Mencintai Dikejauhan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam)
Lolos moderasi pada: 21 December 2018

Aku terus duduk di sini, sambil menatap pria yang sangat kusayangi dari SMP sampai SMA sekarang. Dia, Rio Dihamid pria yang sangat kucintai.
Tapi sayangnya aku cuma bisa duduk di sini tanpa ingin menyentuhnya, yah aku memang gadis yang pemalu, sedangkan dia, Pria yang populer di sini. Oh ya perkenalkan namaku Lily Lestari, aku cuma gadis biasa kok dan gak terlalu pintar dalam pelajaran.

“Ly?” suara itu membangunkan ku dari lamunan, dia temanku namanya Tia. “Eh iya?” refleks aku langsung menjawab. “Kamu kenapa?” tanyanya, “Eh? Mmm gak papa kok.” jawabku berbohong.
“Ly, aku tau kamu pasti liatin si Rio kan? Ly mau sampe kapan sih kamu liatin dia dari jauh? Apa gak cape? Ly lo harus maju dong, jangan bisanya cuma natap dia dari kejauhan dan apa kamu gak sakit gitu liat si Rio deket sama cewek?” beribu pertanyaan dilontarkan padaku. “Tia, aku gak papa kok liat Rio sama yang lain asal dia seneng, aku gak cape atau pun apa cukup liat Rio tersenyum itu udah lebih dari cukup.”
“Ly! Kamu bilangnya gak papa, tapi aku tau, pasti hati kamu sakit kan liat Rio deket cewek lain?”
Aku terdiam. Memang benar apa yang dikatakan Tia, rasanya sakit sekali jika dirasakan. Tapi aku memberikan senyuman kepada Tia, dan membuat Tia mengerutkan keningnya. “Tia, sudahlah jangan nanya terus, dan aku rela kok jika harus mengagumi tanpa dicintai, aku rela. Asalkan aku bisa terus melihat senyumnya.”

Tak lama mengatakan itu aku langsung berdiri dan membereskan buku yang berserakan di atas meja, karena waktu pelajaran telah habis. “Aku duluan.” aku bergegas untuk ke perpustakaan, karena dari tadi bel istirahat telah berbunyi.

Saat di koridor aku terus berjalan sambil memegang novel yangku bawa tadi, karena jika aku membacanya di dalam kelas pasti akan terganggu.

Brak…
Tiba-tiba saja ada yang menabrakku hingga novel-novel yangku pegang berserakan di lantai. “Eh sorry! Gua gak sengaja.”
Suara itu? Suara itu adalah suara Rio, aku langsung mendongkak memastikan apakah yang menabrakku itu benar adalah Rio?

Deg!
Ternyata itu benar, dia adalah Rio.

“Hey? Lo gak papa?” tanyanya, membuat jantung ini berdetak kencang. Dengan cepat aku merebut novelku yang ada di tangannya, dan cepat-cepat meninggalkan Rio.
Aku terus menaiki anak tangga untuk menuju perpustakaan yang ada di lantai tiga.
Saat memasuki perpustakaan aku berjalan memilih tempat yang inginku tempati hingga aku memilih tempag di dekat jendela yang menghadap lapangan.
Aku buka novelku dan membacanya.

“Nah ternyata lo disini.” astaga! Suara itu lagi. “Nih tadi ponsel lo jatoh.”
Aku mengambilnya dengan kepalaku yang masih tertunduk karena gugup. “Ma… Makasih.”
“Iya sama-sama, lain kali jangan langsung lari dulu liat apa ada yang ketinggalan apa enggak pas ditabrak orang, eh ini mah lari mulu udah kaya liat setan aja.” kekehnya.
Kemudian dia, Rio duduk di sampingku membuat detak jantung ini kembali tak normal.

“Gua Rio.” ujarnya mengulurkan tangannya, “Ak… Eh gu… Gue Lily.” menjabat tangannya.
“Anak kelas mana?”
“Kelas… MIPA 1.” tuturku, “Wah, kelasnya disebrang berhadapan sama kelas gua dong?” aku hanya mengangguk.

“Oh ya, kalo gitu gua duluan.”
Setelah Rio pergi aku langsung menormalkan detak jantungku. Mulai saat itu aku tak pernah melihat Rio lagi.

Hingga suatu hari…
“Ly?!” teriakan Tia membuatku kaget. “Kenapa?”
“Kami udah denger kabar belum?”
“Kabar apa?”
“Kalo Rio pindah sekolah dan lebih parahnya dia jadian sama Karnia!!”
Saat itu juga, rasanya aku ingin sekali menangis tapi tidak, aku tak mau terlihat seperti gadis cengeng.
“Gak papa.” kata-kata itu membuat Tia menganga. “Lo gak sakit gitu?”
Aku menghela nafas, “Sesakit apapun itu aku gak mau nangis, aku gak mau cengeng. Aku ngerti memang ini takdirku. Mencintai kejauhan.” ujarku dan pergi ke taman belakang.
Sakit? Memang itu yang aku rasakan.

Aku benci, dia benci. Aku suka, dia biasa saja. Aku cinta, dia? Entahlah memang ini adalah takdirku. Lalu aku menulis sesuatu di buku harianku.

Dear Rio

Aku hanyalah gadis yang hanya bisa memberimu cinta.
Aku tau aku bukanlah orang yang kau harapkan
Tapi hatiku tau, jika kau adalah jodohku kamu pasti akan kembali

Hatiki tau kepada siapa aku harus berjuang dan kepada siapa aku harus pulang.

Aku bukan mengemis cinta padamu, kamu harus tau betapa berharganya kamu di hatiku. Entah sejak kapan perasaan ini ada, tapi yang jelas aku sangat-sangat mencintaimu Rio Dihamid.

Sorry ya kalo ceritanya pendek.

Cerpen Karangan: Lilis Ayu Lestari
Blog / Facebook: Lilis Ayu Lestari
Kelas: 9 C
Sekolah: MTS. Ghoyatul Jihad karawang telagasari.

Cerpen Mencintai Dikejauhan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Alien dan Pribumi

Oleh:
Hujan saat itu adalah Hujan di awal bulan Agustus, tidak mengenal pagi, sore atau malam hari, hujan memang tak bisa diajak bernegoisasi untuk berhenti. Banyak orang yang gembira saat

Maafkan Kecuranganku Dalam Friendzone

Oleh:
Duapuluh tahun bukan kurun waktu yang singkat dalam pertemanan. Antara aku dan dia teman masa kecilku, Projo. Dari masa taman kanak-kanak sampai saat ini usia seperempat abad kami masih

Sederhana

Oleh:
Ketika semua hal yang seharusnya terucap lewat lisan namun tak mampu kusuarakan, dapatkah kau mendengarnya? Ketika mata yang hanya menatap dan menoleh ke arahmu sebagai gantinya. Dapatkah kau memahami

Selamat Tinggal Teman Masa Kecil

Oleh:
Asia, ya nama teman pertamaku. Kami sudah berteman sejak TK. Selama 10 tahun kami akrab sebagai teman dekat. Aku menganggapnya sebagai adikku sendiri. Karena selalu bersama, teman-teman kelasku menganggap

Cinta Dalam Hati

Oleh:
Dengan diam aku puas menatapnya, dengan diam aku bahagia menikmati senyumnya walau itu bukan untuk ku, dia sosok lelaki yang beberapa minggu ini mampu mencuri fikiran, hati, perhatian dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Mencintai Dikejauhan”

  1. Annahdiyah says:

    suka dan tertarik ikut menulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *