Mr Sooneth A.K.A Smith (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam)
Lolos moderasi pada: 17 November 2018

Kriinggg…!!! Kriiinggg…!!! Kriiingg…!!! Suara alarm memberisikan tidurku saja. Tak sadar kulihat jarum jam menunjukkan pukul 9 pagi, aku langsung terbangun dari tempat tidurku mengingat akan ada rapat dengan pimpinan perusahaan.

Tiba di kantor, aku tidak menemukan orang. Lalu saat aku ke ruangan meeting, (kreeeeekk…!!) aku buka pintunya. Semua tatapan sudah mengarah padaku. OMG.
Di sana aku hanya mendengarkan pembahasan terakhirnya saja, sebenarnya ku tahu rapat saat ini membahas masalah penting. Tapi Ah ya sudahlah, tak perlu difikirkan.
Padahal sebelumnya aku sudah menelepon Robert untuk menanyakan keadaan dikantor, tapi tidak diangkat. ternyata dia sudah mengikuti rapat duluan.

Selesai rapat, aku belum boleh beranjak dari ruangan. Aku harus menemui pimpinanku terlebih dahulu untuk menanyakan masalah project aku tentang topik “Kawasan Pinggiran”.
Aku bekerja di perusahaan berita yang berlokasi di Jakarta, dan aku berprofesi sebagai seorang Editor. Yang dimana aku harus mencari bahan berita untuk dijadikan trend topic saat ini. Maka dari itu, sekarang aku sebenarnya malas jika harus datang langsung ke tempat yang disuruh oleh atasanku.

Hari ini menjadi hari yang sangat menyebalkan, kau tahu karna apa? Proposal yang telah aku buat rusak terkena tumpahan air kopi akibat bertemu secara berhadapan dengan wanita sial itu. Jadi aku terpaksa membuat ulang dan mau tidak mau harus jadi ke lokasi pengambilan berita.

Robert baru memberitahuku, kalau wanita itu karyawan baru di sini. Dia mulai masuk hari ini, pantas saja menyebalkan. Hari pertama saja sudah buat aku kesal, apalagi harus satu kantor dengannya. Kira-kira siapa sih wanita itu?

Aku mencoba untuk berkenalan dengannya. Langsung saja aku bertanya “Hai nona, kau baru ya di sini? Kenalkan aku Chloe Smith. Tapi kau bisa panggil aku dengan Smith.”, dia hanya tersenyum kaku sambil bilang “Oh, nama saya Kayla.” setelah itu dia sibuk dengan pekerjaannya sendiri. Dalam hatiku, ini wanita datang dari planet mana, sok menarik sekali sepertinya. Merasa seperti tidak punya masalah denganku, padahal baru saja dia menumpahkan air kopi di proposalku. Meskipun tidak sengaja, tapi ini tidak bisa dibiarkan. Lihat saja nanti tanggal mainnya. Belum kenal siapa aku. Sambil menyusun rencana.

Yang ku tahu informasinya dari robert katanya sih dengar-dengar dia masih mempunyai ikatan saudara dengan pimpinan di perusahaan ini. Ah tapi aku tak peduli dia sudah berani bermasalah denganku, itu artinya dia harus bisa menerima konsekuensinya.

Pagiku harus sudah berada diruangan meeting lagi, membahas masalah pembagian tugas untuk mencari bahan berita. Temanku ada yang mencari berita soal ekonomi pasar, wisata lokal, hobi wirausaha, dsb. Kali ini aku mendapatkan tugas yang terbilang kurang menarik, ya bahkan bisa dikatakan sangat tidak menarik. Kalian tahu kenapa? Disaat yang lain mendapatkan topik serta lokasi yang menyenangkan. Aku harus menelusuri ke kampung-kampung, dengan menemui orang-orang pinggiran. Dan satu lagi, aku tidak satu tim dengan sahabatku Robert, tapi malah sama… Kalian bisa tebak sendiri. Yeaah, dengan Kay. Si wanita ‘sok menarik’ itu harus menjadi partner team aku. Aku tidak yakin bisa bekerja sama baik dengan dia. Tapi ini merupakan kesempatan aku juga untuk memberi pelajaran sama dia, aku ingin tahu sebesar apa nyali dia untuk berada di lapangan aslinya.

Hari pertamaku di kota baru, yaitu Bekasi. Aku sangat tidak mengenal sama sekali sebelumnya, meskipun jaraknya tidak jauh dari Ibukota. Tapi bagaimana dengan Kay, haha pasti dia memang sudah terbiasa tinggal di tempat kumuh seperti ini.

Kay mengajakku ke lokasi yang menjadi tempat meliput berita. Sekarang aku berada di kawasan bantar gebang.
Wah, wah, wah.. pemandangan apa ini? Seperti yang sudah kuduga sebelumnya kawasan ini sangat kumuh, lalu gimana cara aku mau meliput berita. Melihatnya saja sudah buat ku mual, oh tidak-tidak. Aku tidak betah di sini. Rasanya ingin balik saja.

Sudah tahu aku mulai tidak betah di sini, tapi Kay malah berulah lagi. Dia mengajak aku untuk ikut menyanyi dangdut di acara hajatan warga yang ada di sana. Oh God, What happen?

Dengan begitu mudahnya Kay berbaur dengan warga sana, lagi asyik menyanyikan lagu aneh sambil bergoyang. “Smith, ayo ikut nyanyi denganku. Itu musiknya sudah dimainkan.” Kay yang bernyanyi sambil menarik lenganku.
Aku sangat tidak menyukai tempat ini, kalau bukan karena pekerjaan. Rasanya aku ingin bergegas saja dari sini. Kay terus saja menyanyi, sudah berapa lagu yang dia nyanyikan. Sampai aku disuruh ikut gabung dengannya “Hey Smith, ayo kau tak perlu shy shy cat seperti itu lah.”

Niat aku datang ke sini untuk memberi pelajaran pada Kay, tapi ini mengapa sebaliknya. Aku yang malah merasa sedang dikerjain sama si wanita ‘Sok Menarik’ itu. Aku disuruh bergoyang dalam alunan musik yang tidak aku sukai. Bagaimana bisa? Kay.. Kau boleh menang hari ini, tapi lihat saja besok apa yang akan terjadi.

Selesai acara hajatan itu lalu tiba-tiba ada seorang bapak-bapak mendekati Kay, dia bilang “Neng, besok bisa ikut tampil nyanyi lagi gak? Kebetulan anak bapak besok khitanan, jadi ada hiburan musik dangdut juga.” Kay mengiyakan saja tawaran dari bapak itu. Maksudnya apa? Jangan bilang dia mau ngajak aku untuk nemani dia nyanyi lagi.

“Eh, nona biduan kau ngapain nerima tawaran nyanyi dari bapak tua itu? Jangan-jangan kau memang aslinya penyanyi dangdut ya?” celotehku sambil kesal. Dia menjawab “memangnya kenapa kalau aku benar seorang penyanyi dangdut. Kau mau jadi teman duet aku? Tenang, nanti hasil menyanyi nya kita bagi 2.” Wah, wanita ini semakin menjadi, lama-lama aku dibuat setengah gila olehnya jika harus jadi partner team dengannya.

Akhirnya aku ikut dengan dia menyanyikan beberapa lagu di acara khitanan Bapak Rojali, Ya nama bapak itu pak rojali dia yang punya hajat untuk khitan anaknya. Pak Rojali merupakan warga bantar gebang yang cukup terkenal, maka dari itu dia selalu memanggil hiburan organ tunggal, setiap ada acara.

“Lirikan matamu menarik hati, oh senyumanmu manis sekali. Sehingga membuat aku tergodaaa.. Sebenarnya aku ingin sekali mendekatimu, memadu kasih namun sayang-sayang malu rasanya. Biar ku cari nanti caranya. ~ ~ ” itulah lirik lagu pertama yang dibawakan aku dengan dia. awalnya aku tidak tertarik, tapi Kay sepertinya jago menguasai panggung jadi bisa membuatku terbawa mengikuti alunan musik.

Lalu aku membawakan lagu yang kedua, sebentar lagi sepertinya kita berdua bakal rilis album. Karena terlalu makan banyak waktu bernyanyi di sini. ZzZzZz.-

“Kenapa yang enak-enak itu diharamkan, kenapa yang asik-asik itu yang dilarang. La la la lala laa laa itulah perangkap syetan, umpannya ialah bermacam-macam kesenangan.” Yiiiihaaaaaaaa lets sing everybody. Aku menyerukan pada semua penonton, dan Kay menatapku dengan heran. Kay bilang “Kau berbakat juga jadi penyanyi dangdut. Kalau begitu aku panggil Sooneth saja ya. Ya Mr. Sooneth atau Bang Sooneth.” wanita ini sungguh keterlaluan, emang difikir aku ini apa. Asal memberi namaku sembarangan saja. Terserahlah.

Setelah acara selesai, aku langsung ditawari makan sama Bang Jali. Ya, pak rojali biasa dipanggil Bang Jali dirumahnya. Lalu aku diajak Kay untuk makan Gado-Gado, Apaa? Aku tahu Gado-Gado tapi tidak suka saja dengan makanan itu. Namun dia sudah menyiapkan makanannya di piring, mau tidak mau aku harus makan tuh Gado-Gado. “Gimana rasanya? Enak kan?” tanya Kay, lalu aku jawab “Hmmm, kurang.” kurang apa?” “Oh ya rasanya enak, tapi kurang banyak maksudku. Boleh nambah tidak?” lalu dalam hati kay “ini bule tanah abang, lagaknya saja perlente. Tapi makan di hajatan saja nambah. Tadi tidak mau ditawarin, sekarang malah mau nambah. Bikin malu aku saja.” Gumam Kay, terus dia bilang ke aku (Smith) “Ya udah Sooneth coba kau saja yang kesana nambah makanannya, tapi itu juga kalau kamu emang tidak malu sama yang punya hajatan.” dibilang seperti itu aku jadi tidak jadi untuk mengambilnya. Nanti saja aku beli di luar, seperti tidak mampu saja aku membelinya.

Selesai makan, aku buru-buru meminta Kay agar beranjak dari tempat ini. Masalahnya masih banyak pekerjaan lain, kan tidak lucu jika aku harus menemani hobinya terus, yang ada sampai projectnya selesai nanti. Oh tidak…
Sebelum pergi aku pamitan dahulu sama yang punya hajat, Bang Jali. Aku bilang sama dia kalau aku masih harus mengisi beberapa acara lagi dirumah warga yang sedang mempunyai acara yang sama juga seperti Bang Jali. Padahal itu sih reason saja, terus tiba-tiba anaknya menanyakan padaku “Om Bule, sudah disunat belum? Kayak aku nih..” mendengar pertanyaan anak kecil itu seperti mengajakku bertarung. Untung saja ada bapaknya, aku masih bisa tersenyum sinis mendengar ucapannya. Lalu bapaknya bilang “Mamat, tidak boleh bicara seperti itu sama Om Bule nya. Tidak sopan.” Aku langsung bicara “Hehe, tidak apa-apa kok pak namanya juga anak kecil ya kan mat?” aku sambil salaman dengan anak kecil tersebut, dan tangan kiriku mengepal kekesalan. Kay, disisipkan amplop dari Bang Jali, pikirku ini sepertinya benar kalau dia itu memang biduan. Lalu untuk apa aku menemaninya nyanyi? Ah sial, rencanaku malah berantakan.

Acara berlalu, Aku dan nona biduan menuju tempat lokasi baru. Menurut informasi, di tempat ini ada pembuatan makanan ringan atau Home Industry. Nah, makanya itu lebih baik aku ke sana siapa tahu makanannya enak. Daripada ku harus menemani wanita ‘sok menarik’ nona biduan. Lama-lama aku dijadikan asistennya dia. Fyuuhh..-
Kay memberitahuku bahwa di bantar gebang ada tempat pembuatan abon lele. What? Lele? Ikan yang ada kumisnya. Imajinasiku tak karuan. Kupikir makanan apa, ternyata lele.

Kay, akhirnya tidak sabar juga melihat tingkah kelakuanku, dia bergumam dalam hati “Nih bule lama-lama buatku kesal saja. Namanya diberi tugas ke lokasi kawasan pinggiran. Iya harus terjun langsung ikuti proses kegiatannya. Aku harus cari cara biar dia jera, karena aku merasa tidak enak dengan warga dis ana.” ini salah satu bentuk wirausaha juga yang dilakukan oleh warga bantar gebang, tapi aku (Smith) selalu menganggap itu tidak penting. Sekarang malah Kay yang berbalik menyusun rencana buatku.

Cerpen Karangan: Juni Chanasa
Blog / Facebook: Chanasanew31.blogspot.com / juni.deguardiola
I’m just ordinary women.

Cerpen Mr Sooneth A.K.A Smith (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bintang di Hati Leon

Oleh:
Bintang dan Leon adalah sahabat yang selalu bersama di kala suka dan duka. Bintang adalah sosok cewek tomboy yang ahli main basket dan main gitar. Sedangkan Leon adalah adik

Siapa Sangka

Oleh:
Telah menjadi rahasia umum di kalangan perempuan sekelas bahwa Shiella diam-diam menyukai Wildan. Memang patut kuacungi jempol atas ketegaran hati dan kepandaiannya menyembunyikan perasaan selama dua tahun terakhir. Rapat

Ternyata

Oleh:
“Arin” teriak Dimas saat memanggilku. Aku mendengar suara itu dari belakangku, lalu aku membalikkan badanku melihat ke arahmu dan menjawab “Dimas, ada apa?”. Jantungku mulai berdetak, begitu terpesonanya aku

Cintaku Untukmu Terpendam

Oleh:
Mungkin dia sudah tak mengenalku lagi, tapi aku tak begitu, hingga saat ini aku masih sangat mengenalnya dan sering kali mengingatnya hingga saat ini dan tak tahu sampai kapan.

Anugerah Cinta Terindah

Oleh:
Anugerah cinta? Aku hanya berpikir apakah ini anugerah cinta terindah yang diberikan Tuhan untukku. Cinta yang hanya sebatas kata tanpa memiliki tapi itu indah. Berhenti melihat dari jauh karena

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *