Merah Jambu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam)
Lolos moderasi pada: 8 March 2017

Bukannya aku pernah bilang untuk selalu mengerjakan PR? Harris, kau ini selalu menyusahkan aku!

“Kenapa, Mir?” Tanya Harris, aku menggeleng. Harris kembali mengerjakan PRnya. “Kau lucu.”

Harris. Sungguh, kau bilang apa? Lucu? Harris melambaikan tangannya. “Kenapa, Mir?” Tanya Harris kesekian kalinya. Aku salting lalu menggeleng. aku sih, melamun.

Harris menggeleng-geleng lalu sibuk mengerjakan PRnya kembali. Ris, berbicara tentangmu tidak akan ada habis-habisnya. Kapan wajahmu leyap dari otakku selain tugas numpuk itu?

Kutinggal Harris sejenak ke luar, Harris yang sepertinya sudah usai mengerjakan PR segera menyusul. Ris memang selalu menguntit di belakang.

Aku menghirup udara dalam-dalam. Awan gelap itu membuat murid banyak yang belum datang. Airnya sudah turun sejak sepuluh menit yang lalu dan sekarang sudah makin lebat saja.

“Mir, kamu kenapa sih?” Tanya Harris. Bingung dengan tingkahku tadi. Aku menggeleng lalu membalikkan badan. Bukannya apa-apa, Harris selalu menatapku begitu. Kan, jadinya aku sendiri yang repot menyembunyikan wajah merah jambuku.

“Enggak.” Kataku, Harris, setelah mendapatkan jawaban itu akhirnya mengangguk-angguk lalu duduk di teras. Di sampingku.

Dia mulai memainkan gatgetnya, aku belakangnya lagi untuk menghindari pertanyaan lain.

Harris, kalau dijelaskan apa yang aku rasakan, mengertikah kamu? Sisi merah jambuku ini datang saat bertemu kamu. kamu mungkin pandangan pertamaku.

“Mirna kamu tau gak besok aku tanding?” Seru Harris, aku menoleh dan mengangguk. “Sayang, sekarang kamu udah keluar club basket.”

Memang sangat disayangkan. Tetapi aku ingin berubah menjadi cewek tulen. Bukankah kau suka cewek feminin?

“Kalo aku gak datang gimana?” Tanyaku, Harris mengalihkan pandangannya. Sepertinya kaget, matanya saja mendelik.
“Kamu ngomong apa, sih Mir? Gak mau ngehadiri sahabatnya tanding? Gila kamu!” Kata Harris ngambek. Aku sendiri senang mendengarnya, cuma kata itu…
“Kalo aku enggak mau jadi sahabat kamu gimana?” Harris benar-benar sudah naik pitam. Ia berdecak lalu bangkit meninggalkan aku.

Kamu benar-benar tidak mengerti. Kamu gak peka, Ris. Bodoh juga aku yang mencintaimu.

Cerpen Karangan: Eti Komalasari
Blog: catataneksa.blogspot.co.id
Eti Komalasari. Pelajar dari SMA Negeri 1 bojonegara.

Cerpen Merah Jambu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Menanti Cinta Hingga Senja

Oleh:
Elsa. Itulah nama seorang gadis yang penuh dengan pengharapan. Hampir setiap malam sebatang pena biru berdansa di atas kertas. Ratusan halaman diary sudah tertulis. Lembaran demi lembaran mengisahkan cinta

Blue Heart

Oleh:
“Nanti aku jemput kamu jam 7 malam ya, aku udah reserve tempat makan malam ini. Gak usah takut napa aku yang bayar kok, cukup dandan yang cakep, nanti aku

Her (Last) Encounter

Oleh:
Udara pagi cukup dingin di kota itu, walaupun matahari cukup hangat menyinari. Headset merah yang dikenakan Adena tidak menganggu pendengarannya terhadap bunyi klakson mobil dan langkah kaki. Lagu-lagu yang

Diam

Oleh:
Pria itu bernama Radit. Pria yang mengagumkan, elok, tidak kasar, tetapi terkadang menyebalkan. Aku sendiri belum lama ini telah dekat dengannya. Fayza yang mungkin masih pacarnya begitu memiliki sifat

Sebuah Isyarat

Oleh:
Pecahan gelas Sobekan buku-buku Serakan baju Bantal Selimut Kacau.. Inef cuma bisa mengacak-acak rambutnya sambil menangis, sejenak berhenti, lalu menangis lagi. Rasa kesal yang teramat berat sedang dirasa olehnya.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *