Mulut Yang Terbungkam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 12 June 2017

Kulihat seorang laki-laki yang sangat tampan dan cerdas berjalan melewatiku. Hatiku berdegup kencang seakan-akan mau pecah saat ia menyapaku.
“Hai”
Aku hanya membalas senyuman dan tidak bisa berkata apa-apa. Baru pertama kali ini ada seorang laki-laki yang benar-benar menyapaku. Dia adalah Aldo, seorang laki-laki yang telah aku sukai sejak SMP.

Aku seorang pendiam dan dikenal seorang perempuan yang dingin di kelas. Aku pun langsung berlari untuk menemui sahabat terbaikku, yaitu Elsa.
“Elsa aku tadi di sapa sama Aldo di jalan. Oh My God, senangnya hati ini”
“Hah? Gak mungkin. Dia itu tipe cowok yang tak mudah untuk memberikan senyuman pada siapapun”
“Iya beneran, aku gak bohong”
“Terus kamu nyapa balik?”
“Nggak”
“Firda, kamu itu harus lebih berani untuk berbicara. Orang lain tak akan mengolok-ngolok kamu jika kamu mulai untuk berbicara”.
“Ya, aku sudah mencoba beberapa tapi mulut ini seperti susah untuk berbicara. Ngomong-ngomong aku mulai lapar nih, makan siang yuk”
“Ayo!”

Kami pun pergi ke kantin sambil membahas mata pelajaran matematika yang belum kupahami. Ya, aku sangat tidak suka matematika sedangkan dunia Elsa adalah matematika. Meskipun aku tak banyak bicara dengan orang lain, namun pembicaraanku dengan Elsa sangat banyak mulai dari hobi, impian terbesar, passion sampai rahasia kami berdua. Aku sangat mempercayainya seperti ibuku sendiri.

“Elsa anter yu ke perpustakaan mau pinjam buku tentang motivasi, sekalian pinjem buku bahasa Inggris”
“Iya, Fir. Aku juga mau pinjem buku soal-soal matematika”
“Gak pusing ya dari kemarin terus ngerjain soal matematika?”
“Nggak. Hehe”
“Kamu tahu gak, terkadang aku itu untuk memahami soal matematikanya aja udah bikin pusing. Ekspresi kamu kenapa Elsa kok jadi aneh gitu?”
“Kebelet pengen pipis nih. Kamu duluan ya ke perpustakaannya, nanti aku nyusul. Bye”
“Oh iya, kalau begitu aku duluan ya. Bye”

Ku berjalan sendiri melewati kerumunan orang dan itu sangat membuat malu dan gugup untuk berjalan. Aku hanya bisa menunduk dan terus berjalan melewati kerumunan. saat sampai di perpustakaan aku pun langsung mencari buku dan kulihat Aldo sedang berjalan di depanku. Kuikuti dia dari belakang dan tiba-tiba saja buku catatannya jatuh. Aku pun langsung mengambilnya dan mencoba untuk memanggil namanya, namun ia langsung menoleh padaku.
“Hai kita bertemu lagi”
“Yyyy ya, hai.”

Cerpen Karangan: Yuli Nuraini
Facebook: m.facebook.com/yuli.nuraini.5074

Cerpen Mulut Yang Terbungkam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Love 1 Month (Part 2)

Oleh:
Pernah suatu ketika saat aku makan bareng bersama Lia dan Nikma di kantin sekolah. Nikma menanyakan satu hal yang sering dia tanyakan padaku, dan bahkan dia juga menanyakannya pada

Kemarin dan Sekarang

Oleh:
Jam sudah menunjukan waktu sore. Tibalah sudah zea di rumahnya. Tak cuma zea. Tapi kak aga, kak diana dan uli pun memutuskan untuk istirahat di rumah zea, sekalian berhentinya

Cerpen Pertamaku

Oleh:
Sekitar beberapa minggu yang lalu, temanku iseng-iseng bikin cerpen (cerita pendek) awalnya sih seru gitu lihat dia bikin cerita cerita yang bisa dibilang menarik dan ide-idenya pun bisa dibilang

Si Anak Baru

Oleh:
Di sekolah Merli ada anak baru, lalu Merli menceritakan hal itu pada kakaknya. Topik yang sama Merli ungkapkan lagi di sekolah bersama dengan teman-temannya, semacam gunjingan ibu-ibu arisan. “hari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *