Menyebut Namanya Dalam Sujudku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 10 September 2016

Hari ini, aku sungguh tak percaya dengan takdir allah. Bagaimana tidak? Dia satu kelas denganku. Ketika kelas 10, tak jarang aku menyebut namanya dalam sujudku, salah satunya agar dia satu kelas denganku. Tuhan memang punya rencana yang indah, ya setidaknya aku dan dia menjadi seorang “teman” setelah kami duduk di kelas yang sama. Dia adalah cinta pertamaku, aku mencintainya sejak akau duduk di bangku kelas 10. Walaupun cintaku tak terbalas, tapi sampai sekarang aku masih mencintainya.

Hari ini semua siswa-siswi mulai memasuki kelas masing-masing. Aku duduk di kelas 11 ipa 4. Hampir semua murid sudah memasuki kelas, kecuali dia. Aku sempat berfikir kalau dia pindah kelas/barter, apa itu karenaku? Aku berfikir seperti itu karena dia tak pernah menyukaiku. Dia mengetahui kalau waktu kelas 10 aku sangat menyukainya, dia mengetahui itu dari teman-temanku, mereka membuatku malu ketika bertemu dengannya. Rasanya aku tak salah bukan jika menyukainya, tapi entahlah dia tak penah menyukaiku. Bu pipit guru matematika, sudah memasuki kelas. Tapi laki-laki itu tak kunjung datang. 15 menit berlalu. Akhirnya dia masuk, tapi karena dia telat dia dihukum berdiri selama 15 menit, sesuai dengan waktu pelajaran yang telah dia tinggalkan. Sosok laki-laki itu sedang berdiri di depan, dengan kaki kiri diangkat dan kedua tangan disilangkan memengangi telinga, itu semua membuatku mudah mencuri-curi pandang, tapi tak jarang pandanganku itu dia tangkap basah dan akhirnya aku tak lagi mencuri-curi pandang karena malu.

2 bulan berlalu
Walaupun aku dan dia duduk di kelas yang sama, tapi tak pernah sekalipun dia melempar senyum kepadaku apalagi mengobrol denganku, aku berfikir semua itu mustahil. Memang semua itu tidak hanya terjadi kepadaku, karena dia sosok laki-laki pendiam yang cuek dan sok cool. Tapi yang aku tahu waktu kelas 10 dia akrab dengan semua temannya, atau mungkin butuh waktu yang lebih dari 2 bulan untuk akrab dengan lingkungan, entahlah dia memang membuatku banyak berfikir. Ternyata dugaanku salah, karena pada faktanya walaupun kami satu kelas hubungan kami tak selayaknya “teman”, kami seperti tak saling mengenal, walaupun memang faktanya dia tidak mengenalku dengan baik, setidaknya dia mengetahui namaku. Sedangkan aku mengetahui semua tentangnya, kesukaannya, tanggal lahirnya, alamatnya, no hpnya, aku tahu semua itu dari banyak sumber, dari teman-temannya, facebook, instagram, line, bbm, semua sosmed miliknya kujadikan alat untuk mencari informasi tentang dirinya. Selama dua bulan tak jarang kami satu kelompok, padahal absen kami berbeda jauh, dia bernama Adrian sedangkan aku bernama septi, tapi mungkin itulah yang dikatakan jodoh.

Sebenarnya dari sejak kelas 10 dia mempunyai pacar, pacarnya itu bernama santi sekarang dia duduk di kelas 12. Adrian memang menyukai sosok wanita yang lebih tua darinya, karena sebelumnya dia juga dekat dengan wanita yang bernama devi, malah devi ini umurnya 2 tahun lebih tua darinya. Santi yang tak lain pacarnya adrian itu tak jarang datang ke kelas, hampir setiap pulang aku juga melihat mereka pulang bersama, aku sudah terbiasa melihat pemandangan-pemandangan itu yang tak jarang membuat aku menjadi badmood.

Beberapa hari kemudian
Entah apa yang allah rencanakan, tapi adrian dan aku bisa dikatakan sebagai “teman”, dia mulai berbicara kepadaku, bukan hanya kepadaku memang, tapi itu jauh lebih baik dari sebelumnya. Adrian juga sering tersenyum kepadaku sekarang, bukan hanya kepadaku juga memang, tapi senyumannya itu membuat jiwaku terbang sejenak, sungguh luar biasa bukan. Dan yang membuatku ngefly, dia memanggilku uti, uti adalah nama kesayanganku di keluarga, tapi suatu hari dan sampai sekarang dia memanggilku uti, entah itu kebetulan atau memang bagaimana, tapi itu sungguh menyenangkan hati.

Aku yakin suatu saat nanti dia mengetahui arti cinta yang sesungguhnya. Cintaku kepadanya bisa dibilang cinta yang sesungguhnya. Aku pernah mendengar bahwa rasa cinta yang lebih dari 4 bulan, berarti itu cinta yang sesungguhnya. Kalu dihitung-hitung aku mencintainya sudah lebih dari setahun, dan rasa itu tetap sama dan tidak berubah. Cinta ini bukan sekedar cinta, mungkin orang lain akan melupakan cintanya karena cintanya itu bertepuk sebelah tangan, tapi tidak denganku, aku tetap berjuang dalam sujudku. Setiap sujud ku sebut namanya, hanya itu usaha yang bisa aku lakukan. Selama setahun ke belakang hanya satu nama laki-laki selain ayahku yang ada dalam sujudku yaitu kamu “Adrian”.

Cerpen Karangan: Renita Melviany
Facebook: Renita melviany
Bismillah, semoga kalian suka dengan cerpenku ini..

Cerpen Menyebut Namanya Dalam Sujudku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Demam Korea

Oleh:
“Yun, nanti pulang sekolah anter aku ke toko buku ya” kata Regina, Sahabatku yang sedang menyantap satu piring bakso di kantin saat istirahat “males ah, pasti mau beli buku

Bimbang

Oleh:
Hai, Teman! Namaku Keira Anindya Wijaya. Kalian cukup panggil aku Kei aja. Aku memiliki 2 sahabat, mereka bernama Anisa Juliana Putri dan Yuna Hoshimiya. Aku dan mereka berdua sudah

Rasa Terpendam

Oleh:
Safanya, itulah yang aku tahu tentang namamu, pertama aku melihatmu, mataku seolah tak bisa berkedip, seperti melihat pelangi yang indah di atas sana, aku tahu namamu dari ibumu, ibumu

Cintaku Yang Terbaik

Oleh:
Namaku “Gabriella Indri Pratiwi”. Aku lahir di Jakarta, 1 januari 1999. Sekarag aku tinggal di Bogor bersama kakaku. keluargaku sudah tidak utuh atau yang sering di sebut “sudah bercerai”,

Hubungan Yang Tak Disangka

Oleh:
Nama gue Septi. Gue punya sahabat terbaik, namanya Puja. Gue sama Puja udah terkenal banget di sekolah karena kekompakkan kami. Gue sama Puja baru kelas 2 SMP. Pada hari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *