Lelaki Misterius

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam)
Lolos moderasi pada: 18 February 2016

Oktober merupakan awal dari kisah ini. Dimana pertama kalinya aku melihatnya pada saat interview buat kepengurusan BEM 2015/2016 di kampus. Mengingat kejadian saat itu aku merasa lucu dengan rasa takut pada saat interview dengan pakaian biasa serta celana jeans potong. Betapa konyol pada saat interview tersebut, pertanyaannya yang masih terlintas di memoriku. Setelah interview hanya ada pengumuman yang menyarankan aku dan teman yang lain untuk hadir di minggu pagi pukul 10. 00 WIB di kampus. Keesokan harinya, aku hadir di rapat perdana pembentukan kepengurusan BEM. Tetapi, pada saat itu aku belum kenal siapa lelaki misterius tersebut. Iya, aku takut pada lelaki itu, takut sekali.

Beberapa minggu usai pembentukan kepengurusan BEM, waktu aku semakin tersita buat BEM dengan tanggung jawab aku sebagai sekretaris II. Waktu demi waktu terus berjalan, dengan berjalannya waktu. Aku mulai mengenal siapa lelaki misterius itu. Sebut aku nama lelaki misterius itu Kumbang. Hari silih berganti, dan ujian tengah semester telah tiba. Pada saat UTS inilah yang membuatku penasaran dengan lelaki misterius itu, dimana setiap kali aku bertemu dengannya selalu berantem dan ribut tanpa sebab, saling bully satu sama lain, sampai akhirnya aku harus terima bullyan-nya dengan lukisan buatan tangan konyolnya dia. Dia itu sangat menyebalkan, gambar yang menjengkelkan dan buat aku malu.

Saat itu aku hanya diam dan berterima kasih atas gambar buatannya. Gambar yang penuh arti dan kreatif. Sepulang kuliah aku bercerita pada teman aku Siti atas perbuatan lelaki misterius terhadap aku. Teman aku Siti hanya tertawa dan berkata, “Coba aku lihat gambarnya?” Beberapa menit dia memperhatikan gambar itu sahabat aku berkata, “Bagus kok Beb, berarti dia memperhatikanmu beb makanya dia bisa gambar kayak begitu.”
“Alah, konyol gambarnya beb, buat malu, kenapa coba dia harus gambar begitu di whiteboard BEM?” tanyaku pada sahabatku.

Pada hari berikutnya, aku ngebully dia kembali hingga aku melarikan handphone-nya demi mencari topik buat bahan ngebully kumbang. Ternyata, niat itu tidak aku jalankan karena aku masih takut dengannya dan takut kumbang akan ngebully aku lebih dari sebelumnya. Makanya aku tidak berani mengotak-atik hp lelaki misterius itu. Sampai beberapa bulan berikutnya aku dan dia sering mencari bahan buat saling membully, sampai akhirnya aku berhenti untuk melakukan hal itu, karena aku merasakan ada yang aneh pada perasaan aku. Perasaan dimana aku tidak tahu perasaan apa yang sedang aku rasakan. Dia lelaki misterius yang membuatku ingin mengenalnya lagi.

Berjalannya hari demi hari aku dengan lelaki misterius semakin dapat saling mengenal satu sama lain. Semakin aku mengenal dia, semakin banyak tentang dia yang aku dengar dan ku ketahui. Mungkin tidak begitu detail tentang dia. Beberapa bulan kenal dia belum ada tanda-tanda bahwa aku menyimpan rasa padanya. Namun, tanpa aku sadari, dengan seringnya melihat dan bertemu dia dalam organisasi yang sama. Ada rasa yang muncul tanpa aku sadari kapan perasaan itu hadir.

Lelaki misterius membuat aku penasaran akan dirinya. Aku ingin mengenalnya lebih dekat, tapi caranya bagaimana? susah untuk tahu semua tentangnya. Dan tidak mungkin hanya ingin mencari tahu tentang dia aku mendekat kepada teman-temannya. Setelah aku tahu akan rasa pada diriku. Aku mulai menyembunyikan rasa itu agar tak seorang pun tahu akan perasaan itu. Tetapi, usaha itu sia-sia karena kakak aku tahu dan mulai bertanya akan hal itu. Pada saat itu aku belum mengakui dan hanya menjawab bahwa itu hanya sekedar suka saja dan tidak lebih dari rasa suka. Sebaik-baiknya aku menyembunyikan hal itu tetap kakak aku Vera mengetahuinya.

Ternyata lelaki misterius itu semakin hadir dalam bayanganku, “Hahahaha,” tawaku. Lelaki yang terlihat cuek dan tidak peduli terhadap sekelilingnya itu ternyata sangat menghargai dan menyayangi Bundanya. Bunda yang selalu dibanggakan dan diasayangi. Salut padanya, terpaku pada lelaki misterius yang merupakan anak pertama dari dua adiknya yang disebut jagoan. Setiap kali aku berpikir, apa benar ini yang aku rasakan pada pria yang dianggap suka mem-phpin wanita.

Tapi, aku tidak merasa diphp-in oleh lelaki misterius itu, sebab perasaan aku datang sendiri tanpa ada gombal-gembel yang dia lakukan padaku. Dan lucunya hal apa yang membuatku mengaguminya sampai rasa kagum itu berubah menjadi rasa suka. Hai, lelaki misterius, aku harap siapa pun dirimu tetaplah menjadi lelaki hebat, lelaki luar biasa bagi wanita yang sangat engkau banggakan dan engkau hormati dan engkau sayangi. Betapa bahagianya kalau Bunda lelaki itu tahu betapa besar kasih sayangnya pada Bundanya.

Cerpen Karangan: Era Elfriana Sitanggang
Facebook: Eraelfriana Sitanggang

Cerpen Lelaki Misterius merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Anata To Christmas Eve

Oleh:
TENG! TENG! TENG! Dentuman bunyi lonceng Gereja pun berdetak memecah heningnya malam. Menandakan bahwa malam sudah cukup larut. Namun, aku masih ingin berada di sini. Di tengah kesendirian dan

Kenapa Harus Kamu? (Part 2)

Oleh:
Kami pun sama-sama memacu kendaraan kami masing-masing. Aku yang merasa agak canggung, entah kenapa kami jadi membisu kembali. Aku pun memulai pembicaraan dikala itu, dengan kendaraan bergandengan. “maaf ya

Aku Merindukanmu

Oleh:
“Entah semenjak kapan rasa ini muncul, tapi ketika bersamamu rasanya begitu nyaman. sampai-sampai aku tak bisa melepasmu atau meninggalkanmu. Meskipun aku tahu kau menganggapku hanya sebagai sahabat. Tapi ketika

Ku Mengagumi Senyummu Rey

Oleh:
Hari-hari tetap kulewati seperti biasa, kumengayuh santai sepedaku sambil kubernyanyi kecil. Kumasuki pintu gerbang besi itu dan ku menuju kelasku, tetap saja mata ini tak bisa terlepas dari sosok

Tabir di Balik Cintaku

Oleh:
Malam tampak sunyi, kegelapan menutupi batas cakrawala. Bulan tak menampakkan sinarnya. Bintang-bintang entah kemana rimbannya, yang membuang gelisah seorang gadis mungil. Sesekali terdengar suara katak yang mengiringi hujan yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *