnya. Yang memang kini giliran saat musim hujan beraksi, setelah musim panas berlalu dengan sendirinya. Entah apa yang ada di pikirannya

Ketiduran Karena Cinta

Oleh:
Aku hanya seorang siswa sekolah menengah atas. Teman-temanku memanggilku dengan sebutan Zee si anak bertopi. Karena aku sangat senang memakai topi. Ada salah satu temanku yang sangat dekat denganku.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *