Mr Sooneth A.K.A Smith (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam)
Lolos moderasi pada: 17 November 2018

Benar ternyata malamnya aku diajak nona biduan untuk menyanyikan lagu kesukaannya dia lagi, yaitu dangdut. Aku rasanya ingin pergi saja dari tempat ini, tapi mana mungkin. Dia masih punya ikatan saudara dengan atasanku, yang ada malah semakin nambah masalah nanti. Ya udah ikuti saja alurnya.

“Begadang jangan begadang kalau tiada artinya. Begadang boleh saja, kalau ada perlunya.” lalalalaa ~
Tak selesai sampai disitu saja kegilaanku dengan Kay. Nona biduan itu menyuruhku untuk membawakan lagu Judi. I don’t know what else to do.

“Ayo bapak-bapak, ibu-ibu, serta adik-adikku sekalian. Mari kita sambut penyanyi pendatang baru ini yaitu Bang Sooneth. Kalian pasti ingin mendengarkan suara merdunya kan? Langsung saja ini dia kita sambut Bang Sooneth….” tepuk tangan meriah..

Okey, mainkan musiknya. Aku dibantu nyanyi oleh yang punya gerobak musiknya “Yang beriman bisa jadi murtad, apalagi yang awam. Yang menang bisa menjadi jahat, apalagi yang kalah. Yang kaya bisa jadi melarat, apalagi yang miskin. Yang senang bisa jadi sengsara, Apalagi yang susah. Uang Judi najis tiada berkaaahh.” yyeeeyyy haaah.. Semua pada ikut bergoyang

Kemarahanku sudah tidak dapat diredam lagi. Aku yang berencana untuk memberi pelajaran dia, tapi malah nona biduan itu yang mengerjai aku balik. Aarrgghhh, mimpi apa aku semalam harus menemui wanita seperti dia. Sekarang aku malah menuruti apa kata dia saja.
Kay lebih menikmati kehidupannya di sini, atau jangan-jangan dia memang lahir di tempat ini. Sepertinya.

Dia menunjukku sambil nyanyi “Bang Abang romi (diganti Sooneth) bagi-bagi senyum dong, Ah masa iya senyum saja Abang tak mau.” Apa-apaan dia memanggilku dari tadi dengan sebutan Abang. Memangnya aku penjual Gado-Gado dipanggil abang. Aku merasa semakin dipermalukan di sini.
Tapi aku tak mau kalah dengan nona biduan itu, aku samperin saja dia sambil ikut bergoyang. Mari berjoget.
Tak disangka, ternyata Kay wanita yang memiliki pengetahuan yang luas. Dia mengajakku ke tempat liburan, yaitu Curug Parigi, untuk melepas kepenatan selama berada di “kawasan pinggiran”. Sebenarnya curug ini berlokasi di bantar gebang juga. -rrrhhh-

Akhirnya aku penasaran bertanya pada wanita ‘sok menarik’ itu, “Hey nona biduan, sebenarnya apa alasan kamu mau mendapatkan tugas di lokasi ini? Atau setidaknya apa yang membuat kau itu merasa betah dan nyaman di lingkungan seperti ini?” ucapku. Lalu dia bilang “Aku senang berada di sini karena bisa melihat bahkan merasakan apa saja yang belum aku rasakan sebelumnya di tempat tinggalku, aku emang orang Indonesia. tapi saat SMA aku pindah ke Perancis, ikut orangtuaku yang bekerja di sana. Aku selama berada di Paris belum pernah merasakan keceriaan seperti ini. Bersosialisasi dengan banyak orang, yang tidak mengenal status sosial maupun gender.”, dalam hatiku “Oh ya, kok bisa? Aku fikir selama ini dia memang nona biduan, maksudku benar penyanyi dangdut. Dilihat dari sikapnya seperti penyanyi dangdut keliling. Tadi kata dia apa? Dia tinggal di Paris? Itu berarti, dia pernah menetap di luar negeri. Terus pemikiranku selama ini ternyata salah dong tentang dia. Haha tidak mungkin, bisa saja dia sedang berbohong.”

Tiba-tiba teleponku bunyi, ternyata Robert meneleponku, aku bilang saja sama nona biduan kalau aku mau angkat telepon dulu. “Hei nona aku mau angkat telepon sebentar, nanti kita lanjutkan bicaranya. Belum selesai masalahnya.” terus robert bilang padaku via telepon “Hay gimana kabar kau Mr. Smith, apakah kau baik-baik saja di sana? Atau malah betah bersama wanita itu sampai-sampai tidak ada kabar, sulit untuk dihubungi (dengan nada bercanda).”, “Apa? Kau fikir aku betah berlama-lama di sini. Aku dibuat gila dengan nona biduan.” jawabku. Lalu dia menanyakan “Haha, bagaimana bisa kau dengan nona biduan. Who’s ?”, “Oh, ya maksudku wanita ‘sok menarik’ itu, Kay. Kau belum tahu? Dia di sini jadi penyanyi biduan yang digandrungi para laki-laki. (Dengan nada hyperbola)” mendengarkan cerita smith, Robert tidak percaya. karena Robert sudah tahu siapa sikap aslinya Kay. Sebenarnya Kay adalah tunangannya Robert, namun hanya saja Smith belum mengetahuinya. Dan rencananya Robert mau memberitahu dia, tapi terputus teleponnya. Robert menelepon “jadi sebenarnya aku mau bicara sesuatu sama kau. Kalau aku (….,……,…) Hallo? Smith kau masih angkat telepon ku kan?” melihat handphonenya, ternyata sudah dimatikan teleponnya dari tadi oleh Smith.

Telepon Robert dimatikan, karena Smith melihat Kay juga sedang menerima Telepon dari seseorang. Smith penasaran ingin mengintip pembicaraannya. Ternyata om nya yang menelepon, yang tak lain atasannya Smith di kantor. Dia berpura-pura tidak melihat, tapi pasang telinga untuk mendengarkan percakapannya. Kay “Hallo om, iya aku baik-baik saja disini bersama Mr. Sooneth.” omnya menjawab “kamu sedang sama siapa? Sooneth? Siapa dia?”, lalu kay meneruskan pembicaraan “Oh ya maksudku Smith, Si Smith iya om. Emang aku sama siapa lagi kalau tidak sama dia.”, lalu Om nya bilang “Oh, gitu iya gimana kabarnya juga si anak nyeleneh itu? Apa dia benar kerjanya? Senang tidak dia berada disana?”, Kay “Iya Om, dia senang tinggal disini katanya juga dia mau punya tempat tinggal disini (sambil tertawa dalam hati)”, || mendengarkan percakapan tersebut Smith geram dengan Kay “Sial, nona biduan itu berani-beraninya bicara macam-macam dengan om nya.” terus tidak sengaja dia mendengarkan pembicaraan yang tak kalah penting yaitu persoalan pertunangannya Kay dengan Robert. Om nya bilang “terus bagaimana kamu dengan robert, kapan menentukan tanggal pernikahannya? Jangan lama-lama jaraknya dengan tunangan.” lalu Kay bilang pada om nya “Ya om, itu juga sudah aku omongin ke Robertnya. biar kita tentukan tanggalnya berdua. Nanti kalau sudah fix kapannya, aku kabarin ke om.” – Om nya “Oke..”

Kay tersadar bahwa percakapan panjangnya dari tadi ada yang ikut mendengarkan, lalu ia menoleh ke belakang. Smith langsung nerveous, terus Kay menyampari Smith “Hey, bang sooneth sedang apa kau di situ? Jangan-jangan kau mendengarkan percakapanku dengan orang lain ya?” lalu smith jawab “Hmm, nona biduan tak perlu lah kau menyembunyikan sesuatu dariku. Yang pada akhirnya akan ku ketahui semuanya.” “Maksud kau apa?” “Aku sudah tahu sejak awal kau itu keponakannya Pak Franz, tapi aku memang baru tahu kalau kau tunangannya Robert. Ya Robert teman sejatiku.” Smith bicara sambil menahan kekecewaan. kay bilang “lalu urusannya denganmu apa? Kau sudah mendengarkan semuanya kan dari percakapan ku barusan. Memang benar aku bertunangan dengan dia, kita juga sudah mempersiapkan tanggal pernikahan.” mendengar jawaban yang tidak enak dari Kay, membuat Smith bicara “Sudahlah, lupakan saja.”

Bagaimana tahu perasaannya Smith yang berkecamuk antara sedih ataupun harus bahagia. Ia fikir perjalanan tugasnya selama ini dengan Kay, tidak mempengaruhi apa-apa. Tapi kay ternyata sosok wanita yang mampu membuat dirinya jatuh hati pada sang nona biduan. aku berharap Kay merasakan hal yang sama, namun nyatanya tidak, yang ada malah menyakitkan. temanku sendiri Robert yang malah menjadi Calon Pasangannya. Aku ingin ajak ia bertarung di sasana tinju pun tak mungkin, karena ia sahabatku sendiri. Tapi yang tak habis fikir, kenapa Robert tidak menceritakannya dari awal bahwa Kay itu Calon Istrinya. Sebenarnya Robert mau bilang, tapi Smithnya sendiri yang sulit untuk dihubungi. Bagaimanapun ini sudah terjadi, aku tak tahu harus bersikap apalagi depan Kay, yang ku tahu saat ini aku sedang menyimpan perasaan padanya.

Aku harus buang jauh-jauh perasaanku itu terhadap Kay. “Ayolah smith, didunia ini bukan dia saja wanitanya. Masih banyak diluaran sana yang lebih menarik perhatian.” bicara dalam hatiku.

Mungkin ini akibat dari sikapku juga yang terlalu merasa perfeksionis di depan Kay yang akhirnya membuatku seperti ini, malah jadi berbelas kasih menaruh perasaan. Ku sering mengatakan pada dia ‘sok menarik’ padahal kenyataannya memang benar. Dia menarik, bahkan sungguh menarik. Aku belum pernah menemui wanita seperti dia, Ah nona biduan. Dari yang kufikir hanya wanita biasa, norak, kampungan. Ternyata bisa membuatku untuk terbuka fikirannya. Dia seorang Gadis yang sederhana, yang tidak mau menunjukkan status sosial dirinya. Karena menurut ia itu tak penting, Dia juga pernah menetap di luar negeri. Yang kita ketahui, biasanya orang yang kembali dari luar negeri itu selalu merasa ‘exclusive’ jika bertemu dengan orang biasa. Namun dia tak pernah menunjukan hal itu, dia pandai menyesuaikan diri. Tidak mau dianggap lebih dari orang lain. Pemikirannya yang selalu Out Of The Box, menyadarkan aku kalau manusia itu semuanya sama. Tergantung cara pandang kita masing-masing. Oh Ya Tuhan, kenapa Pak Franz tidak menjodohkan dia untuk aku. Malah untuk sahabatku, tapi mungkin Pak Franz lebih tahu yang terbaik buat keponakannya itu. Aku yang sering dianggap nyeleneh di kantor, mana mungkin bisa bersanding dengan gadis seperti dia. Jodoh memang misterius, dari tempat yang dianggap tidak penting, aku malah menemukan pelajaran sekaligus sosok yang penting. Yang bisa mengubah seluruh pemahamanku.

Tak terasa perjalanan tugasku dengan kay untuk menelusuri “Kawasan Pinggiran” itu berakhir. Project yang diberi oleh atasanku Pak Franz ternyata berhasil memberi pengalaman baru di hidupku. Ya mungkin juga ini salah satu Colour Life aku. Aku menganggap orang pinggiran itu hanya buat penuh-penuhin di bumi saja, tapi nyatanya tidak. Dengan mereka aku belajar banyak hal, mencari rezeki tak kenal waktu sama seperti aku di kantor yang kadang harus pulang larut malam, bedanya hanya di jenis pekerjaannya saja. Kalau di sini ada dangdut gerobak keliling yang menyusuri kampung hingga malam hari.

Aku ingat dengan kata-katanya Kay kalau “Hidup itu jangan hanya menurut pandangan diri kita saja, cara berfikir kita; Tapi disisi lain juga, dari cara pandang serta pemikiran orang lain. Kita makhluk sosial, harus mau mendengarkan tidak hanya ingin didengarkan.” tak disangka, peristiwa ini menjadi kejadian yang penting. Dan liputanku selama berada di Bekasi ternyata berhasil masuk trending topic, atau tepatnya malah menjadi headline news. Ini berkat Kay, meskipun aku dikenal sebagai Editor yang bertangan dingin. tapi belum tentu aku berhasil mendapatkan project berita yang seperti ini. Sekarang aku sudah tiba di kantor lagi, Robert menceritakan semuanya. Aku sudah bisa menerimanya. Kebahagiaan temanku lebih penting, aku masih bisa mencari pendamping hidup yang lain.

Endingnya aku memang harus mengikhlaskannya dengan temanku sendiri. Hmm, tak apalah setidaknya yang terpenting aku pernah menjalani kenangan manis bersamanya.

Itulah ceritaku, jadi namaku sebenarnya Smith, tapi pertemuanku dengan nona biduan yang membuat namaku jadi Sooneth atau Sooneth-A. Kata dia nama tersebut diambil dari grup band dangdut kepunyaan bang Haji Rhoma Irama. Yang diriku sendiri, tidak pernah mengetahui sebelumnya. Sekian.

Cerpen Karangan: Juni Chanasa
Blog / Facebook: Chanasanew31.blogspot.com / juni.deguardiola
I’m just ordinary women.

Cerpen Mr Sooneth A.K.A Smith (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ketika Cinta Bertanya

Oleh:
Sudah 5 tahun lebih, aku mengagumi gadis itu, gadis yang humoris, selalu ceria, tersenyum, walaupun ketika ia bersedih. Dia sahabatku sejak 5 tahun lalu, namanya cantika ayu pratiwi, sebenaranya

Getaran Apakah ini?

Oleh:
Kamis siang di sekolah saat itu sedang diguyur hujan deras. Ketika bel pulang sekolah berbunyi, aku yang ingin segera pulang dengan terpaksa menunggu sejenak di sekolah hingga hujannya mereda.

Dean

Oleh:
Aku suka melihatmu dari jauh, Dean… Memandangmu memang tidak sakit, tetapi percayalah setelah memandangmu aku sakit. Aku ingin menghampirimu, aku tidak tahu apa yang ingin aku bicarakan percayalah aku

Tiga Sahabat Berakhir Dua

Oleh:
Pagi ini kota indah Jogjakarta diselimuti awan dingin. Selimut tebal masih menempel di tubuh, agar si dingin tak menyambangiku. Tapi tetap saja, aku tak bisa mengalahkan dingin hanya dengan

Siapa Sangka

Oleh:
Telah menjadi rahasia umum di kalangan perempuan sekelas bahwa Shiella diam-diam menyukai Wildan. Memang patut kuacungi jempol atas ketegaran hati dan kepandaiannya menyembunyikan perasaan selama dua tahun terakhir. Rapat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *