Mencintai Dalam Diam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam)
Lolos moderasi pada: 12 August 2016

Sekitaran satu setengah tahun yang lalu, kau dan aku dipertemukan di bangku perkuliahan. Semenjak pertemuan pertama itu hingga saat ini rasa itu masih tetap ada dan jikalau berubah semuanya itu karena rasa yang sekarang lebih kuat dari sebelumnya dan selama ini aku memberanikan diri Mencintaimu dalam diam. Semua hal yang kita lakukan berdua membuat hatiku memberontak. Hubungan seperti apa yang kita jalani sekarang, entah itu persahabatan, adek tapi mesra (atm), saudara dan hubungan lainnya. Semua itu membuatku bingung memulainya dari mana. Banyak dari kalangan teman-teman mempertanyakan hubungan kita serta mendukung hubungan kita menjadi lebih spesial (pacaran). Tapi sampai saat ini aku lebih memilih dekat seperti ini saja tanpa harus ada ikatan spesial, karena aku gak mau terlalu jauh melangkah. Takutnya nanti munculnya sebuah kebencian, karena adanya ikatan spesial karena otomatis pasti akan ada kata putus dan aku gak mau merusak hubungan indah ini hanya karena menginginkan sebuah status serta kepastian.

Biarkanlah ku terus Mencintaimu walau dalam diam seperti ini. Mencintaimu dalam diam saja menjadi fitnah bagi setiap pasang mulut apalagi terang-terangan. Aku gak tau ini cinta atau hasrat. Tapi, yang aku tau, bersamamu, waktu berjalan lebih cepat dari biasanya. Kenapa? Kenapa kebersamaan itu cepat sekali berlalu. Aku gak tau ini cinta atau hasrat sesaat. Tapi, yang pasti bersamamu aku bahagia. Bila itu hanya hasrat sesaat maka hentikanlah aku. Jangan biarkan aku jauh lebih dalam lagi. Tapi, jika itu rasa cinta yang allah berikan untuk kita berdua. Maka, biarkanlah rasa itu tumbuh, tumbuh dan tumbuh lebih lebat dari sebelumnya. Hingga tiba saatnya dimana kita akan dipersatukan dalam ikatan yang halal.

Selama ini aku selalu menunggumu walau aku sendiri gak tau adakah aku di hatimu. Sebenarnya aku takut menunggu lebih lama lagi, aku takut ada perempuan baru yang akan menetap di hatimu dan membuat namaku semakin sirna di hatimu. Sejenakku menggila memikirkan hal-hal aneh. Bila ku terus menunggumu terlalu lama dan membuat umurku semakin bertambah sementara aku terus mengharapkanmu tapi pada akhirnya kau memilih membangun hubungan itu dengan perempuan lain. Pemikiran-pemikiran seperti itu selalu menggerogoti otak dan hatiku. Tapi inilah aku perempuan biasa yang gak cantik, yang hanya bisa kulakukan saat ini adalah membuatmu tersenyum dan ketawa lepas, memunculkan hal-hal lucu baru sehingga kau mempunyai alasan untuk mengingatku sehingga tak ada lagi kata bosan dan titik jenuh pun sirna. Tapi itulah kau, kau layaknya hujan di hidupku. Tetesan air hujan selalu membasahi bumi. Tapi, suara dan perlakukanmu selalu membasahi pipiku dengan air mata kebahagiaan. Hujan saja dapat menyejukkan bumi begitu juga denganmu yang selalu menyejukkan hatiku. Gemuruh petir riuh menerobos gendang telingaku sedangkan riuh suaramu menerobos menembus hatiku jika itu adalah bentuk rasa sayangmu maka biarkanlah tetap seperti itu. Jika semuanya hanya sekedar mimpi indah maka bangunkanlah aku serta sadarkan aku dari mabuk cintamu kak.

Menjelajahi hati seseorang itu tidaklah mudah maka dari itu aku lebih memilih mencintaimu dalam diam. Jika kau tidak layak untukku maka akan kulayakan. Jika kau tidak pantas bersanding denganku maka akan kupantaskan. Maaf bukan begitu jalan pikiranku, karena inilah aku bersinar dengan caraku sendiri bukan bersinar dengan pantulan cahaya dari siapapun atau bersinar dengan cara menutupi sinar orang lain. Jika waktu berkata kau layak untukku dan aku layak untukmu. Maka, saat itulah kita akan sama-sama menyinari kehidupan kita. saat itulah yang sedang kutunggu. Membangun hubungan pendewasaan bukan hubugan kekanak-kanakan. Untukmu yang tidak menjanjikanku kemewahan. Tapi membimbingku dan berjalan bersama menuju masa depan.

Ketika Waktu berkata semoga amanah membangun kisahnya. Maka saat itulah kita akan sama-sama memperjuangkannya. Hingga akhirnya kau bukan lagi mengetuk pintu hatiku tapi mengetuk pintu rumahku. Dan bukan lagi bilang “I love you” tapi “I will marry you’.

The end

Cerpen Karangan: Talia
Blog: GadisBertintaBiru

Cerpen Mencintai Dalam Diam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


A Cup Of Longing Please! (Part 2)

Oleh:
“Jadi ini salah?” ucap Disa sambil memandang kain yang menggantikan posisi jilbab lebarnya dulu. Ada nada sedih dalam suara lirihnya. Segera aku menyahut, “Bukan salah. Hanya saja kau lebih

My Boy + Friend

Oleh:
Rega dapat predikat cumlaude untuk kejombloan yang ia pertahankan selama seumur hidupnya, ga tau kenapa dengan muka ganteng dengan prestasinya yang membludak dan seantrean cewek-cewek kece yang mau jadi

Sarung Coklat

Oleh:
Pesona senja enam sore di ibukota memang cukup cantik. Namun tak sedikit pun memikat Zizi yang sedari tadi membujukku setengah mati untuk menaruh sajadah ke masjid. “Bia… Febia, ayo

How To Love (Part 2)

Oleh:
Kisah cinta ini berlanjut di bagian 2, dimana aku dan amel berbicara tentang saat itu waktu sudah teralu larut malam. Aku khawatir jika amel tidak bisa pulang karena memang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *