Mengagumimu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 3 January 2017

Pagi yang cerah, begitu indah. Matahari terbit dengan kehangatannya. Terlihat seorang gadis berjalan dengan santainya. Ia adalah Uffi. Uffi adalah seorang gadis SMP. Ia hendak berangkat sekolah dengan penuh semangat, entah itu semangat ’45 ataupun semangat sumpah pemuda.

Sesampainya di sekolah, Uffi langsung menuju ke ruang kelasnya. Belum sampai Uffi di depan pintu, tiba tiba terdengar suara yang memekikkan telinga.
“Uffi…!!! tunggu aku dong, aku cape banget tau.” teriak Winda. Winda adalah sahabatnya Uffi, sekaligus teman sebangkunya. Winda anaknya lebay, cantik, dan juga baik hati.
“Iya, iya. Nggak usah teriak teriak juga kali.” ucap Uffi.
“He… he… he… Sorry. Habis takut kamu nggak dengar.” ucap Winda sambil garuk garuk kepala.
“Emangnya aku budek apa?” tanya Uffi jutek
“Yaa, maaf.” ujar Winda
“Ya udah, yuk ke kelas.” ajak Uffi jutek.
“Eh, tunggu dulu.” cegat Winda.
“Apa lag…gi si…”
“Andre…” batin Uffi. Uffi memandangi seorang laki laki yang melewatinya.
“Hey, malah ngalamun.” ucap winda sambil menepuk punggung Uffi.
“Eh, iya. Apa tadi?” tanya Uffi gugup.
“Enggak jadi ah, BT. Udah yuk ke kelas.” ajak Winda
“Ok.” kata Uffi tanda setuju.

Saat masuk ke kelas, kelas sepi. Padahal di kelas banyak siswa. Tetapi semua siswa sedang menghadap bukunya masing masing dan berpikir dengan super ekstra.
“Hei, Tino. Sini dong sebentar!” panggil Wina sambil melambaikan tangannya.
“Ada apa?” tanya Tino, kemudian menuju ke arah kami.
“Mereka semua kenapa si?” tanya Winda bingung.
“Oh, mereka, mereka semua itu, sedang mengerjakan PR matematika. Padahal kan namanya PR, pastinyakan dikerjakan di rumah. Eh, malah dikerjakan di sekolah. Mereka pikir PS kali ya.” jelas Toni panjang lebar.
“Tapi, kok bisa ya. Satu kelas belum mengerjakan semua?” tanya Winda lagi.
“Nggak tau. Janjian kali he… he… he…” ujar Toni melucu.
“Ngomong ngomong, kamu bilang kaya gitu, emang kamu udah selesai PRnya?” tanya Uffi.
“Belum, he… he… he…” jawab Toni malu.
“Huuuh, dasar.” kata Winda.

Bel pun berbunyi, menandakan waktu pelajaran akan segera dimulai. 10 menit berlalu, tapi belum juga ada guru yang masuk.
“Tumben ya, kok pak guru belum datang.” ujar Uffi bertanya kepada Winda. Winda hanya mengangkat bahu. Tiba tiba ketua kelas, Ambi, masuk ke kelas.
“Teman teman, katanya pak guru hari ini tidak berangkat. Jadi cuma dikasih tugas.” seru Ambi di depan kelas dengan semangat. Semua siswa pun bersorak gembira. Tiba tiba terdengar suara…
“Alhamdulillah, akhirnya jam kosong. Ya Alloh, hamba berterima kasih kepada-Mu. Karena akhirnya jam kosong juga. Engkaulah Maha Pengasih dan Penyayang.” kata Tino sambil mengangkat kedua tangannya. Semua siswa pun heran dan tertawa terbahak bahak.
“Tin, obat kamu habis ya?” ledek Vigo sambil tertawa.
“Enak aja, aku masih sehat wal afiat tau, lahir batin malahan.” jawab Tino.
“Udah udah, sekarang ada tugas, disuruh mengerjakan LKS hal 59.” ujar Ambi melerai Tino dan Vigo. Semua siswapun mengerjakan, kecuali siswa laki laki, mereka malah bermain main, termasuk Ambi, sang ketua kelas. Saat ditanya apakah mereka sudah selesai mengerjakan? mereka akan menjawab iya. Entah mereka menyontek ataupun menjawab asal asalan.

Setelah cukup lama mengerjakan, akhirnya Uffi selesai juga. Begitu pula dengan Winda. Mereka berduapun kemudian bercakap cakap tentang berbagai hal, dari yang penting sampai hal yang tidak penting.
“Win, tunben kamu raji, biasanya kalau urusan matematika kamu paling males.” kata Uffi memulai pembicaraan.
“Lagi rajin si kayanya, he… he… he…” jawab Winda.
“Apa bener, kamu lagi rajin?” tanya Tino ikut ikutan, kemudian berlalu pergi ke arah teman temannya.
“Apaan si kamu?” gerutu Winda sambil melihat Tino yang sedang berlalu. Uffi pun melihat ke arah Tino juga. Tanpa sengaja, ia melihat Andre sedang mengerjakan tugas. Tidak seperti teman teman yang lain.
“Wah, Andre rajin banget.” bati Uffi sambil senyum senyum sendiri. Iapun menepuk bahu Winda.
“Win, lihat deh semua anak laki laki, pada berisik banget.” kata Uffi basa basi.
“Iya, pada berisik banget, nyebelin deh.” jawab Winda sedikit kesal.
“Tapi, lihat deh Andre, dia masih serius mengerjakan tugas.”
“Iya, ya. Rajin banget.”
“Dia juga siswa laki laki terpandai kan di kelas ini?”
“Iiih, Uffi. Kok kamu tahu? Atau jangan jangan kamu suka ya sama Andre?” tebak Winda.
“Hah, eng… enggak kok.” bohong Uffi.
“Tapi, kalau kamu emang suka sama Andre nggak apa apa si. Mungkin kamu suka, karena dia kan pinter dan juga keren banget. Tapi menurutku, kamu jangan pacaran dulu.” nasihat Winda.
“Ya nggak mungkin lah kalau aku suka sama Andre.” jawab Uffi. Uffi pun terpaksa berbohong karena dia malu, kalau Winda tahu dia suka sama Andre.

Malam harinya, Uffi tidak bisa tidur. Dia terus memikirkan Andre. Lama lama Uffi cape menyimpan rahasia ini sendirian. Akhirnya, ia memutuskan untuk membagi rahasia ini kepada Winda.

Keesokkan harinya, saat jam istirahat, Uffi dan Winda duduk di taman. Uffi pun melaksanakan niatnya.
“Win, Winda.” panggil Uffi menyenggol lengan Winda.
“Iya, ada apa?” jawab Winda memalingkan wajahnya.
“Aku mau jujur, tapi… kamu jangan ketawa ya.”
“Emang apaan?”
“Seb… sebenernya… aku, em…. aku sukkkaaa sammmaaa Andre.” ucap Uffi malu.
“Hah, beneran? Cie… cie…” ledek Winda.
“Emang sejak kapan?” tanya Winda.
“Sebenarnya si, udah dari 3 bulan yang lalu.”
“What, kenapa kamu baru bilang sekarang?”
“Emm… soalnya aku malu.”
“Ooohh…”
“Tapi kamu janji ya, jangan bilang siapa siapa.”
“Ba…” belum selesai Winda bicara, bel sudah berbunyi. Uffi dan Winda pun segera pergi ke kelasnya.

Saat di kelas, guru belum datang. Winda pun pergi menghampiri Andre dan berkata…
“Ndre, Uffi suka sama kamu tau.” ucap Winda. Andre pun tersenyum dan melihat ke arah Uffi yang sedang melihat ke arahnya. Uffi langsung memalingkan wajahnya.

Keesokkan harinya, Uffi pun berangkat sekolah seperti biasanya. Saat sedang menuju ke kelasnya, Uffi pun melihat Andre sedang di ambang pintu. Uffi segera menundukkan kepalanya.
“Pagi Uffi.” ujar Andre tersenyum dan berlalu.
“Hah, Andre menyapaku?” ujar Uffi dalam hati dengan perasaan bingung.

Cerpen Karangan: Lusiana
Facebook: Lusiana Faryl
Hai, aku Lusi. Aku dari Purbalingga
Ini cerpen pertamaku lho. Kalau ada kekurangan moho maaf dan mohon di maklumi. Terima kasih.

Cerpen Mengagumimu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tim Hijabers VS Tim Coolest Boy

Oleh:
Pada suatu hari, hiduplah sebuah tim basket unggulan di SMPN Pengetahuan. Tim basket ini bernama Tim Coolest Boy yang beranggotakan Syakil, Antoni, Muharim, Doni, dan Orky. Mereka kelas 7-D.

Dia, My First Love

Oleh:
Cinta, aku tidak begitu paham apa itu cinta. Bicara soal cinta aku benar-benar payah. Hal yang konyol di usiaku yang 20 tahun aku belum pernah pacaran. Menyedihkan, bukan? Apa

Mantan Terindah

Oleh:
Pagi pun datang diriku telah terbangun dari alam mimpiku, namun tak seperti biasanya dalam benakku, ada sesuatu yang mengganjal di hati ini, entah kenapa yang terjadi namun, aku mencoba

Game Over

Oleh:
“Stoop…” Teriakan Gen membuat keributan di kelas. Anak kelas 8 itu memang suka membuat keributan di mana saja. Penyebabnya selalu sama game, game, dan game ia memang pecinta game,

Kamu Aja Deh

Oleh:
“Allahu akbar Allahu Akbar” “Hoaammmmm, masih ngantuk nih,,” Suara Adzan Subuh itu lagi. Suara yang biasa membangunkanku seperti pagi ini, pusing bener rasanya, ku paksa kucek-kucek mata yang masih

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *