Memang Harus Sendiri

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 20 January 2015

Namaku nia, aku sekolah di salah satu smp terdekat di sekolah ku. Pagi yang cerah, burung-burung bersahutan, menyambut datangnya pagi. Pagi itu aku begitu bersemangat karena aku akan datang ke sekolah yang aku inginkan dari dulu. Pagi itu pun pembina/guru memberi hal hal yang harus dibawa yang nantinya akan digunakan untuk atribut masa orientasi siswa (mos). Dan setiap siswa pun disuruh untuk mencari nama mereka sesuai dengan yang sudah ditentukan oleh pembina.

Akhinya aku pun menemukan namaku di gugus 8. Aku pun duduk di urutan nomor 2 paling belakang. Aku duduk diam di sebuah kursi dan tenyata di sebelahku ada seorang perempuan, sebenarnya aku mau menyapanya tapi aku segan malihat mukanya yang jutek.

Pada saat senior mos mulai memperkenalkan diri ada satu senior yang membuat perhatianku hanya tertuju padanya. Apakah ini yang dinamakan getaran cinta… hah udah jangan banyak ngayal..

Cerpen Memang Harus Sendiri

Hari demi hari ku lewati, aku pun masuk di ekskul pmr dan kebetulan senior mos yang membuat perhatianku tak teralihkan itu juga menjadi anggota pmr. Rasanya seneng banget, dengan itu aku bisa mengenalnya lebih jauh.

Seiring berjalannya waktu aku pun sudah dua bulan mengikuti ekskul pmr. Pada saat semua junior sedang duduk di sebuah lapangan rumput kami pun bersenda gurau bersama para senior. Gak tau kenapa aku dipanggil oleh salah satu senior untuk maju ke depan, dan ternyata abang senior yang kusukai itu juga maju bersamaku dan kami pun bersalaman.
“adek” dengan nada sok imut
“iya bang” nada malu-malu
“nama adek siapa” sok imut lagi
“nia bang”
Dan setelah itu kami pun dipersilahkan itu duduk kembali ke tempet semula. Betapa senangnya hatiku bisa bersalaman dengan dia erat lagi.
Tapi, aku bertanya–tanya darimana senior tau kalau aku suka pada bang senior itu. Dan ternyata aku tau siapa yang membocorkan itu yaitu dion.
“grgrgrgr” nada kesal
Kesal juga ada, seneng juga ada huaaaa campur aduk deh.

Bulan pun berganti, hari pun berganti. Pada saat itu aku sedang ke kantin bersama beberapa temanku. Dan kulihat ada abang senior yang sedang duduk-duduk bersama teman-temannya. Dan ada salah satu junior pmr yang mau menyalami pmr abang senior itu dan abang itu bilang
“gak usah dek abang udah keluar dari pmr”
“ya udah bang”
Tiba–tiba dia pun memberitahu kepadaku dan teman–temanku bahwa dia sudah keluar dari pmr. Ya allah betapa sedihnya hatiku mendengar dia sudah keluar aku pun sudah tidak semangat lagi untuk latihan pmr, namun aku harus membuang jauh-jauh dia dari hatiku.

Ada temanku bernama lia dia salah satu anak kelas tujuh juga sama seperti aku. Dia menceritakan bahwa abang senior itu menembak salah satu anak di kelas itu yang namanya ola. Hatiku seperti ditusuk-tusuk.

Sekarang aku menjalani hariku seperti biasa, pada saat aku baru datang ke sekolah tiba-tiba si lia memberi tau kalo si ola sudah putus sama abang senior itu wah seneng banget.

Pada saat itu aku ada di kelas sedang ngobrol-ngobrol sama teman sekelompokku. Dan dia mengikuti ekskul catur dan kebetulan juga abang senior itu juga mengikuti ekskul catur juga dan dia bilang sama abang senior itu kalo aku suka sama abang itu tapi respon abang itu cuma bisa saja. Aku sedih kenapa dia tidak memberikan respon yang tidak biasa saja.

Dan pada saat pulang dari latihan pmr berama lia dan dia cerita kalo si ola mau clbk sama abang senior itu. Aku mendengarnya sangat sedih. Aku tidak mau berlarut–larut dalam kesedihan aku mulai merenung untuk apa aku menunggu cinta yang tak pasti dan aku berfikir aku harus fokus kepada sekolah daripada memikirkan dia yang tidak memberikan respon. Dan aku memang harus sendiri aja.

Sekian

Cerpen Karangan: Lili Susanti
Facebook: Li Li / https://www.facebook.com/profile.php?id=100006715869648
hay ini cerpen pertamaku lho
apabila ada kesalahan mohon dimaafkan …
BYE….

Cerpen Memang Harus Sendiri merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Lelaki Kusut Pengunjung Stasiun

Oleh:
Entah apa yang membuatku terpikat dengan seorang lelaki yang duduk di dekat stasiun kereta api itu. Lelaki berambut acak-acakan itu duduk dengan kaos kusutnya yang dilapisi dengan kemeja merah

Terwujudkan

Oleh:
Pada suatu hari ada seorang gadis remaja yang bernama Farisa dia biasa dipanggil Risa, dia adalah seorang gadis yang mempunyai sebuah impian untuk menjadi yang terbaik bagi keluarganya maupun

Jarak Takkan Memisahkan Kita

Oleh:
“Kamu tahu hewan kecoak?” “Iya tahu.” “Apa menurut kamu tenteng binatang itu?” “Dia adalah hewan yang hebat. Dia mampu hidup meski kelaparan dan dia tak memiliki leher.” Rasanya aku

Cinta Anak SMK

Oleh:
Move on. Dua kalimat yang memiliki banyak arti, susah dilakukan, dan sangat sensitif bagi kaum remaja saat ini, khususnya remaja putri. Haha gue hanya tersenyum saja saat melihat celotehan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *