Kita Dekat Tapi Sebenarnya Kita Jauh

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 7 July 2016

Teringat jelas bagaimana meriahnya pagi itu sebelum acara wisuda kemarin dimulai, Bagaimana tidak, di hari itu aku melihatnya bak pangeran dari kerajaan. Gagah? tidak, tampan? tidak, putih? tidak. dia hanya indah di mataku. tak seperti yang lain ingin datang dan berlomba menampilkan penampilan terbaik mereka dengan setelan jas dan dasi yang halus bak selendang sutera. Kulihat ia dari kejauhan dan dia pun begitu entah sepersekian detik aku mematung, entah apa yang sedang ia pikirkan tentangku. dengan cepat ia memalingkan muka menatap kedua sepatunya. Aku yang tak sadar ternyata tengah berada di keramaian tetap tersenyum sendiri mengingat wajahnya yang menurutku dipahat indah oleh sang pencipta.

Tak terasa waktu bergulir dengan cepatnya dan tibalah saatnya memasuki tempat acara wisuda berlangsung. Kulangkahkan kakiku dengan semangat perjuangan 45 karena tak sabar ingin melihatnya lagi. Aku pun tak menyadari bahwa aku memakai sepatu dengan hak yang tinggi yang membuatku sedikit tertatih saat melangkah. tak apalah yang penting aku dapat dengan cepat melihat sosoknya. Tak sulit menemukan sosoknya karena dengan cepat aku dapat menemukannya di bangku belakang dengan senyum mempesona yang ia tujukan pada teman sekelasnya. temanku menepuk bahuku dan mengatakan bahwa bangku dengan namaku berada di tengah barisan, dengan berat hati aku melangkah dan tak melihatnya lagi. Saat acara wisuda dimulai aku mengakui bahwa aku mencuri curi pandang padanya.

Saat pemanggilan nama siswa yang akan maju ke depan untuk menerima rapor semester 6 beserta yang lainnya, aku berdoa agar aku tidak membuat malu diriku di hadapannya. Jujur aku hanya peduli di hadapannya pada saat itu. Setelah namaku dipanggil dengan langkah yang mantap aku melangkahkan kedua kakiku untuk maju ke depan dan menerima rapor juga bersalaman dengan kepala sekolahku. Saat menuruni area kulihat dia memberiku seulas senyum indahnya dan memberiku isyarat dengan mengangkat ibu jarinya, saat itu pula aku tersenyum cerah karena aku merasa dia memperhatikanku. jika diibaratkan dengan kata satu kata. Aku hanya bisa mengatakan kata ‘Indah’ ya hanya indah yang dapat aku katakan.

Dan tiba saatnya namanya dipanggil untuk maju ke depan dan entah mengapa kepalaku tiba tiba mencari sosoknya yang sedang melangkah dengan mantapnya. Kuingat betul saat ia menuruni tangga, aku memberinya senyum indah seindah indahnya dan dia membalasnya dan menurutku senyuman itu begitu tulus dan menenangkan jiwa.

Aku dan dia sebenarnya dekat sangat dekat, tapi entah ada suatu alasan yang sampai saat ini membuat kami merasa jauh dan tak pantas untuk saling melengkapi. aku sangat menghargai dirinya sebagaimana ia menghargai diriku. kami mungkin tak bisa bersama untuk suatu alasan yang tak jelas, tapi aku bahagia. melihatnya sering lewat di depan kelas dan menyapaku dalam diam hanya melalui pandangan cukup membuatku tak berkutik untuk beberapa detik. ucapan selamat pagi yang selalu mampir di hp mengawali hari membuatku lebih semangat. we are not lovers but more than friend. entah aku tak tahu sejak kapan aku mulai menyadari bahwa aku mungkin sedang kecanduan senyumnya, ya mungkin senyum yang ia berikan padaku membuatku ketergantungan padanya. Tapi sampai saat ini, detik ini kami dekat tapi tetap saja aku merasa jauh.

Cerpen Karangan: Jenny Ria Hartiwi
Facebook: Jenny Ria Hartiwi

Cerpen Kita Dekat Tapi Sebenarnya Kita Jauh merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat Satu Hobi

Oleh:
Pagi itu sedikit mendung, aku berangkat sekolah dengan mengendarai sepeda. Namaku Rina, biasa dipanggil Ririn. Aku seorang siswi SMAN 1 Kandangan. Aku mempunyai 5 orang sahabat, yang tediri 4

Rasa Ini

Oleh:
Aku mencintainya… sangat mencintainya, hingga aku tak tau lagi cara menyampaikannya, mungkin bukan tak tau, tapi aku tak bisa mengatakan padanya. Aku mencintainya sejak dulu, sejak pertama kali bertemu

Friend or Love? (Part 2)

Oleh:
Kutarik pergelangan tangan kiri Ido, terpasang di sana jam tangan hitam yang sama persis dengan jam tangan yang melingkar di tangan kiriku juga. Aku terlihat seperti orang bodoh, lihat

Ryan, Aku Mencintaimu

Oleh:
Sulit ku mengartikan rasa ini. Padahal terlihat jelas di mataku saat semua terlukis jelas di hadapanku. Kau tebarkan beribu kata-kata indah untuk dia… dia… dan mereka… Mungkin aku adalah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *