Kisahku Yang Tak Berjalan Mulus

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 3 November 2017

Perkenalkan namaku Revan, sekarang aku kelas XI di Madrasah yang terkenal di kotaku. Aku akan menceritakan sebuah kisah cintaku yang berakhir dengan kebencian dan tidak berjalan lancar. Sebut saja namanya Maureen (samaran). Dia sekolah di sekolah yang sama denganku. Kedekatan kami bermulai pada saat akhir tahun 2016. Aku memberanikan diri untuk memulai chatting dengannya di fb.

“Hai, lagi apa sekarang?”, sapaku.
Beberapa menit kemudian dia pun membalasnya.
“Juga, lagi nonton televisi. kamu lagi apa?”, balasnya.
“Lagi duduk aja”. Kami pun terus ngobrol sampai lupa bahwa jam sudah menunjuk pukul 22.30 wib. Aku pun mengakhiri obrolan kami tersebut.

Keesokan harinya di sekolah
“Pagi maureen?”.
“Pagi juga revan”
“Aku masuk kelas dulu ya revan”. Dia mengucapkannya sambil tersenyum.
“Iya”
Manis juga senyum ni cewek, batinku dalam hati.

Pada saat belajar akupun tak bisa konsentrasi karena senyumnya selalu terbayang di kepalaku. jam pelajarannya sudah selesai. Waktu pun terasa cepat kalau sedang memikirkan dia. Semoga pulang nanti ketemu maureen lagi, batinku dalam hati.

Entah ini keberuntungan atau apa, aku pun bertemu dengannya. Jahilin ah, pikirku. Aku pun lewat di depannya dan menginjak sepatunya. Sepertinya dia akan marah dan aku siap siap mengambil ancang ancang untuk lari. Ia pun mengejarku. Perasaanku semakin besar saat kulihat wajahnya yang sedang kelelahan itu, Sangat cantik, batinku. Aku pun berhenti dan dia pun menginjak sepatuku. Aku tak membalasnya, hanya tersenyum padanya. Ia pun juga tersenyum kepadaku.

“Hati hati di jalannya”. Ucapku.
“Iya, kamu juga hati hati ya”
Aku pun membalasnya dengan tersenyum.

Saat sampai di rumah, aku pun langsung menghempaskan tubuhku di kasur sambil mengingat senyumnya tadi.
Tembak sekarang nggak ya?, pikirku dalam hati. Tunggu aja waktu yang tepat, pikirku lagi.

Hari pun terus berganti, rasa cintaku makin besar kepadanya.
Suatu hari di sekolah, temanku curhat kepadaku bahwa ia menyukai maureen juga. Perasaanku pun tak karuan. Ia menyuruhku untuk mencari cara agar bisa mendekati maureen. Hatiku terasa sakit saat memikirkannya. Antara teman dan cinta, aku bingung harus memilih apa. Di satu sisi aku tak mau menyakiti temanku dan di sisi lainnya aku mencintai maureen. Aku pun Harus mengambil keputusan dengan tepat.

Setelah lama berpikir, aku lebih memilih temanku yang selalu menemaniku, daripada orang yang aku cintai. Aku pun tak bisa konsentrasi saat belajar.

Bel pun berbunyi, pertanda jam pelajaran sudah selesai. Saat mau pulang, aku berpapasan dengannya. Perasaanku tak karuan dan aku menghindar darinya. Kuteruskan langkah kakiku sambil sesekali melirik ke belakang. Wajahnya seperti menunjukkan rasa kecewa kepadaku, aku pun tidak mempedulikannya maupun perasaanku saat itu.

Keesokan harinya, kami berpapasan lagi, tapi tanpa satu kata pun kata keluar dari mulut kami berdua. Kurasa ia marah padaku. Otakku berpikir, ia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, biarlah rasa benci itu tumbuh sampai ia mendapatkan karma. Pikirku dalam hati.

Cerpen Karangan: Zaki Asngadi
Facebook: facebook.com/sigit.zaki
Hai, kenalin gue Zaki Asngadi. Ini cerpen pertama gue.
Thanks all

Cerpen Kisahku Yang Tak Berjalan Mulus merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Tak Seperti Yang Lain

Oleh:
Aku memang remaja yang berbeda dari remaja lainnya. Aku yang tidak punya banyak teman, yang mungkin sulit bergaul, dan bahkan belum pernah punya pacar seperti remaja lainnya. Aku memang

Tujuh Belas Tahun

Oleh:
Ketika sedang asyiknya mendengar musik yang diputar pada DVD player, terdengar suara ketukan pintu tok… tok… tuk, “Assalammualaikum,” ucap seseorang sambil mengetuk pintu, Denny bergegas ke luar dari kamar

Doraemon Go

Oleh:
“Bu kan lusa Oil ada ulangan harian. Terus kalau Oil bisa dapat nilai tinggi, enggak ada hadiah gitu?” Sang Ibu sedang menggendong anak yang lebih kecil dari Oil itu

Just Best Friend

Oleh:
Sepulang sekolah, tidak seperti biasanya. Hari ini begitu terik, panas matahari serasa membakar kulit. Keringat bercucuran, mata sudah tidak fokus memperhatikan jalan yang di lewati. Hari ini sepertinya menjadi

Puncak Gunung Single

Oleh:
Hiks hiks hiks! Hasan sedang menangis tersedu-sedu di pojok kantin sekolah. Satria datang menghampirinya, “Kenapa kamu menangis San?”. Hasan menoleh sambil sesenggukan, “Anakku minta dibeliin pulsa!” Kata Hasan dua

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *